Objek Wisata Guci Tegal Harus Bangkit karena Kabupaten Tegal Tak Ada Apa-Apanya Tanpa Guci

4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana Mojok.co

4 Aib Guci Tegal yang Membuat Wisatawan Malas ke Sana (unsplash.com)

Dalam beberapa waktu terakhir, luluh lantaknya objek wisata pemandian air panas Guci Kabupaten Tegal ramai jadi pemberitaan. Video-video yang menampakkan banjir bandang, glondongan kayu hanyut, serta fasilitas wisata yang rata dengan tanah, terasa begitu memilukan. Bahkan, banjir bandang juga membuat 3 jembatan putus diterjang arus. Guci benar-benar lumpuh. Sependek ingatan saya, ini adalah bencana terparah yang pernah terjadi di Guci.

Tentang bencana yang terjadi di Guci, ada yang menyebut bahwa alih fungsi lahan hutan menjadi pertanian menjadi salah satu pemicu. Dan memang, kalau ditelusur, area sekitaran Guci yang dulu rimbun dengan pohon, sekarang sudah banyak yang beralih fungsi jadi ladang sayur dan tentu saja fungsi-fungsi yang lain. Nggak enak saya nyebutnya.

Yang jelas, apa yang terjadi di Guci Tegal sungguh memprihatinkan. Guci harus segera bangkit karena tanpa Guci, Kabupaten Tegal bukanlah apa-apa.

BACA JUGA: Kabupaten Tegal Bernasib Suram Tanpa Kehadiran Wisata Guci

Guci adalah magnetnya duit

Mari bicara tentang statistik. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Tegal, jumlah pengunjung Guci pada 2024 sekitar 830 ribu orang. Jumlahnya meningkat 25% dari tahun sebelumnya. Bahkan jika dibandingkan dengan tahun 2021, lompatan kenaikan pengunjung mencapai hampir 3 kali lipat. Dengan kata lain, bagi Kabupaten Tegal, Guci adalah magnet.

Angka tersebut tentu tidak muncul tanpa alasan. Guci memang punya daya tarik tersendiri. Di sini ada pemandian air panas alami yang bisa dinikmati sepanjang tahun, lanskap pegunungan yang sejuk, hingga hutan pinus dan jalur-jalur jalan yang memanjakan mata.

Kehadiran penginapan, warung makan, pedagang lokal, dan jasa wisata di sekitarnya juga membuat Guci terasa hidup. Kombinasi alam, aktivitas, dan denyut ekonomi inilah yang kemudian membuat Guci bukan sekadar objek wisata, melainkan magnet yang menarik orang untuk datang.

Termasuk, investor.

Membayangkan andai Guci Tegal tak ada

Dengan pesona yang dimiliki, sulit membayangkan apa jadinya andai objek wisata ini lenyap. Kabupaten Tegal bisa-bisa tumbuh sebagai daerah yang tak punya sesuatu yang benar-benar melekat di ingatan. Dampaknya pun berlapis. Tak ada kunjungan wisatawan, penginapan sepi, warung kehilangan pembeli, dan roda ekonomi lokal berputar lebih pelan dari seharusnya.

Bagi warga Kabupaten Tegal sendiri, ketiadaan Guci berarti berkurangnya ruang hiburan. Pilihannya tinggal dua: ke Kota Tegal atau menepi ke kota-kota sekitar untuk mencari suasana lain. Ya memang sih, ada objek wisata selain Guci di Kabupaten Tegal. Misalnya, Prabalintang, Waduk Cacaban, Museum Semedo, Pasar Slumpring, dll. Tapi dibanding Guci? Mereka tidak ada apa-apanya.

Pun kalau Guci tak bisa dipulihkan, hal lain yang pasti terjadi adalah hilangnya jalur pendakian via Permadi Guci, yang selama ini jadi favorit para pendaki saat menuju ke puncak Gunung Slamet.

BACA JUGA: Alasan Orang Tegal seperti Saya Enggan Berwisata ke Pemandian Air Panas Guci

Jika Guci kembali pulih…

Maka, rasanya tak berlebihan jika warga Kabupaten Tegal berharap agar Guci segera mungkin dipulihkan. Kangen rasanya menikmati grojogan air panas di atas pundak, punggung dan kepala. Kangen juga makan bakwan Guci anget-anget setelah berendam di air panas.

Dan ketika tiba saatnya Guci Tegal kembali aman dan nyaman untuk dikunjungi, semoga bukan hanya infrastrukturnya yang diperbaiki, tapi juga regulasi tentang alih fungsi lahan di sekitarnya. Bagaimanapun juga, Guci tak cukup dilindungi dengan revitalisasi saja. Tapi, Guci juga harus dilindungi dengan kebijakan yang tegas dan berpihak pada alam.

Harapan lain ketika Guci Tegal kembali pulih? Tentu saja soal tarif masuknya. Ampun dah. Bisa-bisanya tiap titik ditiketin semua~

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jangan Lakukan 5 Hal Ini Saat Pergi ke Pemandaian Air Panas Guci Kabupaten Tegal

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version