Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Kalau Ada yang Bilang Jurusan Sastra Inggris Itu Overrated, Udah, Iyain Aja biar Cepet

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
16 Desember 2023
A A
Kalau Ada yang Bilang Jurusan Sastra Inggris Itu Overrated, Udah, Iyain Aja biar Cepet

Kalau Ada yang Bilang Jurusan Sastra Inggris Itu Overrated, Udah, Iyain Aja biar Cepet (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai lulusan jurusan Sastra Inggris, sebenarnya saya kenyang denger keluh kesah kawan yang kerap ditanyai tentang hal-hal ajaib tentang jurusan ini. Saya sih jarang ditanya, soalnya memang saya nggak akan ngasih jawaban yang menyenangkan. Misal, tiap ditanya mahasiswa Sastra Inggris itu bisa apa, saya selalu jawab “bisa ngantemi ndasmu”.

Pertanyaan-pertanyaan ajaib tentang jurusan ini sebenarnya tidak muncul tanpa sebab. Saya kira memang Sastra Inggris ini bukan jurusan yang bisa dipahami dengan sederhana, apalagi pakai pandangan hitam-putih. Sebenarnya, setiap jurusan itu ya harusnya nggak boleh dilihat hitam-putih, tapi ya gimana lagi.

Hal tersebut diperparah lulusan jurusan ini yang profesinya ajaib. Ajaib dalam artian bener-bener nggak linear. Saya nggak usah sebutin contohnya apa lah ya, wong kalian pasti nemu sendiri.

Makanya, nggak perlu kaget kalau ada yang bilang Sastra Inggris itu adalah jurusan yang overrated. Terlihat keren karena ada kata “sastra” dan “Inggris”. Orang negara ini kan nggumunan. Denger kata sastra nggumun, denger orang ngomong pake bahasa Inggris dianggep dewa. Nggak percaya? Tuh, liat aja betapa banyak orang yang mendewakan bule.

Tapi apakah benar jurusan ini dianggap overrated? Debatable. Tapi kalau tanya saya, saya sih bakal jawab iya. Kenapa? Biar cepet aja.

Janji yang kelewat bombastis

Sebelum lanjut, saya perlu menekankan satu hal, kuliah itu adalah cara kita membentuk pikiran agar semakin terasah, sistematis, dan bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Jadi, bisa dibilang kuliah itu membentuk pondasi kita sebagai manusia. Saya setuju kalau kuliah itu memang buat cari kerja, karena memang perusahaan butuh manusia yang bisa berpikir sistematis serta berguna. Nah, kalau hal ini udah dipahami, nanti bakal lebih paham dengan penjelasan saya. Lanjut.

Saya ingin menyalahkan banyak pihak yang berlebihan dalam mempromosikan jurusan Sastra Inggris. Ada yang bilang kalau jurusan ini adalah pencetak duta besar atau kerja di kedutaan besar. Itu nggak salah, tapi ya nggak bisa dijadikan kebenaran tunggal. Ya saya bisa memahaminya sih, namanya promosi, pasti bombastis. Tapi hal ini jugalah yang bikin banyak orang kelewat tinggi memandang jurusan ini.

Padahal jurusan ini, ya, nggak seheboh itu. Kalau ilmu yang dipelajari keren, iya. Saya mempelajari sedikit ilmu subtitling, sedikit ilmu sastra, juga belajar sedikit filsafat selama kuliah. Kenapa sedikit? Ya, maklum. Saya kuliah 14 semester, jelas terlihat kalau saya nggak paham sama kuliahnya. Tapi, tetap saja, bagi saya, ilmu yang diajarkan keren. Tapi kan jurusan lain juga begitu. Ilmunya pasti keren, karena bisa membuka cakrawala pikiran.

Baca Juga:

Meski Dianggap Jurusan yang Tidak Relevan dengan Industri, Saya Malah Bangga Masuk Jurusan Sastra Inggris

Derita Fresh Graduate Hari Ini: Lapangan Kerja Kian Sempit dan Syarat Lowongan Kerja Makin Aneh

Ngeri kali wak mulutku, membuka cakrawala pikiran.

Mahasiswa Sastra Inggris ada yang nggak mandi

Selain janji yang kelewat bombastis, mungkin kehidupan anak Sastra Inggris lah yang bikin jurusan ini dianggap overrated. Banyak yang menganggap karena jurusan ini mempelajari bahasa dan budaya asing, setidaknya, manusianya akan lebih keminggris dan berpakaian yang necis.

Keminggris sih, bisa dianggap valid lah. Sebab nggak jarang juga saya menemukan kawan sejurusan yang ngomongnya jadi ala Jaksel. Tapi apakah itu bermasalah? Ya nggak. Coba situ terpapar bahasa asing 5 hari dalam seminggu, niscaya ngomonge kecampur. Saya aja jadi nyampur bahasa Indonesia sama Jawa kok kalau ngomong gara-gara merantau ke Jogja. Tapi beneran perkara bahasa Jaksel ini. Saya nggak keganggu. Kan ada mapel tentang itu juga.

