Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Jok Penumpang Motor Ninja Adalah Jok yang Paling Aneh buat Saya

Ayu Octavi Anjani oleh Ayu Octavi Anjani
26 November 2020
A A
Jok Penumpang Motor Ninja Adalah Jok yang Paling Aneh buat Saya terminal mojok.co

Jok Penumpang Motor Ninja Adalah Jok yang Paling Aneh buat Saya terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Fix! Valid! No debat. Jok penumpang motor Ninja adalah jok paling aneh yang pernah saya temui dan rasakan.

Saya hobi sekali naik motor. Entah itu dibonceng atau membonceng. Kalau disuruh milih saya lebih senang naik motor ketimbang mobil. Naik motor lebih asyik menurut saya, lebih bisa merasakan angin sepoi-sepoi. Apalagi kalau perjalanan jauh.

Saya sudah pernah merasakan naik motor dari yang gigi sampai matic. Namun, jujur sampai saat ini saya hanya berani mengendarai motor matic. Ya, karena lebih mudah dikendarainya. Tinggal gas rem gas rem saja. Nggak ribet. Kalau motor gigi, saya nggak berani. Saya masih bingung cara pindah giginya bagaimana. Ditambah saya pernah nyungsep waktu belajar naik motor gigi dulu.

Sejauh ini, motor yang paling nyaman buat saya adalah motor matic. Kalau untuk membonceng dan dibonceng, motor matic memang jagonya. Namun, nggak jarang saya juga dibonceng pakai motor gigi. Ya, pokoknya dibonceng pakai motor apa pun saya senang. Kecuali dengan motor satu ini.

Jika waktu itu ada tulisan tentang seblak yang dianggap sebagai makanan paling aneh, di dunia permotoran ini buat saya motor Ninja adalah yang paling aneh. Apalagi jok motor penumpangnya. Duh. Banyak yang bilang perempuan suka laki-laki yang punya motor Ninja. Ah! Kalau saya sih tidak. Big no! Saya akan utamakan mereka yang punya motor Mio atau Vario, deh.

Banyak orang bilang body motor Ninja itu keren. Ya, bolehlah kalau soal bodynya. Meskipun bagi saya juga sedikit aneh. Banyak yang bilang kalau laki-laki punya motor ini sudah pasti keren. Hah? Pernyataan paling aneh yang pernah saya dengar. Tetangga saya punya motor ini kok nggak keren, ya? Malah badungnya bukan main. Hmmm. Mungkin itu yang dimaksud bad boy.

Lantas, kenapa saya mempermasalahkan jok penumpang motor Ninja? Alasannya karena joknya nggak manusiawi. Kalau jok pemboncengnya sih masih oke. Masih bisa saya tolerir. Namun, saya kadang mbatin, apa nggak capek ya kalau nyetir badannya harus sampai bungkuk begitu? Soalnya jarak stang motor dengan tubuh cukup jauh.

Ah, lupakan stang motornya. Kembali fokus ke jok penumpangnya. Bagi saya, jok penumpang motor Ninja itu aneh sekali. Terlalu tinggi. Bahkan kalau buat saya tinggi sekali. Saya sering lihat perempuan yang dibonceng pakai motor ini sambil meluk pacarnya itu posisi duduknya nggak enak banget, deh. Asli. Kesannya malah kaya lagi nungging di motor. Ih, aneh banget lah pokoknya.

Baca Juga:

Wahai para Tukang Parkir Liar, Kasih Kardus ke Jok Motor Kami biar Nggak Kepanasan, Modal Kardus Tak Akan Membuatmu Miskin!

Saya ini bukan tipe perempuan yang kalau dibonceng pacar hobinya pelak-peluk. Saya lebih fokus lihat jalanan biasanya. Nggak pernah sekalipun saya peluk pacar kalau sedang dibonceng. Ketika saya lihat perempuan di jalan yang naik motor Ninja lalu duduk manis sambil memeluk sang pacar, ditambah pose nungging-nungging yang aneh banget tadi itu, saya makin nggak mau peluk pacar apalagi kalau naik motor Ninja.

Memangnya perempuan yang dibonceng motor Ninja dengan model jok begitu nggak malu, ya? Toh, ternyata pose duduk sambil meluk pacar itu aneh banget. Apa mungkin selama ini mereka nggak sadar kalau seperti itu? Ah, tapi masa nggak sadar? Pasti ada rasa nggak nyaman, kan, kalau posisi duduknya nungging-nungging?

