Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Kereta Prameks Nggak Ramah untuk Lansia, Harus Jalan Sangat Jauh dan Penumpangnya Masih Kurang Kesadaran!

Rizqian Syah Ultsani oleh Rizqian Syah Ultsani
4 April 2025
A A
Menyetel Konten Dakwah itu Baik tapi Tidak dengan Suara Keras di Dalam Prameks kereta prameks

Menyetel Konten Dakwah Memang Baik, tapi Tidak dengan Suara Keras di Dalam Prameks (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kereta Prameks masih kurang ramah untuk lansia, padahal transportasi umum harusnya inklusif dan ramah untuk semua kalangan

Saya punya anggapan kalau kota atau negara yang maju adalah yang punya transportasi umum yang mapan dan budaya warganya yang baik dalam menggunakannya. Argumen ini sering saya katakan pada orang di sekeliling saya. Dan saya rasa banyak yang juga sepakat dengan hal ini.

Sebab, transportasi umum adalah hak warga masyarakat harusnya pemerintah lebih mengutamakan transportasi umum. Baik dalam dan antar kota terutama di perkotaan, ketimbang hanya berfokus pada moda transportasi jalan raya yang sudah pasti ujung-ujungnya macet.

Di kota Yogyakarta, dari dulu diberkahi sama beberapa transportasi umum dari angkot seperti colt kampus, bis kota (Kopata, Aspada, Kobutri, dll), sampai kereta api lokal dan jarak jauh. Cerita tentang kereta lokal jadi salah satu hal yang seksi untuk dibahas pada konteks Jogja. Setidaknya ada dua trayek kereta lokal, satu ke Solo di timur dan satu ke arah Kutoarjo di barat.

Yang ke arah Solo menggunakan armada yang cukup baru yaitu kereta rel listrik alias KRL yang dulu cuma bisa ditemui di Jabodetabek. Adanya KRL di DAOP 6 wabil khusus di jalur Jogja-Solo ini konon kabarnya bikin jalur lainnya di Jawa “iri” karena juga kepingin ada KRL di jalurnya.

Yang ke arah Kutoarjo adalah kereta legend yang sudah sejak lama meroda di jalur rel Jogja yaitu kereta Prambanan Ekspres alias Prameks yang dulu jadi tulang punggung kereta lokal Jogja-Solo yang kemudian diperpanjang sampai Kutoarjo. Sejak ada KRL Jogja-Solo, trayeknya jadi cuma Jogja-Kutoarjo. Banyak penglaju Jogja pasti punya kenangan di kereta rel diesel satu ini.

Kalau membahas kereta Prameks, nggak cuma dari sisi legendarisnya seperti yang pernah saya tulis. Tapi, juga transformasinya yang semakin bagus secara armada dan fasilitas.

Kereta Prameks nggak ramah lansia

Dulu rangkaian gerbong Prameks adalah gerbong bekas dari kereta buatan Jepang, bekas KRL yang disulap jadi KRD, berkursi tegak yang bikin punggung sakit semua, serta keberadaan penumpang yang duduk ngamper di lantai. Sekarang, Prameks bertransformasi jadi menggunakan rangakian kereta baru yang sama dengan kereta Bandara YIA reguler dengan bangku penumpang seperti pada kereta ekonomi premium. Pokoknya jadi lebih baik dan tertib.

Baca Juga:

Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin: Sosok Lansia Produktif dan Berdaya yang Patut Kita Tiru

Fenomena “Zombie Apocalypse” di Stasiun Tugu Yogyakarta dan KRL Jogja Solo, Kapan Berbenah?

Saya sebagai pengguna Prameks sejak masih bertrayek ke Solo sampai yang sekarang cuma ke Kutoarjo, merasakan perubahan yang lebih baik. Tapi di balik fasilitasnya yang sudah oke dalam melayani perjalanan dari Jogja ke Kutoarjo dan sebaliknya, ada kekurangan Prameks yang bikin penumpang terutama yang berusia lanjut berpikir dua kali untuk naik Prameks.

Yang pertama terkait dengan letak peron untuk Prameks yang jauh dari pintu masuk kereta lokal di Stasiun Yogyakarta. Pintu masuk tempat penumpang nge-tap kartu atau tiket berada di selatan. Sedangkan kereta Prameks berada di peron 6 yang mana itu adalah jalur paling utara. Beda sama peron kereta Bandara atau KRL yang ada di selatan dekat pintu masuk.

