Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Kondisi Sosial-Politik Ba Sing Se Ini Jangan Sampai Terjadi di Indonesia

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
29 Mei 2021
A A
Kondisi Sosial-Politik Ba Sing Se Ini Jangan Sampai Terjadi di Indonesia terminal mojok.co

Kondisi Sosial-Politik Ba Sing Se Ini Jangan Sampai Terjadi di Indonesia terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Ba Sing Se adalah kota yang menarik dan fenomenal dalam serial film Avatar The Legend of Aang. Kenapa fenomenal? Lantaran kota ini merupakan satu-satunya wilayah yang belum terjajah sama sekali oleh kolonialisme Negara Api. Lantas muncul sebuah mitos bahwa Ba Sing Se adalah “kota yang tidak bisa ditembus”. Bahkan sekelas Paman Iroh, seorang jenderal yang paling terkemuka di Negara Api saja gagal menembus Ba Sing Se.

Meskipun sebenarnya, ketika Paman Iroh lengser dari jabatannya, justru Azula si putri Raja Api Ozai, berhasil mematahkan mitos tersebut dan berhasil menguasai kota ini. Tentunya, dengan akal cerdasnya, Azula menembus Ba Sing Se dengan cara menyamar sebagai pasukan Kyoshi dan mengkudeta Raja Kuei si Raja Bumi yang ke-52.

Namun, di balik fenomenalnya Ba Sing Se, saya di sini justru tertarik melihat berbagai kondisi sosial-politik yang terjadi di kota ini. Terlebih, beberapa kondisi sosial-politik tersebut, menurut saya jangan sampai terjadi di negeri tercinta kita ini. Pasalnya, jika sampai terjadi, nanti bakal berabe jadinya.

#1 Terdapat kelas sosial

Kondisi sosial yang paling menonjol dari Ba Sing Se adalah terdapat perbedaan kelas sosial yang cukup menonjol di masyarakat. Bahkan perbedaan kelas sosial tersebut dilegitimasi hingga dibuatkan tembok raksasa sebagai pembatas bagi kelas menengah ke atas dan kelas bawah.

Setidaknya terdapat tiga kelas sosial di dalam masyarakat Ba Sing Se. Pertama, lingkaran terbawah yang berisi pendatang baru, pengerajin, seniman, berandalan, dan orang-orang miskin. Kedua, lingkaran tengah yang berisi pusat perbelanjaan, keuangan, restoran, bahkan kegiatan pendidikan seperti universitas. Ketiga, lingkaran teratas yang berisi orang-orang penting seperti elite politik, pelayan pemerintahan, tamu raja, dan lain sebagainya.

Kondisi sosial seperti ini yang jangan sampai terjadi di negeri kita. Meskipun menurut Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin di negeri kita meningkat, sekitar 26,42 juta orang per-bulan Maret 2020. Namun, setidaknya jangan sampai mereka yang tergolong sebagai kelas bawah malah disisihkan, diisolasi, ditempatkan di lokasi khusus.

Misal, diisolasi ke sebuah perkampungan kumuh, disisihkan di sebuah pemukiman kolong jembatan, atau bahkan dibuatkan tembok raksasa sebagai pembatas atas kedudukan kelas mereka, layaknya di Ba Sing Se.

Kalau sampai ini terjadi, yang kaya akan semakin kaya, dan yang miskin akan semakin miskin oleh kehidupan mereka masing-masing.

Baca Juga:

Gresik Kota dan Gresik Selatan, Representasi Ba Sing Se di Kehidupan Nyata: Kesenjangannya bagai Langit dan Bumi

Depok Jawa Barat Adalah Kota Jajahan Negara Api di Universe Avatar, Semakin Terasa Menyiksa Saat Musim Hujan

Sudah kelas bawah, hidupnya susah, eh malah diisolasi kehidupannya. Kan, kasihan! Mending saling berbaur, agar dapat saling membantu, gotong royong, dan menciptakan kesejahteraan sosial bersama-sama.

#2 Dai Li sebagai aparatur represif negara

Menurut Joo Dee, Dai Li merupakan para penjaga tradisi. Namun, nyatanya yang terjadi, justru Dai Li merupakan aparatur represif dalam naungan Long Feng, seorang penasihat raja sekaligus perdana menteri.

Dai Li siap menangkap siapa pun yang berusaha membuat kegaduhan ataupun memberontak kepada pemerintah. Meskipun pemberontakan tersebut demi kebaikan Ba Sing Se itu sendiri, seperti pemberontakan tim Avatar yang berusaha menyadarkan raja atas kudeta yang dilakukan Long Feng.

Memang sih, aparatur negara itu bertugas untuk menertibkan kegaduhan di masyarakat. Tapi, mbok ya, jangan sampai represif, begitu loh. Saya sendiri selaku mahasiswa yang pernah ikut demo memprotes kebijakan pemerintah, cukup prihatin ketika ada aparat yang menangkap teman-teman saya secara represif ketika demo berlangsung.

