Keistimewaan Puasa Menurut K.H. Anwar Zahid: Melatih Sabar, Melatih Kejujuran

Keistimewaan Puasa Menurut K.H. Anwar Zahid: Melatih Sabar, Melatih Kejujuran

Keistimewaan Puasa Menurut K.H. Anwar Zahid: Melatih Sabar, Melatih Kejujuran (Pixabay.com)

Bagi K.H. Anwar Zahid, puasa itu ibadah yang amat istimewa

Selama tinggal di Jogja, satu hal yang tampak menjadi berkah bulan puasa bagi saya adalah takjil gratis. Tidak dipungut biaya sepeser pun, paling mentok hanya dengerin ceramah. Sesudah itu menukarkan voucher yang dikasih panitia dengan seporsi takjil. Ada juga yang tanpa voucher-voucher-an, tinggal datang saja. Satu-satunya effort yang dikeluarkan hanya sabar menunggu dan mengantri takjil dibagi. Itu salah satu berkah yang tampak dari bulan puasa.

Tahun ini, keberkahannya bertambah. Tidak cukup hanya buka puasa gratis, ditambah juga sahur gratis. Meski yang menyediakan masih sangat terbatas, berbeda dengan buka puasa. Tantangannya tentu lebih berat sebab yang menyediakan hanya tempat-tempat tertentu—seperti masjid kampus UGM—maka antriannya mengular. Jika untuk mengantri pembagian takjil kita cukup sabar, untuk mengantri sahur gratis harus sabar bangeet!  Belum lagi tantangan dari anak-anak kreatif sepanjang jalan. Hehehe.

Keagungan Ramadan

Namun, ternyata tidak hanya itu berkah dari puasa. Ada banyak berkah yang sejatinya tidak kita ketahui selama ini. Lebih tepatnya mungkin tahu, hanya saja lupa. K.H. Anwar Zahid di ceramahnya menyampaikan khasiat dan keagungan dari bulan puasa. Salah satunya, bulan puasa menjadi sangat agung karena terdapat ibadah yang dikerjakan khusus di bulan tersebut. Tidak bisa dilakukan dilakukan di bulan-bulan lain.  

Selanjutnya, bulan puasa menjadi agung disebabkan karena pada bulan ini Al-Qur’an diturunkan. Kalau Anda termasuk golongan orang yang jarang menyentuh Al-Qur’an dibanding hape, minimal ngerti kalau kitab suci ini diturunkan pertama kali di bulan Ramadan. Hal ketiga yang membuat bulan Ramadan ini agung dikarenakan terdapat malam lailatulqadar. Malam lailatulqadar itu merupakan malam yang disebut-sebut lebih baik daripada seribu bulan.

Itu merupakan tiga hal yang menjadikan bulan siam sangat agung. Sesudah itu, kita akan melihat bagaimana khasiat dari puasa menurut K.H. Anwar Zahid. Jika pada tulisan sebelumnya, saya mengangkat model-model orang berpuasa, maka di sini akan dilihat khasiatnya. Kita sepakat bahwa puasa mengandung khasiat. Sebagaimana juga percaya bahwa puasa membuat lapar seharian.

Keistimewaan puasa menurut K.H. Anwar Zahid

Ada dua poin yang dijelaskan oleh K.H. Anwar Zahid perihal dari khasiat puasa. Pertama, puasa itu menjadi sarana latihan agar sabar, ulet, tahan uji. Mengapa bisa begitu? Ya karena puasa memang bukan ibadah yang ringan. Bayangkan, Anda tidak makan dan minum dari sehabis subuh hingga magrib. Orang yang mengerjakannya dengan benar hanya orang yang sabar dan tahan uji. Mengingat juga banyaknya godaan yang datang tiba-tiba di siang hari.

Apalagi manusia menjadi satu-satunya makhluk yang mempunyai nafsu sekaligus akal. Setiap saat, nafsu dan akal ini selalu berperang. Kadang nafsu menang, kadang akal menang. Berbeda dengan malaikat yang memang tidak mempunyai nasfu, sehingga wajar kalau tidak berbuat salah. Berbeda juga dengan hewan yang cuma nafsu doang, tidak ada akalnya. Sehingga wajar kalau lihat ayam jalan-jalan tidak pakai celana.

Karenanya, ketika manusia kalah olah hawa nafsunya, statusnya lebih rendah dari hewan. Jika menang dan bisa mengatasi hawa nafsu, maka lebih mulia dari malaikat. Makanya, puasa disebut sebagai saran latihan agar bisa mengendalikan nafsu yang setiap saat menghantui. Seseorang yang bersungguh-sungguh melakukan puasa dapat dengan mudah menaklukkan hawa nafsunya.

Kedua, puasa melatih untuk jujur. Kenapa puasa disebut sebagai latihan jujur? Tidak lain karena puasa termasuk ibadah yang sangat personal, tidak ada yang tahu. Kata K.H. Anwar Zahid, orang tidak bisa pura-pura salat, pura-pura zakat, apalagi pura-pura naik haji. Beda cerita dengan puasa yang bisa dimanipulasi. Orang pura-pura puasa caranya gampang, usap bibir sekering mungkin, lalu jalan sempoyongan. Fix orang-orang pasti percaya kalau puasa. Makanya, dengan sifatnya yang sangat personal ini puasa melatih kejujuran.

Hewan pun berpuasa

Terakhir, K.H. Anwar Zahid juga menambahkan bahwa hewan-hewan yang berwibawa pun juga berpuasa. Singa yang disebut-sebut sebagai raja hutan atau the king of alas, jarang makan. Makanya ia disegani di hutan karena berpuasa. Sama juga ular yang berbisa ya karena rajin berpuasa. Belum pernah kan lihat ular siang hari nongki di gerai Mixue? Itu karena ular senang puasa.

Makanya, orang agar hebat dan sakti, rajin-rajinlah puasa. Kalau puasa Ramadan sudah pasti wajib, mungkin bisa ditambah puasa-puasa lainnya. Yang jelas, khasiat dari puasa tidak pernah main-main. Baik khasiat secara jasmani maupun rohani. Itulah hal istimewa dari bulan puasa yang sebagian dari kita mungkin tidak tahu. Hanya mengira puasa hanya mendatangkan lapar dan dahaga.

Padahal, di balik itu semua ada khasiat yang didapat. Dari puasa yang mengajarkan sabar, ulet, tahan uji hingga kejujuran. Semua itu hanya dicapai oleh orang-orang yang sepenuh hati menghayati bulan puasa ini. Bukan model manusia yang mokel diam-diam dan dengan tampang tak berdosa ikut buka puasa. Jangan harap meraih khasiat jika Anda termasuk golongan ini. Sadar diri! 

Penulis: Moh. Rofqil Bazikh
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Benarkah Kamu Merindukan Ramadan?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version