Untuk perkara necis atau “beradab”, ini saya yang nggak setuju. Mentang-mentang mahasiswa Sasing itu mempelajari Shakespeare dan British Culture and Literature (duh, ketauan nih angkatan saya), bukan berarti kami tiba-tiba punya aksen dan berpakaian seperti Thomas Shelby. Nggak gitu konsepnya. Mahasiswa Sasing ada yang nggak mandi (itu saya), fashion pop punk sadboi (saya), dan ngomongnya tetep medok (kalau ini, bukan hanya saya).

Wong saya pernah nemu mahasiswa Sastra Inggris pake maskernya Kaneki di kampus. Sumpah.

Lapangan kerjanya beneran luas, asal…

Kali ini, bahasan saya serius. Yang bikin saya nggak begitu terima ketika jurusan saya berkuliah (dan hampir di-DO) ini dianggap overrated adalah, karena kalau perkara lapangan kerja, beneran luas. Ilmunya banyak yang kepakai soalnya. Misal, ada beberapa ilmu di Writing dan Reading III/IV yang kepakai di kerjaan saya. Ilmu-ilmu di mata kuliah Translation kepakai banyak saat saya berusaha memahami dokumen atau artikel berbahasa Inggris. Bahkan saya berani bilang, saya bisa menulis (tidak buruk-buruk amat) ini ya gara-gara mata kuliah Translation.

Mempelajari budaya asing (dalam konteks ini, biasanya, Amerika-Inggris-Australia) bisa bikin kita lebih luas dalam berpikir. Sejarah, corak pemerintahan, serta custom yang tiap negara punya bikin kita lebih mudah jika mau apply kerjaan di negara tersebut. Nggak jarang juga lulusan Sastra Inggris yang beneran laku di luar negeri. Tapi lagi-lagi, itu balik ke mahasiswanya. Nek gaweane mung kukur-kukur neng kamar kos, ya susah.

Jadi ya, kalau dibilang lapangan kerjanya luas, saya setuju itu. Mahasiswa Sastra Inggris, mungkin lebih tepat “dibikin jago” dalam perkara adaptasi, jadi ya, banting setirnya mudah. Perkara ilmunya kepakai atau nggak, itu beda cerita.

Iya, jurusan Sastra Inggris overrated, iya…

Itulah yang bikin saya nggak mau debat sama orang yang bilang jurusan Sastra Inggris itu overrated. Ya mau dijelasin pun mereka nggak bakal paham, karena memang jurusan ini nggak menawarkan hal-hal yang linear. Ilmu-ilmu yang ada, memang dipelajari sebagai bekal agar bisa menjadi manusia yang bisa berpikir. Sebab, memang itulah guna sastra, mencetak manusia pemikir. Betul, kan?

BTW, yang saya omongin ini baru permukaan banget. Saya nggak mau bahas detil karena… buat apa? Kan nggak akan paham juga, bakal pakai kartu “lhA KalAU cUmA beLaJaR bAHAsa INGGRis kaN Bisa KurSus”. Coba, kalian mau ngomong sama orang berotak seukuran kampas rem motor? Nggak kan?

Jadi, bagi kalian mahasiswa Sastra Inggris yang mulai stres dan tertekan gara-gara pandangan orang, udah, tenang. Masa depan buram itu nggak hanya milik kalian. Kalau ada yang bilang ini itu, udah, iyain aja biar cepet. Pikirkan cara bahagia versi kalian, soalnya kalau mikir masa depan, yang ada malah budrek.

Ya gimana, wong negara ini bisa diatur sesuai maunya pihak itu-itu aja kok.

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kuliah Sastra Inggris Biar Lancar Berbahasa Inggris: Tidak Segampang Itu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Desember 2023 oleh

Tags: jurusan sastra inggrislapangan kerjaLinguisticsLiteratureoverratedTranslation
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

Jurusan Ilmu Komunikasi, Dianggap Overrated dan Nggak Punya Masa Depan yang Jelas

Jurusan Ilmu Komunikasi, Dianggap Overrated dan Nggak Punya Masa Depan yang Jelas

11 Desember 2023
6 Drama Korea yang Overrated Terminal Mojok

6 Drama Korea yang Overrated

19 April 2022
5 Makanan Mahal yang Overrated, kok Bisa sih Pada Suka?

5 Makanan Mahal yang Overrated, kok Bisa sih Pada Suka?

20 Januari 2023
4 Makanan Viral Sepanjang Tahun 2022 yang Paling Overrated Terminal Mojok

4 Makanan Viral Sepanjang Tahun 2022 yang Paling Overrated

21 Desember 2022
Sidoarjo Perlakukan Anak Muda seperti Pengemis Kerja (Unsplash)

Ketika Disnaker Sidoarjo Memperlakukan Anak Muda seperti Pengemis Kerja Padahal Pemerintah Gagal Menyediakan Lapangan kerja bagi Anak Muda

7 Juni 2025
TKI Alias Tenaga Kerja Indramayu: Sebuah Fakta Pahit tentang Kehidupan Warga Indramayu yang Susah Meraih Kesejahteraan

TKI Alias Tenaga Kerja Indramayu: Sebuah Fakta Pahit tentang Kehidupan Warga Indramayu yang Susah Meraih Kesejahteraan

10 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas” Terminal

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas”

11 Mei 2026
Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.