Ya, kalau bisa, jangan sampai kelakuan Dai Li di Ba Sing Se ini ditiru oleh aparat di negeri tercinta kita ini. Terlalu banyak kerugian kalau main represif. Lebih baik main sama-sama enak saja-lah, seperti dialog bersama.

#3 Raja tidak mengetahui kondisi rakyatnya

Dikarenakan hasutan Long Feng tentang kedamaian dan kesejahteraan Ba Sing Se, akhirnya Raja Kuei tidak pernah keluar istananya sama sekali. Raja Kuei pertama kali keluar istana ketika tim Avatar berusaha membuktikan kudeta yang dilakukan oleh penasihatnya, Long Feng. Hingga Raja Kuei menyadari bahwa betapa menyedihkannya kondisi rakyatnya selama ini.

Kondisi politik seperti ini yang sangat membahayakan ketika terjadi di negeri kita. Ketika seorang pemimpin tidak pernah keluar istananya sama sekali untuk melihat rakyatnya, meskipun rakyatnya sedang kesusahan. Tau saja tidak, apalagi menyejahterakan rakyatnya.

Untungnya, para pemimpin, pejabat dan elite pemerintahan kita tidak begitu. Mereka semua kerjanya suka blusukan sana-sini, melihat kondisi masyarakat secara langsung. Apalagi ketika sedang musim kampanye, dapat dipastikan para calon pemimpin kita akan blusukan dan membaur di masyarakat.

#4 Sugesti kedamaian

Seluruh masyarakat di Ba Sing Se dipaksa berpikiran bahwa kondisi yang terjadi selama ini damai-damai saja. Mereka juga dilarang berbicara mengenai perang yang terjadi selama ratusan tahun lamanya. Begitulah yang diungkapkan oleh seorang pegawai pemerintah bernama Pao dengan ketakutan bahwa, “Kau tidak bisa berbicara perang di sini (Ba Sing Se).”

Bahkan Jet, si pemimpin pasukan kebebasan, pernah dicuci otak oleh Dai Li atas kegaduhannya di sebuah kedai teh. Hingga akhirnya, Jet berpikiran bahwa dirinya hidup damai selama di Ba Sing Se dan tidak pernah melakukan kegaduhan.

Ini lebih mengerikan lagi menurut saya. Pasalnya, kedamaian yang diciptakan hanyalah kedamaian ilusi belaka.

Saya jadi teringat dengan cerita orang tua saya ketika hidup di masa orde baru. Menurut mereka, di masa itu media penyiaran dilarang memberitakan hal-hal buruk yang terjadi di negeri sendiri. Jadi, masyarakat selalu dijejali oleh informasi yang baik-baik saja.

Untungnya, setelah terjadi reformasi besar-besaran, media penyiaran lebih dibebaskan memberitakan informasi apa pun kepada khalayak publik. Namun, yang penting empiris dan tidak melanggar kode etik jurnalistik.

Sumber Gambar: YouTube GinZuko

BACA JUGA Tembok Ba Sing Se dalam Avatar Aang: Sebuah Kesenjangan Sosial dengan Dalih Keamanan Negara dan tulisan Mohammad Maulana Iqbal lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2021 oleh

Tags: avatarBa Sing SeHiburan Terminal
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Terkadang sedikit halu.

ArtikelTerkait

Ratusan Lagu K-Pop Hilang dari Spotify, Berikut Alternatif Platform Streaming Untuk Pencinta K-Pop Terminal Mojok

Mana yang (Beneran) Lebih Unggul, Spotify atau YouTube Music?

11 Juni 2021
asal usul berak duduk ala barat mojok

Sejarah Berak Duduk ala Barat dan Budaya Berak sambil Bercengkrama

4 Agustus 2021
Kota Depok Layak Disebut sebagai Kota Avatar Saat Musim Hujan terminal mojok.co

Kota Depok Layak Disebut sebagai Kota Avatar Saat Musim Hujan

2 November 2020

3 Kasus di Drama Korea ‘Law School’ yang Bisa Ditemukan di Indonesia

9 Juni 2021
'Tokyo Drift' Adalah Franchise 'Fast and Furious' Terbaik terminal mojok.co

‘Tokyo Drift’ Adalah Franchise ‘Fast and Furious’ Terbaik

29 Juni 2021
Di Kampung Saya, Orang-orang Lebih Suka Main PES Dibanding FIFA terminal mojok.co

Sudah Semestinya Rental PS Hanya Boleh untuk Umur 18+ Saja

24 Juni 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

13 Januari 2026
Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo Mojok.co

Tempat Lahirnya Para Pahlawan, Satu-satunya Hal yang Bisa Dibanggakan dari Purworejo

14 Januari 2026
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Fenomena Alumni Abadi di Organisasi Kampus: Sarjana Pengangguran yang Hobi Mengintervensi Junior demi Merawat Ego yang Remuk di Dunia Kerja

18 Januari 2026
8 Istilah Bahasa Jawa yang Orang Jawa Sendiri Salah Paham (Unsplash)

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

18 Januari 2026
Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan Pembayaran QRIS ke Pembeli  Mojok.co

Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan QRIS ke Pembeli 

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.