Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Ketika Seorang Montir Senior Nyamar Menjadi Pelanggan dan Diporotin oleh Montir Lain

Erwin Setiawan oleh Erwin Setiawan
9 Desember 2020
A A
Busi Bukan Satu-satunya Penyebab Mesin Pincang dan Montir Perlu Jujur Mengatakannya terminal mojok.co

Busi Bukan Satu-satunya Penyebab Mesin Pincang dan Montir Perlu Jujur Mengatakannya terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Profesi saya sebagai montir mendatangkan banyak pengalaman unik, salah satunya adalah diporotin montir lain. Ya, bener, ada teman seprofesi yang berusaha minteri untuk moroti pelanggan.

“Belt-nya harus ganti ini, Pak, sudah retak-retak!” Kata montir yang memperbaiki CVT Mio J istri saya.

Sambil malas-malasan saya pun mencoba memperhatikan kondisi belt CVT yang dimaksud. Saya amati bentuk komponen tersebut, retakan yang ditunjuk saya pikir tidak berpengaruh pada performa CVT karena letaknya ada di tengah, sementara belt tipe ini yang menjadi gaya gesek utama adalah bagian samping. Waduh belibet ngejelasinnya, yang pasti saya yakin retakan itu tidak berpengaruh apa-apa seandainya dibiarkan saja.

Saya yakin, bila yang mendapatkan keterangan seperti itu adalah orang awam ia akan percaya begitu saja dengan dikte montir tersebut. Iya lah dikte, karena ia menggunakan kata “harus”.

Padahal yang harusnya blio lakukan nggak kayak gitu. Sebaiknya yang dilakukan seorang montir adalah menyarankan untuk melakukan penggantian dengan alasan-alasan yang jelas. Seperti yang saya pahami, ada lima alasan kenapa komponen tersebut perlu diajukan ke pelanggan untuk diganti.

Pertama adalah faktor safety. Satu-satunya faktor yang boleh agak dipaksa adalah faktor ini, namun tetap saja tidak boleh menggunakan kata “harus”. Melainkan menggunakan kata anjuran seperti “sebaiknya” atau “alangkah baiknya” karena kembali lagi, tugas seorang montir itu bukan memaksa atau menakut-nakuti pelanggan agar mau membeli sparepart.

Contohnya ada kebocoran pada saluran bahan bakar, mau tidak mau kebocoran tersebut perlu diperbaiki atau bahkan perlu diganti komponennya jika masih menginginkan terhindar dari risiko kebakaran. Namun, sekali lagi keputusan ada pada pelanggan mau menggantinya atau tidak. Dengan memberi penjelasan sejelas-jelasnya seperti itu seorang montir akan lebih dipercaya.

Faktor kedua adalah drivability. Hal ini berkaitan dengan perasaan pengendara dalam berkendara atau biasa kita sebut dengan performa. Misal mesin tarikan berat, brebet, atau bisa juga steer-nya narik, rem nggak pakem dan lain sebagainya. Silakan saja seorang montir menyarankan untuk mengganti komponen tertentu, asal diikuti alasan yang jelas.

Baca Juga:

Honda CS1, Motor yang Bikin Saya Menderita: Udah Servisnya Mahal, Disinisin Montir di Bengkel pula

5 Motor Matic yang Meresahkan di Jalanan dan Sering Dihujat, Awas Panas!

Faktor ketiga adalah comfortability. Kenyamanan. Tentu dalam hal kenyamanan setiap orang akan memiliki standar yang berbeda-beda. Orang yang biasa mengendarai Toyota Alphard, akan merasa tidak nyaman saat mengendarai Toyota Avanza. Namun, orang yang biasa naik angkot akan merasa sangat nyaman saat berkendara dengan Toyota Avanza. Sehingga, dalam menyarankan penggantian komponen perlu dijelaskan, jika komponen tersebut tidak diganti bunyi masih akan terdengar atau lain sebagainya. Saya pikir pelanggan justru akan merasa senang ketika menerima banyak saran penggantian, asal jelas alasannya.

Faktor keempat adalah durability. Setiap komponen kendaraan tentu ada masa ketahanannya. Seperti karet-karet begitu, meski secara fisik tidak nampak pecah atau rusak, sebenarnya sifat karet yang elastis akan mengalami penurunan. Sehingga karet yang seharusnya meredam getaran misal, akan mengalami penurunan fungsi dalam meredam getaran.

Yang kelima adalah faktor aesthetics. Keindahan. Tentu seorang montir tidak salah ketika menawarkan suatu komponen yang bisa mempercantik kendaraan pelanggan.

Dengan alasan-alasan yang jelas tersebut, saya pikir pelanggan akan sangat senang menerimanya. Berbedalah dengan stigma yang beredar di masyarakat, setiap mendapatkan list estimasi yang sangat banyak dikiranya sedang diporotin. Bukan!

Justru dengan memberikan list estimasi yang lengkap seorang montir sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Pilih mana coba, kerusakan pada kendaraan tidak terdeteksi atau terdeteksi semua? Lah, kalau tidak terdeteksi ngapain datang ke bengkel?

