Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kalau Tidak Suka dengan Postingan Saya, Tinggal Unfollow Aja

Melina Ayu Agustin oleh Melina Ayu Agustin
18 Oktober 2019
A A
postingan

postingan

Share on FacebookShare on Twitter

Saya adalah wanita yang menggunakan media sosial terutama Instagram setiap hari. Hampir 4-5 jam dalam sehari saya menghabiskan waktu di media sosial. Berbagai postingan sering saya upload ke akun Instagram pribadi saya. Mulai dari foto selfie, traveling, kuliner hingga reward atau pencapaian yang saya dapatkan.

Bagi saya Instagram adalah album foto jaman now yang bersifat digital. Kata lainnya pengganti album foto konvensional. Di mana kita tidak perlu mencetak foto kita agar dapat dilihat oleh publik. Hanya dengan mengupload saja, semua orang dapat melihat postingan kita. Yang penting postingan tersebut menarik dan tidak melanggar ketentuan UU ITE.

Postingan terbanyak yang ada di Instagram saya adalah tentang traveling dan reward. Namanya juga hobi jalan-jalan, ya pasti sering posting foto traveling. Reward yang saya posting bukan seperti dapat hadiah jutaan atau mobil mewah. Tapi sejenis pencapaian yang saya peroleh dari kerja keras saya. Contohnya capaian akademik yang telah saya dapatkan.

Tapi tentu saja tidak semua orang suka dengan apa yang kita posting di media sosial. Padahal kita posting di akun pribadi kita. Sering saya mendengar banyak orang yang berkomentar tentang postingan saya. Terutama ketika saya memposting reward yang saya miliki di Instagram saya. Banyaknya omongan yang tidak sengaja saya dengar tentang postingan saya.

Hal seperti itu aja diposting, alay banget sih.

Baik, mungkin bagi kalian postingan itu adalah hal yang biasa saja. Tapi buat orang lain belum tentu kan, bisa jadi adalah kebahagiaan. Pertanyaannya, apa salahnya memposting reward di Instagram? Apakah postingan tersebut membuat kalian sakit hati jika melihatnya?

Yang membuat saya tertawa, kenapa mereka tidak berani komentar di Instagram saya? Kenapa mereka hanya berani membicarakan saya di belakang? Lagian siapa sih yang dulu nyuruh follow instagram saya? kalau kamu ngefollow akun Instagram orang, ya pasti bakal lihat berbagai postingan mereka dong. Kalau nggak suka sama postingan saya, kan ada tombol unfollow. Tinggal tekan, beres kan?

Dengan unfollow, kalian nggak bisa ngelihat postingan mereka di beranda. Jadi kalian nggak bakal iri atau bahkan sakit hati lihat postingan mereka. Daripada kalian sakit hati dan iri dengan postingan mereka ya mending di-unfollow atau langsung blokir saja. Kalau memang hal itu bisa membuat kalian tenang, nyaman tanpa perlu ngiri, kenapa nggak? Lakukan saja kalau itu buat kalian senang. Bahkan saya nggak bakal sakit hati. hehe

Baca Juga:

4 Jasa yang Tidak Saya Sangka Dijual di Medsos X, dari Titip Menfess sampai Jasa Spam Tagih Utang

Netizen Indonesia Memang Paling Nggak Sopan, di Tengah Kabar Duka Masih Ada yang Bacot Ngeributin Agama Kiki Fatmala

Pengalaman menarik saya, ketika artikel pertama saya yang berjudul Dear Para Cowok, Nggak Semua Cewek Suka Moge, Ini Alasannya diterima di mojok. Siapa sih yang nggak seneng kalo tulisannya ditayangkan di sebuah media online ternama. Saya pasti juga seneng dong, apalagi itu adalah artikel pertama saya. Ketika saya mendapat konfrimasi malalui email bahwa artikel saya sudah terbit, saya langsung share ke Instagram story.