Ini bikin calon penumpang Prameks harus menembus riuhnya Stasiun Tugu. Terutama di akhir pekan atau liburan dengan menyebrang sekian rel kereta. Bahkan sesekali masuk ke kereta lain untuk menuju ke peron 6. Yang anak muda saja mengkis-mengkis karena harus jalan sejauh itu dan menerjang berbagai obstacle-nya. Apalagi bagi lansia yang untuk jalan saja sudah sulit.

Bisa diperbaiki, dan harus diperbaiki

Yang kedua soal budaya memberi tempat duduk kepada penumpang prioritas, khususnya lansia. Pengalaman saya naik Prameks dari Stasiun Wates ke Jogja, di mana kereta sudah hampir penuh karena terisi penumpang dari Stasiun Kutoarjo, ada satu lansia yang juga naik dari Stasiun Wates tidak kebagian tempat duduk jadi harus berdiri sampai ke Stasiun Tugu. Memang jumlah penumpang Prameks tidak dibuat pas sama tempat duduk, jadi ada yang kemudian harus berdiri.

Penumpang Prameks yang saya naiki ini terkesan kurang punya kesadaran untuk memberikan tempat duduknya kepada lansia ini, padahal mereka masih muda-muda. Petugas Polsuska juga sudah berusaha mencarikan tempat duduk. Tapi penumpang lain lebih memilih untuk acuh dan melanjutkan tidur sepanjang perjalanan. Entah acting atau sungguhan, wallahu a’lam.

Dua hal ini yang bikin penumpang lansia harus mikir dua kali sebelum naik kereta Prameks. Memang harganya lebih terjangkau daripada naik kereta yang lain atau kendaraan pribadi. Tapi soal begini rasanya mending pakai kereta Bandara YIA untuk misalnya dari Jogja ke Wates atau sebaliknya. Walaupun harganya agak mahal dikit dan tiketnya lebih terbatas, tapi jauh lebih nyaman.

Mungkin ini bisa lebih diperhatikan oleh pihak terkait. Biar kita layak untuk disebut sebagai negara maju dengan transportasi umum yang bagus dan inklusif serta budaya penumpangnya yang baik.

Penulis: Rizqian Syah Ultsani
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jenis Orang Goblok yang Naik Kereta Prameks

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 April 2025 oleh

Tags: kereta PramekslansiaRuteStasiun Yogyakarta
Rizqian Syah Ultsani

Rizqian Syah Ultsani

Lulusan Sosiologi UGM yang tinggal di Jogja. Suka mengulas tentang Jogja dan segala isinya. Memiliki hobi lari.

ArtikelTerkait

Dear Bu Risma Mensos, Anak yang Menitipkan Orang Tua ke Panti Jompo Nggak Melulu Durhaka Mojok.co

Dear Bu Risma Mensos, Anak yang Menitipkan Orang Tua ke Panti Jompo Nggak Melulu Durhaka

1 Juni 2024
minyak angin

Ulasan Soal Minyak Angin dan Obat Gosok Tradisional

10 Agustus 2019
Kuda Putih: Kereta Rel Diesel Pertama di Indonesia Sekaligus Nenek Moyang Prameks kereta prameks

Kuda Putih: Kereta Rel Diesel Pertama di Indonesia Sekaligus Nenek Moyang Prameks

4 Maret 2024
Boga Group Rekrut Lansia Bekerja, Tampar Perusahaan yang Hanya Mau Rekrut Karyawan dengan Kriteria di Bawah Usia 30 tahun

Boga Group Rekrut Lansia Bekerja, Tampar Perusahaan yang Hanya Mau Rekrut Karyawan dengan Kriteria di Bawah Usia 30 tahun

1 Agustus 2024
Curhatan Seorang Caregiver: Ikhlas Merawat Agar Pasien Tetap Sehat

Curhatan Seorang Caregiver: Ikhlas Merawat Agar Pasien Tetap Sehat

4 Mei 2023
Muncul Zombie, KRL Jogja Solo dan Stasiun Tugu Perlu Berbenah (Unsplash)

Fenomena “Zombie Apocalypse” di Stasiun Tugu Yogyakarta dan KRL Jogja Solo, Kapan Berbenah?

26 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Petaka Terbesar Kampus- Dosen Menjadi Joki Skripsi (Pixabay)

Normalisasi Joki Skripsi Adalah Bukti Bahwa Pendidikan Kita Memang Transaksional: Kampus Jual Gelar, Mahasiswa Beli Kelulusan

4 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.