Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Jurusan SMK yang Jadi Favorit Zaman Dulu vs Zaman Sekarang

Dyan Arfiana Ayu Puspita oleh Dyan Arfiana Ayu Puspita
7 Juli 2022
A A
Perbedaan Jurusan Favorit di SMK Zaman Dulu vs Zaman Sekarang Terminal Mojok

Perbedaan Jurusan Favorit di SMK Zaman Dulu vs Zaman Sekarang (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Jurusan favorit anak SMK zaman sekarang kira-kira apa, ya?

Sebagai mantan anak SMA yang sekarang mengajar di SMK, saya suka iri dengan anak-anak SMK. Masa sekolah mereka kok sepertinya menyenangkan sekali, ya? Apalagi kalau melihat anak-anak SMK ini lagi praktik sesuai jurusan mereka. Seru banget! Ada yang pegang kamera (siswa Multimedia), bongkar-bongkar motor (siswa Otomotif), nimbang racikan obat (siswa Farmasi), dsb. Seketika saya jadi ingat masa-masa SMA saya yang 3 tahun sekolah diisi dengan buka tutup buku doang.

Begitulah. SMA dan SMK memang berbeda. Di SMA, siswa lebih banyak belajar teori sebagai bekal untuk mempersiapkan diri ke perguruan tinggi. Sementara di SMK, selain belajar teori, siswa juga dibekali keterampilan sesuai dengan jurusan yang diambil. Nah, soal jurusan di SMK ini, ternyata ada perbedaannya lho antara jurusan favorit di SMK pada zaman dulu dan sekarang.

Zaman dulu

Dulu, waktu saya masih kecil, nggak ada yang namanya SMK, adanya Sekolah Menengah Ekonomi Atas (SMEA), Sekolah Menengah Keterampilan Keluarga (SMKK), Sekolah Pertanian Menengah Atas (SPMA), dan Sekolah Teknik Mesin (STM). Barulah ketika Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 036/0/1997 turun, namanya sekolah kejuruan tersebut diseragamkan menjadi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Ketika namanya sudah sudah jadi SMK, jurusan yang paling nge-hits dan jadi favorit banyak lulusan SMP adalah yang berbau teknik. Sebut saja Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Otomotif, Teknik Perkapalan, dll. Wajar, sih. Pada masa itu, lulusan SMK—apalagi teknik—prospek kerjanya cerah. Para lulusannya bisa mengambil banyak peranan di dunia industri, sekalipun hanya bermodal ijazah SMK.

Selain jurusan dengan embel-embel “Teknik”, jurusan yang satu rumpun dengan perekonomian juga laris manis. Misalnya jurusan Akuntansi, Bisnis dan Pemasaran, Manajemen Perkantoran, dkk. Setali tiga uang dengan jurusan Teknik, jurusan Ekonomi juga banyak diminati karena peluang lapangan kerjanya yang luas. Saat itu, lulusan SMK jurusan Ekonomi nggak cuma mentok jadi kasir Indomaret, tapi bisa ambil peranan yang jauh lebih besar di dunia industri.

Zaman sekarang

Bagaimana dengan saat ini?

Sepengamatan saya, SMK dengan jurusan yang diawali kata “Teknik” masih jadi idola. Nggak usah jauh-jauh ambil contoh. Di sekolah tempat saya bekerja saja, jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM)-nya nggak pernah sepi saat penerimaan siswa baru seperti sekarang ini. Dan sejak jurusan ini dibuka pada tahun 2012 lalu, TBSM selalu jadi jurusan penyumbang siswa terbanyak dibanding 5 jurusan lainnya. Daebak!

