Informasi
ADVERTISEMENT

Jurusan Teknik Istimewa di Mata Orang Cikarang, Jurusan Non-Teknik Cuma Nambah Pengangguran

Jurusan Teknik Istimewa di Mata Orang Cikarang, Jurusan Non-Teknik Cuma Nambah Pengangguran

Ngomong-ngomong soal pengangguran, lulusan jurusan Non-Teknik di Cikarang lekat dengan stigma susah cari kerja. Bahkan ada seorang tetangga yang berani berkelakar kalau orang Cikarang kuliah jurusan Non-Teknik cuma menambah jumlah pengangguran. Kayak saya gini misalnya, lulusan Ekonomi Syariah. Tetangga saya di Cikarang berpikir kalau kuliah di jurusan kayak saya ini pasti nantinya nggak bakal kepakai di pabrik.

Beda sama lulusan Teknik. Banyak sekali lowongan pekerjaan di Cikarang yang membutuhkan lulusan Teknik. Jadi, nggak sulit mencari loker untuk lulusan Teknik di sana. Apalagi orang dari luar Bekasi jarang yang melirik loker di Cikarang karena jaraknya cukup jauh dari daerah Jabodetabek lain, membuat kesempatan anak Cikarang lulusan Teknik diterima kerja semakin tinggi.

#3 Lulusan Teknik gajinya besar, kalau Non-Teknik palingan maksimal UMK

Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa gaji UMK di Cikarang cukup tinggi. Bahkan tertinggi ketiga di Indonesia. Hanya kalah dari tetangga daerahnya sendiri, yaitu Kabupaten Karawang dan Kota Bekasi.

Gaji UMK ini biasanya berlaku untuk lulusan SMA/SMK yang bekerja sebagai operator pabrik. Kalau lulusan D-3 atau sarjana Teknik pada pabrik di Cikarang pasti digaji lebih tinggi ketimbang operator pabrik, sebab tugas, tanggung jawab, dan jabatannya sudah berbeda. Setahu saya, minimal gaji untuk lulusan D-3 atau sarjana Teknik di pabrik daerah Cikarang bisa 1,5 kali lipat UMK.

Apesnya, keadaan yang berbanding terbalik terjadi pada jurusan Non-Teknik. Sebagaimana yang terjadi pada seorang kawan karib saya yang lulusan Pendidikan. Dia bekerja sebagai guru dengan gaji yang sedikit di bawah UMK. Bayangkan, seorang lulusan sarjana gajinya bisa di bawah tamatan SMA/SMK di Cikarang. Cukup miris bagi saya.

#4 Lulusan Teknik ilmunya bisa langsung diimplementasikan pada masyarakat

Saya akui, lulusan Teknik dapat mengimplementasikan ilmunya langsung di masyarakat. Layaknya seorang anak tetangga saya yang dibangga-banggakan orang tuanya. Anak tersebut lulusan Teknik Komputer, apabila ada tetangga yang membutuhkan solusi atas masalah komputernya, anak itu dipanggil untuk membantu menyelesaikan masalah.

Sebagai lulusan Non-Teknik, saya sulit menerapkan ilmu perkuliahan secara langsung di masyarakat. Seandainya bisa mungkin agak berbahaya bagi saya. Misalnya gini, sebagai lulusan Ekonomi Syariah, sudah pasti saya melarang praktik riba oleh rentenir. Bila saya tiba-tiba menceramahi rentenir dengan dalil haramnya riba, apa nggak digebukin sama bodyguard yang badannya kekar-kekar itu? Bukannya mengimplementasikan ilmu di masyarakat, saya malah jadi bahan uji coba “ilmu” para bodyguard rentenir.

Begitu sekiranya standar ganda terhadap jurusan Teknik dan Non-Teknik di Cikarang. Kendati demikian, saya sedikit memaklumi hal tersebut. Pasalnya, pandangan itu banyak dipengaruhi oleh kondisi Cikarang yang merupakan daerah industri.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Nggak Semua Jurusan Teknik Itu Bagus untuk Masa Depan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Oktober 2023 oleh .

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.