Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Klub Sepak Bola di Jawa Barat Bukan Cuman Persib atau Persikabo doang, Bos!

Raihan Rizkuloh Gantiar Putra oleh Raihan Rizkuloh Gantiar Putra
3 Februari 2021
A A
klub sepak bola di jawa barat mojok

klub sepak bola di jawa barat mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Hegemoni persepakbolaan di Jawa Barat, sejauh mata memandang, memang didominasi oleh Persib Bandung. Klub yang berdiri pada 1933 ini menjelma sebagai salah satu klub terbaik sekaligus terkaya di negeri ini dengan julukan “Los Galacticos-nya Indonesia”. Keuangan yang mandiri, prestasi, serta basis fans yang militan merupakan hal-hal yang membikin “Pangeran Biru” begitu populer di Jawa Barat. Hampir seluruh warga Jawa Barat adalah ‘Bobotoh’ (sebutan fans Persib). Tak ayal, orang-orang (terutama yang berada di luar Jabar) kerap menganggap bahwa di Jawa Barat cuman ada Persib saja.

Hal ini mungkin benar dan mungkin juga tidak. Klub-klub asal Jawa Barat memang sulit untuk mengimbangi hegemoni Persib. Apalagi Persib sudah berbentuk badan usaha PT. Persib Bandung Bermartabat yang, boleh dibilang, cukup sukses dalam mengelola klub ini baik dari segi manajemen maupun keuangan. Di sisi lain, kebanyakan klub di Jawa Barat memang masih bergantung pada dana APBD atau paling tidak investor yang datang sesekali dan pergi juga seenaknya. Bagaimanapun, industrialisasi sepak bola membikin investor hanya ingin menyuntik klub yang “menjual” saja. Hal-hal inilah yang membuat banyak klub-klub di Jawa Barat sulit untuk mengimbangi Persib. Ya, keuangan memang selalu menjadi momok menakutkan bagi klub-klub yang tergilas zaman.

Di Liga 1, kita mengenal Persikabo 1973 yang bermarkas di Bogor. Meski cara untuk naik tingkatnya fasad betul, yakni PS Tira yang merger dengan Persikabo—yang sebetulnya masih berada di Liga 3. PS Tira jelas meminjam nama Persikabo untuk menarik perhatian Kabomania agar bisa mendukung klub mereka kelak. Mereka sadar bahwa nama ‘PS Tira’ sama sekali tidak menjual. Apalagi mengingat sejarahnya yang ujug–ujug sudah ada di kasta tinggi persepakbolaan Indonesia. Namun, tentu kurang adil rasanya jika kita melupakan klub sepak bola di Jawa Barat lainnya hanya karena mereka kurang populer atau hanya karena tidak bisa mengikuti zaman saja.

Di Jabar bagian selatan, kita mengenal PSGC Ciamis, Persikotas Tasikmalaya, Perkesit Cianjur, hingga Persigar Garut. Yang pertama adalah klub yang boleh dibilang cukup familiar, setidaknya untuk warga Jawa Barat sendiri. Tim berjuluk “Laskar Galuh” yang bermarkas di Stadion Galuh Ciamis ini pada 2019 sempat menancapkan dirinya kembali di Liga 2. Dalam perjalanan merajut asa menuju Liga 1 itu, mereka harus puas terdegradasi dan hingga sekarang masih berjuang (kembali) di Liga 3. Prestasi terbaik mereka adalah menjadi semifinalis Divisi Utama 2014 lalu.

Beralih ke bagian utara dan wilayah pantura, ada PSGJ Cirebon dan PSIT Cirebon, Persima Majalengka, Pesik Kuningan, Persika Karawang, Persindra Indramayu, hingga Persipasi Kota Bekasi dan Persikasi Kabupaten Bekasi. Selain Persika Karawang dan Persipasi, seluruh klub di wilayah ini belum pernah promosi ke Liga 2. Untuk Persipasi sendiri, meski sempat melebur dengan Pelita Bandung Raya dan menjadi “Persipasi Bandung Raya” di ISL 2015, namun karena pada saat itu kompetisi PSSI dibekukan oleh FIFA, maka impian untuk bermain di level tertinggi pun kandas. Identitas Persipasi pun kini dipertanyakan karena seluruh saham sudah dibeli Achsanul Qosasi yang mengubah nama klub ini menjadi Madura United. Namun, kini, melalui Rahmat Effendi sebagai Wali Kota, Kota Bekasi sudah mendirikan klub baru pengganti Persipasi bernama Patriot Candrabhaga.

