Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Ikut Magang Program Kampus Merdeka Jangan Cuma Mau Duitnya dan Fomo Doang. Mahasiswa Ampas Kayak Gini Malah Jadi Beban!

Agung Anugraha Pambudhi oleh Agung Anugraha Pambudhi
27 Desember 2023
A A
Magang Kampus Merdeka cuma Mau Duitnya. Ampas! (Unsplash)

Magang Kampus Merdeka cuma Mau Duitnya. Ampas! (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kampus Merdeka sering menjadi perbincangan hangat mahasiswa di sudut-sudut kampus. Memang, Kemendikbudristek berhasil menggagas dan menawarkan program yang menarik. Mahasiswa jadi bisa merasakan berbagai manfaat, misalnya pengalaman bekerja di beberapa perusahaan besar. 

Pengalaman mengeksplorasi dan belajar di luar kampus tentunya menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Mahasiswa bisa terlibat dalam aktivitas magang, riset, proyek sosial, atau kegiatan lain. Akhirnya, mahasiswa bisa meningkatkan keterampilan praktis dan memperluas jaringan. Aktivitas ini sangat membantu mahasiswa kelas setelah lulus.

Oleh sebab itu, mahasiswa jadi bersemangat untuk terlibat di program Kampus Merdeka. Mahasiswa bisa mengeksplorasi ide-ide baru tanpa terkekang oleh struktur kurikulum dan mendapat Bantuan Biaya Hidup (BBH) sekitar Rp2,8 juta setiap bulan. 

Mahasiswa mana yang tidak senang. Contohnya, ya saya, salah satu mahasiswa pengangguran yang kerjanya cuman tidur-makan-ngampus. Namun, kenyataan di lapangan sungguh miris. Berikut beberapa “ampas” yang terjadi di dalam program Kampus Merdeka.

Orientasi cuma uang ketika magang di Kampus Merdeka

Orientasi dari program Kampus Merdeka adalah supaya mahasiswa bisa merasakan dunia kerja dan punya skill setelah lulus. Nah, beberapa perusahaan tidak menjamin mahasiswa mendapatkan honor selama magang. Oleh sebab itu, program Kampus Merdeka yang menyediakannya.

Makanya, Kampus Merdeka menyediakan BBH sebesar Rp2,8 juta. Ingat, ini sifatnya adalah bantuan, bukan gaji bulanan. Jadi, tidak pada tempatnya kalau mahasiswa malah protes. 

Sudah ada yang protes, ada pula yang fokusnya malah ke bantuan uang itu. Makanya, muncul pertanyaan tentang motivasi di balik partisipasi mahasiswa. Apakah mereka benar-benar tertarik pada pengalaman kerja atau semata pada insentif finansial? 

Mahasiswa jadi tidak bisa melihat pentingnya program ini. Padahal, Kampus Merdeka membantu pengembangan keterampilan, memperluas jaringan profesional, dan memperoleh wawasan tentang dunia kerja. Ada juga aspek pendidikan karakter yang dari pengalaman magang ini. 

Baca Juga:

3 Kebiasaan di Kampus (yang katanya) Merdeka, tapi Membuat Mahasiswa Tidak Merdeka

Kampus Merdeka Sesungguhnya Adalah Ketika Negara Bisa Memastikan Akses Kuliah yang Sama

Lalu, hal-hal penting yang bisa menjadi bekal ketika bekerja seperti kerja tim, tanggung jawab, kedisiplinan, dan keterampilan komunikasi juga dilupakan. Semua hal ini merupakan aset berharga, tapi peserta magang Kampus Merdeka pikirannya soal uang melulu. Ampas!

Milih lowongan jangan modal fomo dan nggak pengin ketinggalan doang

Mentang-mentang dapat program yang mempermudah, kok seakan-akan kita malah ngegampangin. Banyak dari mahasiswa yang mendaftar magang di Kampus Merdeka itu kadang cuman fomo dan nggak mau ketinggalan dari kawan-kawan lainnya. 

Nggak bisa riset, skill masih abu-abu, dan nggak tahu mau ngapain, mereka nekat apply. Mereka memegang teguh anggapan sesat bahwa, “Daftar aja dulu, rezeki nggak ada yang tahu.” 