Selama 22 tahun saya hidup, saya hanya pernah naik motor Ninja dua kali. Pasalnya, setelah naik yang kedua kalinya, saya memutuskan nggak mau naik motor ini lagi. Bahkan saya pernah bilang ke mantan pacar saya dulu mending dia beli motor Mio atau Supra X saja, lah, ketimbang saya harus naik motor Ninja-nya. Hahaha.

Selain terkesan nungging-nungging kalau dibonceng, jok penumpang motor ini sangking tingginya saya selalu jadi pusat perhatian pengguna jalan lainnya. Jok yang tinggi itu malah membuat saya terasa lebih tinggi dibanding pengendara motor lainnya seperti Mio dan Vario.

Saya kadang malu deh kalau dilihatin dari bawah. Maksud saya, kadang ada saja mbak-mbak atau mas-mas yang kepalanya naik turun lihatin saya duduk di motor Ninja. Apalagi kalau sedang di lampu merah. Hadeh. Memang membuat tidak nyaman ya motor Ninja ini.

Belum cukup sampai di situ. Tingginya jok penumpang motor Ninja membuat saya selalu was-was kalau tiba-tiba jatuh. Ini dia yang paling saya takuti. Saking tingginya, saya takut ketika melewati polisi tidur saya akan terbang entah ke mana. Seram sekali memang. Apalagi kalau sudah dibawa ngebut. Haduh. Kapok saya.

Setiap kali saya melihat motor Ninja, pasti saya langsung terpikir jok penumpangnya yang aneh bin ajaib itu. Kadang saya berpikir ini saya wajar atau memang selera saya yang rendah, ya? Saya lebih senang lihat laki-laki pakai motor gigi atau matic. Ah! Selera saya bukan rendahan. Memang selera orang kan beda-beda.

Sejauh ini, setiap motor Ninja yang saya lihat, jok penumpangnya nggak santai banget. Ada nggak sih yang jok motornya biasa-biasa saja gitu? Sepertinya semua motor Ninja bentuk jok penumpangnya sama deh. Dibonceng motor Ninja buat saya malah bikin mangkel. Nggak lagi-lagi deh saya naik motor Ninja!

BACA JUGA Yamaha Vixion: Motor yang Mudah Dicintai dan Bikin Nyaman Pengendaranya atau tulisan Ayu Octavi Anjani lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 November 2020 oleh

Tags: jok motormotor ninja
Ayu Octavi Anjani

Ayu Octavi Anjani

Mahasiswa akhir yang hobi makan dan nulis.

ArtikelTerkait

Tukang Parkir Liar Nggak Hanya Bikin Pengendara Sebel, tapi Juga Bikin Pengusaha Kecil Bangkrut tempat parkir ilegal tukang parkir atm, capres surabaya bogor, kota malang polisi cepek qris parkir indomaret

Wahai para Tukang Parkir Liar, Kasih Kardus ke Jok Motor Kami biar Nggak Kepanasan, Modal Kardus Tak Akan Membuatmu Miskin!

22 Juli 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan (Unsplash)

4 Ciri Nasi Padang Redflag yang Bikin Nggak Nafsu Makan

8 April 2026
8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya (Wikimedia Commons)

8 Tipe Mahasiswa KKN yang Menjadi Beban Kelompoknya

10 April 2026
Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Merasa Lebih Dihargai daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” selama Bertahun-tahun Mojok.co

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

9 April 2026
Toyota Hiace, Mobil Toyota yang Nyamannya kayak Bawa LCGC (Unsplash)

Derita Pemilik Hiace, Kerap Menghadapi “Seni” Menawar Harga yang Melampaui Batas Nalar

8 April 2026
Hidup di Desa Nggak Selamanya Murah, Social Cost di Desa Bisa Lebih Mahal daripada Biaya Hidup Sehari-hari karena Orang Desa Gemar Bikin Hajatan

Pindah ke Desa Bukan Solusi Instan Saat Muak Hidup di Kota Besar, apalagi bagi Kaum Introvert, Bisa-bisa Kena Mental

5 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan
  • Resign Kerja di Jakarta untuk Rehat di Jogja, Menyesal karena Hidup Tak Sesuai Ekspektasi dan Malah Kena Mental
  • Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis
  • Tinggalkan Pekerjaan Gaji Puluhan Juta demi Merawat Ibu di Desa, Dihina Tetangga tapi Tetap Bahagia
  • #NgobroldiMeta: Upaya AMSI dan Meta Bekali Media untuk Produksi Jurnalisme Berkualitas di Era AI
  • Meminta Dosen-Mahasiswa Jalan Kaki ke Kampus ala Eropa: Antara Visi Elite dan Realitas yang Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.