Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

Kembalikan Fizi “Upin Ipin” yang Dulu demi Konten yang Lebih Mendidik

Septa Aditya Katon Pamungkas oleh Septa Aditya Katon Pamungkas
6 Oktober 2022
A A
Kembalikan Fizi Upin Ipin yang Dulu demi Konten yang Lebih Mendidik Terminal Mojok

Kembalikan Fizi 'Upin Ipin' yang Dulu demi Konten yang Lebih Mendidik (Upin Ipin Fandom)

Share on FacebookShare on Twitter

Fizi dulu salah satu temannya Upin dan Ipin yang jujur dan polos, tapi kini dia berubah~

Pencinta Upin Ipin tentu sudah hafal dengan semua episode kartun satu ini lantaran sering diputar berulang kali oleh MNCTV. Lakon para bocah di Kampung Durian Runtuh yang dibumbui dengan petuah para orang tua sampai saat ini masih relevan untuk kita nikmati.

ADVERTISEMENT

Kalau kalian mengikuti kisah mereka, tentu sudah tak asing dengan jumlah personel yang wara-wiri menemani kedua bocah botak Upin dan Ipin. Jika sebelumnya hampir semua anak-anak di Tadika Mesra punya porsi untuk ambil bagian, kini hanya tersisa 8 anak yang jadi tokoh utama. Pada Upin Ipin season terbaru, praktis hanya Mei-Mei, Mail, Ehsan, Fizi, Susanti, dan Jarjit yang sering muncul. Nama-nama bocah lain seperti Ikat, Zul, atau Devi sudah jarang dan bahkan nggak pernah muncul di frame lagi kecuali setting-nya di dalam kelas. Meski begitu, kisah para bocah ini tetap seru untuk dinikmati di televisi.

Bicara soal teman-teman Upin dan Ipin, ada satu karakter yang menurut saya telah berubah jauh dari pakemnya. Kalau bocah-bocah lain masih mengikuti pakem lama dengan karakter yang relatif sama dengan kemunculan mereka pertama kali, hal itu nggak berlaku untuk sosok satu ini. Misalnya Mail, kita sudah tahu kalau dari dulu dia sosok yang cerdik dan money oriented dengan potongan wajah menyebalkan. Bahkan Mail punya theme song sendiri dan jargon dua singgit. Tokoh lain seperti Mei-Mei juga masih membekas di kepala penonton sebagai bocah paling pintar di kelas. Namun, ada satu tokoh yang benar-benar berubah dan perubahannya justru sesat.

Adalah Muhammad El Hafezzy atau yang biasa dipanggil Fizi. Anak yang terlihat polos dan apa adanya ini beberapa waktu belakangan justru jadi sosok yang boleh dibilang antagonis—selain Kak Ros tentu saja—di antara teman-teman Upin dan Ipin di Kampung Durian Runtuh. Gimana nggak berubah jadi antagonis, Fizi yang hobi nempel dengan Ehsan kerap kali melontarkan kalimat-kalimat yang menusuk hati. Ini saking jujurnya sampai omongan si Fizi terlalu tajam apa gimana, sih? Saya yang menonton saja dibuat geram oleh perubahan sikapnya.

Semua bermula ketika saya menyaksikan episode Upin Ipin yang membahas soal surga di telapak kaki ibu. Dalam episode tersebut anak-anak diberi nasihat untuk menghormati orang tua dan senantiasa berakhlak mulia. Sayangnya, Fizi dengan entengnya mengatai Upin dan Ipin tak punya surga karena tak punya orang tua. Dark, ygy.

Pada episode lainnya—yang lagi-lagi menurut saya cukup nyebelin—adalah ketika Fizi dan Ehsan dengan sombongnya memakai barang milik daddy-nya Ehsan untuk menata rambut mereka dan mengatai Upin dan Ipin, “Botak!” dengan lantang. Ya memang faktanya Upin dan Ipin botak sih, sampai sekarang pun animatornya masih mempertahankan kebotakan mereka. Tapi mbok ya lebih beradab sedikit. Coba kalau yang dibully Fizi dan Ehsan itu sekelas Zinedine Zidane, sudah diseruduk tuh bocah biar terkapar kayak Materazzi kala final Piala Dunia 2006.

