Informasi
ADVERTISEMENT

Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi

Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi Mojok.co

Suzuki Ertiga lahir sebagai kendaraan keluarga yang bersahaja. Mobil ini bukan mobil mahal dengan segala fitur canggihnya. Uniknya, kendaraan keluaran 2012 ini tetap dihargai oleh banyak orang. Jarang ada label-label negatif terdengar untuk kendaraan ini. Dia tidak dilabeli mobil jamet seperti Honda Brio, tidak pula dipanggil arogan seperti Fortuner

Padahal, kalau mau mengulik lebih jauh, banyak juga keluhan soal mobil satu ini. Hanya saja, komentar ini tidak menguak ke publik seperti kebanyakan kendaraan lain. Padahal, ini bukan keluhan kemarin sore, tapi pengalaman panjang para pengguna Suzuki Ertiga.

Baca juga Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa.

Suzuki Ertiga, mobil keluarga yang ringkih

Di pasar mobil keluarga Indonesia, nama Suzuki Ertiga sudah seperti jawaban default bagi mereka yang ingin naik kelas dari sepeda motor. Ia hadir sebagai solusi yang tampak rasional. Harga masuk akal, konsumsi bahan bakar relatif irit, desain tidak menyinggung siapa pun.

Namun, di balik itu, ada hal lain yang jarang dibahas dengan jujur dan tidak pernah masuk ke brosur Ertiga. Banyak pengendara yang mengeluhkan kalau Suzuki Ertiga ini mobil ringkih. Ringkih di sini dalam artian, material interior terasa tipis. Panel yang kadang memunculkan bunyi samar. Bahkan, sensasi berkendara yang tidak sepenuhnya memberikan rasa percaya diri di kecepatan tinggi.

Akan tetapi, keluhan itu tidak muncul secara luas karena penggunanya sendiri kerap berkompromi. Sebab, seperti yang sama-sama kita tahu, kendaraan bukan sekadar alat transportasi di Indonesia. Kadang itu dibeli sebagai alat pengerek gengsi.  Masak iya pemilik yang sudah beli demi gengsi harus mengakui kalau mobil ini ringkih. 

Baca halaman selanjutnya: Seat belakang yang …

Terakhir diperbarui pada 21 Maret 2026 oleh .

Marselinus Eligius Kurniawan Dua

Guru yang baru terjun di dunia menulis. Gemar main game, jalan-jalan, dan kulineran. Suka membahas tentang daerah, sosial, ekonomi, pendidikan, otomotif, seni, budaya, kuliner, pariwisata, dan hiburan.

Exit mobile version