Baca Juga:

Andai dapat rezeki nomplok Rp100 miliar, saya akan bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer

Faktor peluang kerja yang relatif terbuka lebar masih jadi alasan utama kenapa jurusan Teknik nggak pernah sepi peminat. Banyak lho industri yang membutuhkan tenaga kerja lulusan SMK, utamanya dari jurusan Teknik, untuk mengisi posisi operator produksi di perusahaan mereka. Selain itu, kesempatan untuk buka usaha sendiri—tentunya kalau punya modal—juga jadi pemacu siswa SMP berbondong-bondong mendaftar di jurusan yang ada embel-embel “Teknik”-nya.

Termasuk, yang lagi beneran nge-hits beberapa tahun terakhir ini adalah jurusan Multimedia. FYI, jurusan Mutimedia ini meskipun nggak ada embel-embel “Teknik”-nya, dia termasuk ke dalam rumpun bidang keahlian Teknik Komputer dan Informatika, ya, Gaes. Jadi, di ijazah siswa Multimedia nantinya akan tertulis “Teknik Komputer dan Informatika” di bagian program studi keahlian dan “Multimedia” di bagian kompetensi keahlian.

Apakah larisnya jurusan Multimedia di SMK ini ada kaitannya dengan perkembangan media sosial yang semakin signifikan?

Bisa jadi.

Lantas, bagaimana dengan jurusan di SMK yang ada di rumpun ekonomi? Masihkah jadi primadona?

Nah, sebetulnya, beberapa jurusan yang ada di rumpun ekonomi masih jadi favorit. Namun, prospek kerjanya sudah nggak seperti dulu lagi. Kalau nggak percaya, coba saja lihat di iklan lowongan kerja. Industri lebih banyak mencari lulusan D3 bahkan S1 untuk posisi yang linier dengan keahlian siswa SMK jurusan Ekonomi.

Ah, kalau sudah begini, jadi ingat plesetan jargon SMK. Katanya: SMK Bisa!

Bisa apa?

Gitu kali ya maksudnya? Hiks.

Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Lulusan SMK Punya Keunggulan di Mata HRD, Jangan Minder sama Fresh Graduate.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 Juli 2022 oleh

Tags: jurusanSekolahsmk
Dyan Arfiana Ayu Puspita

Dyan Arfiana Ayu Puspita

Alumnus Universitas Terbuka yang bekerja sebagai guru SMK di Tegal. Menulis, teater, dan public speaking adalah dunianya.

ArtikelTerkait

Tukang Parkir Liar Nggak Hanya Bikin Pengendara Sebel, tapi Juga Bikin Pengusaha Kecil Bangkrut tempat parkir ilegal tukang parkir atm, capres surabaya bogor, kota malang polisi cepek qris parkir indomaret

Seharusnya Sekolah Bikin Parkir Motor Khusus Siswa, Siswa Berhak Tenang dan Bebas dari Pungutan Parkir Liar!

27 Maret 2024
Berprestasi di Sekolah Unggulan Tak Selamanya Istimewa

Berprestasi di Sekolah Unggulan Tak Selamanya Istimewa

17 Februari 2023
Akreditasi C Nggak Seburuk Itu, Jangan Anggap Sepele!

Akreditasi C Nggak Seburuk Itu, Jangan Anggap Sepele!

29 November 2022
5 Hal yang Akan Saya Bawa Saat No Backpack Day kalau Masih Sekolah Terminal Mojok.co

5 Hal yang Akan Saya Bawa Saat No Backpack Day kalau Masih Sekolah

25 Mei 2022
Jangan Jadi Dosen dan Guru: Gajinya Irit, Tanggung Jawab Selangit Mojok.co

Jangan Jadi Dosen dan Guru: Gajinya Irit, Tanggung Jawab Selangit

23 Februari 2024
Guru dan Siswa Nggak Sempat Baca Buku: Guru Diburu Berkas, Siswa Diburu Tugas

Guru dan Siswa Nggak Sempat Baca Buku: Guru Diburu Berkas, Siswa Diburu Tugas, Literasi Kandas

16 April 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads Mojok.co

4 jasa yang nggak pernah kepikiran bakal ada, tapi saya temukan di Threads

3 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.