Di episode lain, saat Ipin kehilangan kain merahnya, Fizi juga dengan entengnya menyuruh Ipin mengganti kain tanpa mempertimbangkan perasaan Ipin yang sangat menyukai kain itu karena merupakan peninggalan ibunya. Bukan cuma ke Upin dan Ipin, sikap Fizi yang ngeselin ini pun dia tunjukkan ke Mei-Mei dan Susanti. Bermula saat Upin dan Ipin dapat tiket final Piala AFF, secara sadar dia bilang pada Mei-Mei dan Susanti bahwa mereka berdua nggak perlu pergi karena mereka perempuan. Ha, karena mereka perempuan, terus mereka nggak layak nonton bola? Ini mencederai semangat kesetaraan gender, lho!

Baca Juga:

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin: Sosok Lansia Produktif dan Berdaya yang Patut Kita Tiru

Kalau diurutkan satu per satu, rasanya makin sebal kalau harus menyebutkan semua sikap Fizi yang sudah kelewat batas. Padahal dulu Fizi adalah bocah polos yang kejujurannya patut diapresiasi. Bahkan tak jarang dia jadi inspirasi bagi banyak temannya ketika membicarakan soal cita-cita. Di saat teman-temannya bercita-cita ingin menjadi guru, chef, reporter, hingga astronot, Fizi justru tampil out of the box dan bilang ingin jadi tukang kebersihan karena nggak suka melihat sampah yang berserakkan di pinggir jalan. Sungguh sikap yang mulia di tengah doktrin para orang tua yang menginginkan anaknya jadi dokter, tentara, guru, atau bahkan harus jadi PNS. Eh.

Tolonglah kembalikan karakter Fizi sesuai marwahnya sebagai anak yang baik, jujur, polos, dan nggak berlidah tajam. Saya cuma takut nanti anak-anak yang ngefans berat sama Fizi mengambil contoh buruk dengan menjadi anak jujur yang mengutarakan pendapatnya tanpa memikirkan perasaan orang lain. Kembalikan Fizi seperti yang dulu. Meski dulu sedikit nyebelin, tapi nggak seburuk sekarang.

Penulis: Septa Aditya Katon Pamungkas
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Abang Saleh ‘Upin Ipin’, Pemuda Berprestasi yang Harusnya Dapat Apresiasi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Oktober 2022 oleh

Tags: FizikarakterUpin dan Ipin
Septa Aditya Katon Pamungkas

Septa Aditya Katon Pamungkas

Pecinta Juventus yang merindukan Pavel Nedved kembali bermain bola.

ArtikelTerkait

Membayangkan yang Akan Terjadi jika Jarjit dan Susanti dalam Serial Upin Ipin Pacaran Saat Dewasa

Membayangkan yang Akan Terjadi jika Jarjit dan Susanti dalam Serial Upin Ipin Pacaran Saat Dewasa

5 Maret 2025
Kak Ros, Figur Perempuan Melayu Idaman

Kak Ros, Figur Perempuan Melayu Idaman

30 Mei 2023
Membayangkan Upin Ipin dan Anak-anak Kampung Durian Runtuh Jadi Mahasiswa, Nggak Semua Punya Kehidupan yang Mulus Mojok.co

Membayangkan Upin Ipin dan Anak Kampung Durian Runtuh Jadi Mahasiswa, Nggak Semua Punya Kehidupan yang Mulus

14 Februari 2024
Dzul dan Raju, Interpreter Andal dari Kampung Durian Runtuh

Dzul dan Raju, Interpreter Andal dari Kampung Durian Runtuh

7 Juni 2023
5 Alasan Tok Dul Jarang Muncul di Serial Upin Ipin

5 Alasan Tok Dul Jarang Muncul di Serial Upin Ipin

12 Maret 2025
Menebak Sosok Misterius yang Menjadi Suami Opah “Upin Ipin”

Menebak Sosok Misterius yang Menjadi Suami Opah “Upin Ipin”

25 Januari 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura Mojok.co

Pak Ogah pekerjaan yang sia-sia dan nggak menjanjikan di Sumenep Madura

20 Agustus 2026
Ngeri! Rekening Bank Mandiri bisa diblokir atas permintaan aparat (Unsplash)

Rekening Bank Mandiri hilang sekali klik sukses melahirkan rasa takut karena pemblokiran tanpa proses hukum bisa menimpa siapa saja

24 Agustus 2026
Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

Cengkareng, tempat kumpul banjir, macet, lawan arah, dan kekacauan

22 Agustus 2026
4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa Mojok.co

4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa

26 Agustus 2026
KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.