Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Warung Tenda Biru, Kuliner Sekitar UM Penyelamat Mahasiswa yang Nggak Mampu Jajan di Kantin Kampus

Ahmad Fahrizal Ilham oleh Ahmad Fahrizal Ilham
20 Februari 2024
A A
Warung Tenda Biru, Kuliner Sekitar UM Penyelamat Mahasiswa yang Nggak Mampu Jajan di Kantin Kampus Mojok.co

Warung Tenda Biru, Kuliner Sekitar UM Penyelamat Mahasiswa yang Nggak Mampu Jajan di Kantin Kampus (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Warung tenda biru, kuliner sekitar UM yang menyelamatkan banyak mahasiswa.

Hidup mahasiswa UM alias Universitas Negeri Malang semakin repot semenjak kebijakan cashless alias pembayaran nontunai diberlakukan di kantin kampus. Persoalannya, harga jajanan di kantin ikut naik dengan penerapan kebijakan ini. Mahasiswa yang uang sakunya pas-pasan mencari berbagai strategi agar perut tetap kenyang selama perkuliahan. 

Untung saja tidak jauh dari UM terdapat warung dengan tenda biru yang melegenda karena menunya yang sederhana, enak, dan terjangkau. Warung legendaris ini terletak di Jalan Terusan Surabaya yang beberapa waktu lalu pernah saya cerca habis-habisan lewat Tulisan Mojok. Lokasi pastinya, di sebelah barat Indomaret. 

Menu yang sederhana, tapi beragam

Warung tenda biru sudah menjadi penyelamat mahasiswa UM jauh sebelum kebijakan nontunai di kantin diterapkan. Mahasiswa bisa makan kenyang dengan harga terjangkau. Uniknya lagi, menu warung ini selalu berubah-ubah tergantung waktunya. 

Saat pagi hingga menjelang masuk jam makan siang, warung ini menjajakan nasi pecel saja. Saat siang hari hingga menjelang tutup, warung ini menjual menu tahu telur dan makanan pelengkap, misalnya tahu lontong. Perbedaan menu ini membuat pembelinya tidak bosan. Lebih dari itu, menu yang berganti menandakan bahwa menu yang dijajakan masih segar. 

Menurut saya strategi warung tenda biru berhasil membuatnya bertahan di tengah gempuran warung-warung makanan yang lebih modern dan kafe. Walau tentu saja alasan utama tenda ini masih bertahan adalah harganya yang murah. 

Harganya murah dengan porsi kuli

Bagi mahasiswa berkantong cekak, harga makanan dan porsi adalah hal yang utama. Menu dan rasa prioritas kesekian. Nah, kuliner sekitar UM yang satu ini adalah paket lengkap. Warung tenda biru jadi primadona karena menu beragam, rasanya enak, porsinya banyak, dan harga terjangkau. 

Beberapa hari lalu saya ke warung ini, harga sepiring nasi pecel masih dipatok Rp8.000 saja. Siang harinya, ketika membeli nasi dengan lauk tahu dan telur, saya hanya perlu mengeluarkan uang Rp10.000. Sangat ramah di kantong bukan? 

Baca Juga:

4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang

3 Hal yang Wajar di Kampus UM, tapi Nggak Lumrah di Kampus Lain di Malang

Harga semurah itu bisa mendapatkan porsi yang banyak sekali. Apalagi untuk menu nasi tahu-telur atau lauk pauk yang dijual di siang hari. Kalau sudah makan di sini tidak perlu khawatir akan kelaparan di sepanjang kelas perkuliahan. Bahkan, banyak guyonan yang beredar, mahasiswa baru yang makan di warung ini akan kenyang sampai yudisium. 

Kuliner sekitar UM yang berpotensi bikin macet

Warung tenda biru ini menjadi salah satu kuliner sekitar Universitas Negeri Malang yang digemari mahasiswa. Saya nggak heran sih, harga dan porsinya memang menggiurkan mahasiswa yang berkantong cekak. Belum lagi rasa dan pilihan menu yang beragam. 

Saking ramainya warung ini, kadang kendaraan-kendaraan yang terparkir menimbulkan kemacetan di Jalan Terusan Surabaya. Tidak hanya pengendara yang akan dirugikan, pejalan kaki pun akan kesulitan melintas karena antrean dan parkir kendaraan. Bisa jadi kehadiran warung tenda biru ini menjadi penyelamatan bagi mahasiswa, tapi menimbulkan kejengkelan di hati pengguna jalan. 