Percaya diri itu nggak salah, toh juga nanti bakal ada screening CV, tes, dan tahapan lain. Tapi ini kayak aneh saja, jika misalnya nanti ternyata kita qualify dan tergabung, tetapi karena riset kita terhadap perusahaan yang kita ikuti tidak mendalam, eh malah membuat kita merasa tidak nyaman. 

Menurut saya, partisipasi dalam program magang Kampus Merdeka seharusnya tidak semata-mata karena FOMO. Lebih baiknya, mahasiswa perlu meluangkan waktu untuk mempertimbangkan dengan cermat sebelum memilih posisi magang. Ini mencakup menyesuaikan posisi magang dengan minat pribadi, keterampilan yang dimiliki, serta tujuan karier. 

Pendekatan seperti ini akan menghindarkan mahasiswa dari beban yang tidak perlu karena posisi magang yang tidak sesuai. Memilih posisi magang yang sesuai membantu mahasiswa fokus dalam belajar dan mengembangkan diri, memaksimalkan peluang untuk memperoleh keterampilan yang relevan, serta memperluas jaringan profesional. 

Langkah ini memungkinkan mereka untuk meraih manfaat yang lebih substansial dari program magang Kampus Merdeka. Peserta juga bisa memberikan landasan yang kuat bagi perkembangan pribadi dan pencapaian tujuan karier di masa depan. Jangan FOMO, lah, ampas!

Penulis: Agung Anugraha Pambudhi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Kampus Mengajar, Program untuk Mahasiswa yang Ingin Merasakan Penderitaan Guru Honorer

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Desember 2023 oleh

Tags: BBH Kampus Merdekaikut Kampus Merdeka dibayar atau tidakkampus merdekaMagang Kampus Merdekaprogram Kampus Merdeka
Agung Anugraha Pambudhi

Agung Anugraha Pambudhi

Mahasiswa Ilmu Politik yang malas berpolitik.

ArtikelTerkait

Kampus Merdeka Sesungguhnya Adalah Ketika Negara Bisa Memastikan Akses Kuliah yang Sama

Kampus Merdeka Sesungguhnya Adalah Ketika Negara Bisa Memastikan Akses Kuliah yang Sama

2 Februari 2023
3 Kebiasaan di Kampus (yang katanya) Merdeka, tapi Membuat Mahasiswa Tidak Merdeka

3 Kebiasaan di Kampus (yang katanya) Merdeka, tapi Membuat Mahasiswa Tidak Merdeka

18 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tidak Ada Nasi Padang di Kota Padang, dan Ini Serius. Adanya Nasi Ramas! angkringan

4 Alasan Makan Nasi Padang Lebih Masuk Akal daripada Makan di Angkringan  

11 Januari 2026
Bekasi Justru Daerah Paling Nggak Cocok Ditinggali di Sekitaran Jakarta, Banyak Pungli dan Banjir di Mana-mana

Bekasi: Planet Lain yang Indah, yang Akan Membuatmu Betah

13 Januari 2026
Aku Cinta Kartasura, Kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

Aku Cinta Kartasura, kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

12 Januari 2026
Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

Made, Desa Hidden Gem di Wilayah Paling Barat Surabaya. Masih Asri dan Hijau!

10 Januari 2026
Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

Panduan Etika di Grup WhatsApp Wali Murid agar Tidak Dianggap Emak-emak Norak dan Dibenci Admin Sekolah

16 Januari 2026
4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang "Kalah" dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar Mojok.co

4 Alasan Drama Korea Zaman Sekarang “Kalah” dengan Zaman Dahulu Menurut Saya yang Sudah 15 Tahun Jadi Penggemar

11 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri
  • Gotong Royong, Jalan Atasi Sampah Menumpuk di Banyak Titik Kota Semarang
  • Bencana AI untuk Mahasiswa, UMKM, dan Pekerja Digital karena Harga RAM Makin Nggak Masuk Akal
  • Honda Vario 150 2016 Motor Tahan Banting: Beli Ngasal tapi Tak Menyesal, Tetap Gahar usai 10 Tahun Lebih Saya Hajar di Jalanan sampai Tak Tega Menjual
  • Adu Jotos Guru dan Siswa di SMKN 3 Tanjung Jabung Timur Akibat Buruknya Pendekatan Pedagogis, Alarm Darurat Dunia Pendidikan 
  • Kita Semua Cuma Kecoa di Dalam KRL Ibu Kota, yang Bekerja Keras Hingga Lupa dengan Diri Kita Sebenarnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.