Informasi
ADVERTISEMENT

‎Lupakan Gaji 5 Juta, Pertimbangkan Hal Ini sebelum Menetap di Gresik!

‎Lupakan Gaji 5 Juta, Pertimbangkan Hal Ini sebelum Menetap di Gresik!

‎Gara-gara Gresik, saya terpaksa berhenti merokok

‎Saking buruknya udara di Gresik, saya sampai tidak bisa menikmati rokok tiap harinya. Sesaknya beda, terutama setelah berkali-kali menghirup udara di kota ini.

‎Suatu ketika, seorang influencer kesehatan dalam kontennya bilang, seorang perokok yang tinggal di daerah polutif sama seperti menjemput kematian secara sadar. Saya tertampar dan mengamini, membuat saya terpaksa segera berhenti merokok.

‎Saya ingin umur panjang, menikmati masa tua bareng keluarga. Jika ternyata nanti saya tidak bisa berhenti merokok, setidaknya sebagai embah-embah, saya dapat merasakan nikmatnya rokok dengan jauh lebih khusyuk.

‎Tidak semua orang di Gresik bergaji tinggi, tapi soal kesehatan kita senasib

‎Jika kamu masih melihat sisi bonafit Kabupaten Gresik, kamu harus tahu bahwa warga lokal, pedagang kaki lima, atau pekerja swasta lainnya banyak yang tidak bergaji lima juta. Mereka menghirup racun yang sama, menghadapi risiko ISPA atau TBC yang sama, cuma bedanya sandaran ekonominya berbeda.

‎Tapi bicara soal kesehatan, rasa-rasanya hidup di Gresik tidak hanya berpotensi terkena penyakit paru-paru. Bisa jadi hipertensi ikut membayang-bayangi kehidupan saya. Mau bagaimana lagi, kebobrokan tak hanya dari segi lingkungan, tapi juga infrastruktur jalan. Mungkin ini penyebab orang Gresik modelan saya ini gampang emosian.

‎Setiap berangkat dan pulang kerja, saya harus siap mental. Sebagian besar jalanan di Gresik itu mengerikan, berlubang, aspal bergelombang, ditambah truk-truk besar begitu mendominasi ruas jalan.

Geli rasanya kalau ada konten berseliweran dengan tulisan “Gresik setelah hujan” dan di videonya terlihat jalanan lembap serta hiasan lampu Jiipe yang katanya mirip vibes di Jepang. Sorry to say, framing-nya cukup menjijikkan. Meromantisasi Gresik itu terlalu naif, tak seperti Jogja yang memang sudah estetik dari sananya.

Jadi…

Menjadi pensiunan bahagia di Gresik adalah mimpi yang harus dikubur. Tapi selaku warga lokal yang lahir dan hidup di kota ini, memilih untuk tetap tinggal atau tidak, rasanya sulit sekali diputuskan.

‎Jika tetap tinggal di kota sendiri, setidaknya bayar asuransi kesehatan jadi semacam keharusan. Keputusan yang terkesan pasrah, tapi keadaan menuntut saya tetap bijak walau impian menikmati pensiun tampak mustahil. Sadar, tabungan pribadi belum cukup untuk beli rumah di daerah yang lebih ramah lingkungan.

Penulis: Mohammad Mukarom
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Gresik Utara, Tempat Orang-orang Bermental Baja dan Skill Berkendara di Atas Rata-rata, sebab Tiap Hari Harus Lawan Truk Segede Optimus!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2026 oleh .

Mohammad Mukarom

Seorang penyiar radio yang lagi doyan nulis artikel opini dan sedang membangun minat baca lewat tulisan-tulisan di Mojok.

Exit mobile version