Sama kayak kita datang ke rumah sakit untuk melakukan medical check-up. Semakin lengkap tes yang dilakukan, maka harganya semakin mahal. Dan pasien perlu senang hati ketika menerima hasilnya, baik hasilnya negatif atau positif.

Jangan sampai sudah bayar mahal, eh hasilnya tidak akurat. Seseorang yang seharusnya dinyatakan positif terinfeksi virus, tapi dinyatakan negatif demi membahagiakan pasien tersebut. Wah ini nggak bener! Sama montir juga seperti itu.

Kembali lagi ke cerita. Saya lalu berkilah dengan memberikan alasan paling manjur: uang.

“Mas, beltnya nggak usah diganti dulu bisa? Soalnya saya bawa uangnya mepet!” Jelas saya memberi alasan agar komponen itu tidak diganti.

Bukannya nurut, montir tersebut malah menakut-nakuti saya dengan mengatakan pihak bengkel tidak akan bertanggung jawab bila performanya berkurang dengan tidak mengganti belt tersebut.

Oh my gosh, saya pun merasa tertantang. Sehingga saya pun menyaksikan proses perbaikan CVT tersebut hingga selesai. Siapa tahu performanya buruk bukan karena belt tapi komponen lain yang kurang bagus. Tapi, alhamdulillah, sampai dua tahun ini CVT Mio J istri saya baik-baik saja.

Alangkah baiknya montir tersebut menjelaskan kepada saya alasan disarankan untuk ganti belt adalah masalah ketahanan part tersebut yang sudah mulai retak, sehingga ditakutkan kualitas servis CVT kurang maksimal. Dengan begitu saya akan lebih senang dan cenderung berpikir untuk jangka panjang. Kalau memang uang saya cukup, pasti saya lebih memilih untuk menggantinya saja.

Jujur sebagai seorang montir saya perlu menyampaikan ini. Saya pun tidak suka jika dicap sukanya morotin pelanggan. Saya mengajak khususnya kepada para montir untuk komunikatif, tujuannya tentu demi citra baik. Pelanggan datang karena percaya dengan skill kita, bukan untuk diporotin. Catet, ya, Gaes!

Seandainya saya mengaku seorang montir kepada montir tersebut, mungkin ceritanya akan berbeda. Sebagai montir yang pernah kedatangan seorang montir senior juga saya pernah merasa grogi. Bahkan cenderung mengatakan, “Sudah lah, Pak! Kerjain sendiri saja, nih!”

Itulah sebabnya saya merahasiakan profesi saya di hadapan montir tersebut. Bukan mau ngerjain, bukan!

BACA JUGA Sebenarnya Bahaya Nggak sih Flushing Oli Mesin Menggunakan Solar? dan tulisan Erwin Setiawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 Desember 2020 oleh

Tags: miomontir
Erwin Setiawan

Erwin Setiawan

Seorang montir yang berusaha melihat mata Tuhan.

ArtikelTerkait

yamaha mio m3 blue core mojok

Yamaha Mio M3 Nggak (Lagi) Suka Nguyup Bensin Berkat Blue Core

28 September 2020
Honda CS1, Motor yang Bikin Saya Menderita: Udah Servisnya Mahal, Disinisin Montir di Bengkel pula

Honda CS1, Motor yang Bikin Saya Menderita: Udah Servisnya Mahal, Disinisin Montir di Bengkel pula

14 Maret 2024
montir

Surat Protes dari Montir: Pelanggan Memang Raja, tapi Jangan Nyusahin Juga dong

10 Juni 2020
Yamaha Aerox, Motor yang Aneh, Mahal, dan Suspensi kayak Batu (Unsplash) motor matic

5 Motor Matic yang Meresahkan di Jalanan dan Sering Dihujat, Awas Panas!

30 Januari 2024
6 Fakta Soal Motor Matic yang Tidak Diketahui Perempuan

6 Fakta Soal Motor Matic yang Tidak Diketahui Perempuan

26 November 2022
Suzuki Skywave 125: Dulu Dibenci, tapi Sekarang Banyak Dicari

Suzuki Skywave 125: Dulu Dibenci, tapi Sekarang Banyak Dicari

16 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Purwokerto Memang Kota Wisata, tapi Wisatawan Tak Diberi Petunjuk dan Dibiarkan Bingung Mau ke Mana

5 Februari 2026
Alun-Alun Jember Nusantara yang Rusak (Lagi) Nggak Melulu Salah Warga, Ada Persoalan Lebih Besar di Baliknya Mojok.co

Jember Gagal Total Jadi Kota Wisata: Pemimpinnya Sibuk Pencitraan, Pengelolaan Wisatanya Amburadul Nggak Karuan 

6 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil Mojok.co

Pemuda Pati Takut Menikah karena Standar Mahar Nggak Masuk Akal seperti Duit Ratusan Juta, Motor, bahkan Mobil

7 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Wisuda TK Rasa Resepsi Pernikahan: Hentikan Normalisasi Pungutan Jutaan Rupiah Demi Foto Toga, Padahal Anak Masih Sering Ngompol di Celana
  • Salah Kaprah soal Pasar Jangkang yang Katanya Buka Setiap Wage dan Cuma Jual Hewan Ternak
  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.