Keajaiban Mi Instan yang Sering Nggak Disadari Konsumennya

Keajaiban Mengonsumsi Mi Instan yang Sering Nggak Disadari Konsumennya terminal mojok

Siapa sih yang nggak setuju dengan kenikmatan mi instan? Baik itu tim Indomie maupun Mie Sedaap, keduanya sama-sama mi instan yang selalu menjadi primadona dalam dunia kuliner Indonesia. Cita rasa yang khas dan tak terganti kerap menjadikan mi instan bukanlah makanan biasa. Seolah ia memiliki daya lebih dari sekadar aroma dan cita rasa.

Setelah saya telaah lebih dalam, ternyata mi instan punya beberapa keajaiban yang sering nggak disadari banyak orang. Dengan banyaknya keajaiban yang bisa diciptakan tersebut, maka sudah sewajarnya makanan ini masuk dalam warisan budaya Indonesia yang harus didaftarkan ke UNESCO. Serius!

#1 Pereda stres

Kuliner sering menjadi getaway tatkala dirundung masalah bertubi yang menyebabkan stres. Saat stres melanda, cobalah untuk memilih cita rasa mi instan favorit kalian yang mampu membangkitkan kenangan dan kesenangan di masa lalu. Ingat, ya, kenangan dan kesenangan!

Lantaran harganya yang terjangkau, membeli sebungkus mi instan nggak akan menambah beban finansial kita. Setelah memilih cita rasa dan merek favorit kalian, cobalah untuk memasaknya dengan sepenuh jiwa dan nikmatilah seporsi mi  favorit tersebut. Dijamin, aroma dan cita rasanya mampu untuk memacu produksi endorfin tubuh yang efektif meredakan stres bertubi di kepala kalian.

Setelah itu, tentu saja kalian harus dengan tenang melanjutkan ikhtiar untuk menyelesaikan masalah penyebab stres tersebut. Mi hanya menjadi penangguh sementara, ya, bukan solusi menyelesaikan beban hidup. Jangan salah fokus! Pun demikian, tetap saja signifikansi mie instan meredakan stres dan meringankan beban hati cukup terbukti

#2 Mood booster

Nggak beda jauh dengan keajaiban pertama, mengonsumsi mi instan juga mampu mengubah mood kalian yang buruk menjadi lebih baik. Mood jelek ditambah dengan perut lapar sudah pasti jadi kombinasi hebat yang bikin kalian bete tak terperi seharian. Nah, untuk mengurangi ke-bete-an tadi, bisa juga lho dicoba dengan mengonsumsi mi instan! Iyes, iyes, ini bukan tulisan endorse, serius! Tulisan ini dibuat semi ilmiah untuk mengurai manfaat lain mi instan yang terpendam.

Caranya sama, pilih cita rasa mi favorit kalian, buatlah sesuai dengan petunjuk memasak di kemasan untuk memperoleh hasil yang optimal, setelah itu jangan lupa baca doa sebelum mengonsumsinya. Slruuuppp… Yumieee… Dijamin, setelah perut terisi dengan, mood akan terasa lebih baik. Yah paling nggak, hari kalian nggak akan melulu kelabu.

#3 Obat rindu

Pernah merantau jauh keluar negeri? Atau merantau jauh dari orang-orang yang tercinta? Ah, ada kalanya ketika jauh, hati ini tersambar kerinduan berat akan tanah air atau orang-orang tersayang, orang tua, teman-teman, dan sebagainya. Tatkala fisik tak mampu berjumpa, kuota internet pun tak mumpuni untuk bersua, maka mi bisa menjadi jalan ninja mengobati rasa rindu.

Iya, silakan buktikan sendiri. Menurut pengakuan rekan-rekan saya yang merantau jauh ke pelosok, sahur dengan mi goreng instan dan sebutir telur ceplok mampu sedikit mengobati kerinduan mereka bersantap sahur dengan orang tua. Atau pengalaman teman saya yang menempuh studi jauh ke Eropa, menikmati seporsi mi membuat hati mereka terasa dekat dengan kampung halaman Indonesia! Nggak percaya? Coba buktikan sendiri!

#4 Memicu ide-ide brilian

Nah, satu lagi keajaiban mi instan adalah mampu memicu ide brilian. Se-brilian pencipta mi instan rasa rendang atau ayam geprek. Ternyata kreativitas mix and match cita rasa kuliner lokal pada mi instan turut menular pada konsumennya. Serius! Saat otak buntu nggak ide untuk berkarya, cobalah istirahat sejenak sembari menikmati semangkuk mi. Bisa jadi ide hebat kemudian berseliweran dalam benak kalian. Contohnya saja ide tulisan ini muncul saat saya menikmati seporsi Indomie goreng extra pedas!

#5 Menjaga persatuan dan kesatuan

Satu lagi keajaiban mi instan yang nggak disadari orang. Kekuatannya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa! Iya, saya nggak sedang bercanda! Kalian boleh berdebat mana yang lebih enak antara Indomie atau Mie Sedaap, tetapi apa pun mereknya, mereka mampu membawa persatuan.

Saya pernah bertugas ke wilayah pedalaman Papua, di mana pendatang seperti saya saat itu dilarang masuk ke daerah tertentu. Padahal, saat itu saya sudah tiba dengan menggotong 3 karton Mie Sedaap sebagai bahan pangan untuk bertahan hidup di sana. Saat disuruh kembali ke ibu kota, saya merasa terlalu percuma apabila kembali membawa bahan pangan yang saya bawa. Jadi, dengan santai saya katakan pada kepala kampung yang menolak kedatangan saya, “Baiklah Bapak, jika saya tidak boleh berkunjung ke wilayah Bapak, tidak masalah. Saya akan segera kembali. Sebagai kenangan, saya mohon izin membagi beberapa kardus mi untuk anak-anak di sini.” Eh, nggak disangka, dengan buah tangan beberapa kardus mi tadi, si kepala kampung lantas berubah pikiran dan mengizinkan saya bertugas beberapa hari di wilayah mereka. Wow!

Di kesempatan lain, coba perhatikan tatkala bencana datang melanda, mi instan menjadi bahan makan utama yang mampu mempererat persaudaraan sesama anak bangsa. Tanpa memandang suku, ras, maupun agama, ketika kita sama-sama lapar dan dihadiahi mi instan, maka dengan mudah kita akan duduk santai bersama menikmati kelezatannya.

Manfaat ini bisa saya pastikan nggak pernah disangka oleh pencipta mi instan kala itu. Ternyata di balik inovasi sebungkus mi yang menjadi legenda, terlampir berbagai keajaiban yang nggak pernah diprediksi sebelumnya.

BACA JUGA Indomie Soto Banjar Limau Kuit, Juara Umumnya Mi Instan dan tulisan Diah Wahyuni lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
Exit mobile version