Di Bandung Raya, ada Persikab Kabupaten Bandung yang sudah sedikit saya bahas di sini. Selain Persikab, ada juga Persikabbar Kabupaten Bandung Barat. Sama seperti Persikab, mereka juga masih berada di Liga 3. Yang paling mengejutkan tentu PSKC Kota Cimahi yang berhasil promosi ke Liga 2 tahun ini. Tim yang dilatih legenda Persib, Robby Darwis, ini kini sedang mempersiapkan diri dengan mantap agar bisa berbicara banyak di Liga 2.

Di Bogor raya, selain Persikabo, ada juga klub bernama PSB Bogor yang kini masih tertahan di Liga 3 seri 2 zona Jawa Barat. Di Depok, daerah yang sering dibully karena inovasi wali kotanya yang kelewat inspiratif, ada Persikad Depok yang malang melintang di dunia persepakbolaan Indonesia. Mereka pernah berpeluang masuk ke kasta tertinggi sepakbola Indonesia andai PSSI tak mengubah regulasi dari Liga Indonesia menjadi Liga Super Indonesia pada 2007 lalu. Meski mereka akhirnya tetap konsisten di Divisi Utama, namun, karena permasalahan finansial, tim berjuluk Serigala Margonda ini dijual dan berganti nama menjadi Bogor FC pada 2017 kemarin. Namun, kini, berkat kekecewaan masyarakat Depok atas hilangnya Persikad, muncul Persikad  baru bernama Persikad 1999. Selain tim ini, kita bahkan dikejutkan dengan klub Red Bull Depok FC yang sempat disomasi oleh Redbull (ada-ada saja!) dan akhirnya mengganti logo klubnya.

Klub sepak bola di Jawa Barat yang saya sebut di atas sudah barang tentu tak banyak dikenal oleh banyak orang, bahkan mungkin oleh orang Jawa Barat sendiri. Bahkan, beberapa tahun ke belakang klub-sepak bola di Jawa Barat juga sudah semakin banyak—yang tentu akan terlalu panjang jika dibahas di sini. Tetapi, di tengah-tengah popularitas Persib atau Persikabo yang acap kali dianggap sebagai representasi dwitunggal sepak bola di Jawa Barat, klub-klub di atas nyatanya juga sedang bergeliat menyiapkan rancangan dan strategi agar bisa tetap eksis di kancah persepakbolaan Jawa Barat bahkan Indonesia.

Baca Juga:

5 Hal yang Bisa Dibanggakan dari Kota Bandung meski Tata Kelolanya Buruk dan Transportasi Umumnya Tidak Layak

Perdebatan Tidak Perlu Antara Fans Blackpink dan Fans Persija Jakarta

BACA JUGA Persikab Kabupaten Bandung Mati di Tanahnya Sendiri dan tulisan Raihan Rizkuloh Gantiar Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2022 oleh

Tags: klub sepak bola di jawa baratpersibpersikabops tira
Raihan Rizkuloh Gantiar Putra

Raihan Rizkuloh Gantiar Putra

Duh, lieur kieu euy.

ArtikelTerkait

5 Hal yang Bisa Dibanggakan Kota Bandung meski Tata Kelolanya Buruk dan Transportasi Umumnya Tidak Layak

5 Hal yang Bisa Dibanggakan dari Kota Bandung meski Tata Kelolanya Buruk dan Transportasi Umumnya Tidak Layak

6 Januari 2026
persikab kabupaten Bandung dan 4 Kuliner Legendaris yang Wajib Dicoba MOJOK.CO

Persikab Kabupaten Bandung Mati di Tanahnya Sendiri

29 Januari 2021
Sumber gambar: Akun Twitter Persib English

Meski Sama-sama Rame Sponsor, Jersi Persib Lebih Mendingan ketimbang Bali United

8 September 2021
Perdebatan Tidak Perlu Antara Fans Blackpink dan Fans Persija Jakarta (Unsplash)

Perdebatan Tidak Perlu Antara Fans Blackpink dan Fans Persija Jakarta

6 Maret 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Tanya Rekomendasi Tempat Wisata ke Orang Bandung karena Orang Bandung Asli Biasanya Nggak Tahu

Derita Menikah dengan Orang Bandung: Tidak Pernah Merasakan Drama Mudik hingga Selalu Diejek

21 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Terminal Ir Soekarno Klaten Terminal Terbaik di Jawa Tengah

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

18 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

5 Kasta Kursi KA Probowangi yang Menentukan Nyaman Tidaknya Perjalanan Mudikmu

15 Maret 2026
BEM Unesa Gerombolan Mahasiswa Malas Kerja, Cuma Cari Muka (Ardhan Febriansyah via Wikimedia Commons)

Kuliah di Unesa Surabaya Itu Sangat Menyenangkan, asal Dosennya Betul-betul Ngajar, Bukan Ngebet Jurnal

20 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.