Alhasil, setelah artikel tersebut saya share, malah banyak teman-teman saya yang nyinyir. Bahkan DM-DM mereka memenuhi Instagram saya. Banyak dari mereka ngejudge dan ada juga yang bilang bahwa saya pamer. Pamer? Eits, maksudnya pamer apa nih? Kadang saya berfikir bahwa mereka iri dengan saya. Semoga bukan saya yang GR aja yhaaa~

Tapi ngapain juga iri dengan postingan saya, toh mereka juga terbilang cerdas. Lagian artikel tersebut juga saya share di akun pribadi saya. Jadi saya pikir itu adalah hak saya untuk posting apa saja tanpa perlu meminta izin kepada siapapun. Dalam artian saya tidak merugikan orang lain atas hal yang saya posting ya.

Sejujur-jujurnya saya menulis juga bukan bertujuan untuk disenangi banyak orang. Saya menulis karena dari dulu saya suka menulis, apalagi salah satu cita-cita saya menjadi seorang penulis.

Saya memposting berbagai reward yang saya dapat semata-mata hanya sebagai portofolio saja. Mungkin dapat dijadikan pengetahuan baru, bahwa banyak perusahaan yang kadang ingin melihat media sosial kita. Dari melihat media sosil kita, perusahaan juga dapat mempertimbangkan apakah kita termasuk orang dalam kriteria mereka atau tidak? Di sinilah saya menggunakan media sosial termasuk Instagram sebagai tempat portofolio saya. Sehingga seringkali saya memposting berbagai capaian yang telah saya dapatkan.

Bagi kalian yang emang iri dengan pencapaian seseorang, seharusnya bisa bersaing secara sehat. Atau setidaknya mengapresiasi kebahagiaan yang sedang dialami orang lain. Pun saya akan melakukan hal serupa kok. Mari berlomba-lomba dalam hal kebaikan! (*)

BACA JUGA Pokoknya Belum Kaffah Kalau Belum Ada Link-nya atau tulisan Melina Ayu Agustin lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Oktober 2019 oleh

Tags: AlayjulidNetizenpostinganunfollowUU ITE
Melina Ayu Agustin

Melina Ayu Agustin

Perempuan nomaden yang rute perjalanannya disponsori oleh mood, tuntutan kerja, dan sisa saldo e-wallet. Memilih jalur tulisan karena seringkali lidahnya keluh saat harus menerjemahkan isi kepala lewat obrolan biasa.

ArtikelTerkait

Yang Nyinyirin Kriteria Pasangan Itu Punya Masalah Apa, sih?

Yang Nyinyirin Kriteria Pasangan Itu Punya Masalah Apa, sih?

18 Mei 2022
cancel culture mojok.co

5 Alasan Kenapa Cancel Culture Harus Punah

4 Juli 2020
Julid Abadi, yang Fana Itu Kebaikan dan Keburukan MOJOK.CO

Julid Abadi, yang Fana Itu Kebaikan dan Keburukan

29 Oktober 2019
polemik sains debat sains facebook goenawan mohamad as laksana sulak alay di facebook

Menjadi Alay dan Bahagia di Facebook Tahun 2010an

26 April 2020
Membaca Watak UU ITE Menurut Tinjauan Zodiak terminal mojok

Membaca Watak UU ITE Menurut Tinjauan Zodiak

8 November 2021
Sumber gambar Pixabay

Pelaku Pelecehan Seksual dan para Petinju Andal

9 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

9 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta Terbaik untuk Pemula Berkantong Cekak

Cari Mobil Bekas Murah buat Lebaran? Ini Motuba di Bawah 60 Juta yang Terbukti Nggak Rewel

14 Maret 2026
Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi (Unsplash)

Di Desa, Lari Pagi Sedikit Saja Langsung Dikira Mau Daftar Polisi

19 Maret 2026
Kontrakan di Jogja itu Ribet, Mending Sewa Kos biar Nggak Ruwet, Beneran   pemilik kos

4 Kelakuan Pemilik Kos yang Bikin Jengkel Penyewanya dan Berakhir Angkat Kaki, Tak Lagi Sudi Tinggal di Situ

13 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.