Itu mengapa saya menyarankan untuk para pelanggan warung tenda biru untuk tidak membawa kendaraan. Kalau memang terpaksa, kalian bisa parkir di kampus UM lalu berjalan kaki ke tempat ini. Tempatnya nggak jauh kok, nggak bakal membuat kalian ngos-ngosan. Saran lain, pelanggan bisa membungkus makanannya. Selain terbatasnya tempat parkir, tempat makan ini sebenarnya cukup sempit. 

Akhir kata, saya ingin mengucapkan beribu bahkan berjuta terima kasih kepada pemilik warung ini. Terima kasih telah menjadi tempat kuliner sekitar UM yang ramah kantong mahasiswa. Saya yakin pemilik warung juga menerapkan berbagai siasat agar menunya tetap terjangkau. Strategi yang saya rasa tidak mudah di tengah kenaikan bahan makanan. 

Penulis: Ahmad Fahrizal Ilham
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Jurusan Ilmu Komunikasi: Kuliahnya Nggak Gampang, Cari Kerjanya Susah. Pantas Aja Masuk Daftar Jurusan Paling Disesali!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2024 oleh

Tags: kuliner sekitar UMMahasiswa UMUMUniversitas Malangwarung tenda biru
Ahmad Fahrizal Ilham

Ahmad Fahrizal Ilham

Berasal dari Malang, dengan ketertarikan mendalam pada narasi kemanusiaan. Ia meyakini bahwa cerita terbaik sering kali tidak ditulis, melainkan dirasakan dari detak jantung pemiliknya

ArtikelTerkait

Kebijakan Pembayaran Kantin UM Wajib Cashless Tidak Ramah Mahasiswa Kabupaten dan Penyandang Cashless Literal

Kebijakan Pembayaran Kantin UM Wajib Cashless Tidak Ramah Mahasiswa Kabupaten dan Penyandang Cashless Literal

1 Februari 2024
3 Hal yang Wajar di Kampus UM, tapi Nggak Lumrah di Kampus Lain di Malang Mojok.co alasan daftar UM

3 Hal yang Wajar di Kampus UM, tapi Nggak Lumrah di Kampus Lain di Malang

12 September 2025
4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang

4 Hal yang Bakal Saya Rindukan setelah Lulus dari UM Malang

29 Oktober 2025
universitas mahasantuy

Alasan UM Dikenal Sebagai Universitas Mahasantuy

14 April 2020
Selempang Cum Laude untuk Wisuda: Penting, tapi Tidak Sepenting Itu biaya wisuda, malang, kampus di malang

Perbandingan Biaya Wisuda Kampus Negeri vs Swasta di Malang yang Amat Jomplang, Masih Tega Nyuruh Tarik Biaya Wisuda Lebih Tinggi?

5 Juli 2024
3 Hal Nggak Enaknya Jadi Mahasiswa UM terminal mojok.co

3 Hal Nggak Enaknya Jadi Mahasiswa UM

5 Desember 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN (Shutterstock)

Sebagai Buruh Pabrik, Saya Juga Ingin WFH Seperti ASN

3 April 2026
Kecamatan Antapani Bandung Menang Mewah, tapi Gak Terurus (Unsplash)

Kecamatan Antapani Bandung, Sebuah Tempat yang Indah sekaligus Rapuh, Nyaman sekaligus Macet, Niatnya Modern tapi Nggak Terurus

5 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026
Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Aerox Motor Yamaha Paling Menderita dalam Sejarah (unsplash)

Aerox: Motor Yamaha Paling Menderita, Nama Baik dan Potensi Motor Ini Dibunuh oleh Pengguna Jamet nan Brengsek yang Ugal-ugalan di Jalan Raya

8 April 2026
Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

7 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM
  • Sumbangan Pernikahan di Desa Menjebak dan Bikin Menderita: Maksa Utang demi Tak Dihina, Jika Tak Ikuti Dicap “Ora Njawani”
  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Kerja Tahunan Cuma Bisa Beli Honda Supra X 125 Kepala Geter di Umur 30, Dihina Anak Gagal tapi Jadi Motor Tangguh Simbol Keluarga Bahagia
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.