Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos

Ahmad Nasihin oleh Ahmad Nasihin
20 Juli 2026
A A
Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos Mojok.co

Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tinggal di kos atau kontrakan mengajarkan saya bahwa hidup berdampingan dengan orang lain ternyata ada seninya. Bukan cuma soal saling menyapa atau menjaga kebersihan, tetapi juga memahami aturan-aturan kecil.

Salah satunya adalah etika menggunakan tempat jemuran.

ADVERTISEMENT

Menurut saya, ada satu aturan tidak tertulis yang harus disepakati bersama ketika tinggal di kos atau tinggal bersama banyak orang. Bahkan, kalau perlu, aturan tersebut dituliskan saja agar semakin jelas dan mengikat. Aturan itu adalah jangan biarkan baju yang sudah kering memenuhi ruang jemuran. 

Terdengar sederhana memang, tapi tidak semua orang ternyata memahaminya.

Saya juga heran kok ada penghuni kos yang membiarkan pakaiannya lama-lama dijemur. Saya curiga ada penghuni yang mengira tali jemuran itu semacam gudang penyimpanan pakaian. Mau sudah kering dua hari, tiga hari, bahkan lebih dari itu, tetap saja dibiarkan bergelantungan.

Merepotkan penghuni kos lain

Berkat penghuni kos yang malas angkat jemuran, kadang saya sampai mengurungkan niat mencuci hari itu. Bukan karena malas, tetapi karena bingung cucian nanti dijemur di mana. 

Saya pernah nekat mencuci banyak pakaian dengan harapan nanti pasti ada spot jemuran yang kosong. Nyatanya, jemuran tetap penuh.

Alhasil, cucian yang sudah bersih cuma mengendap di ember semalaman, bahkan sampai mulai bau. Rasanya benar-benar percuma sudah capek mencuci kalau akhirnya mentok gara-gara tali jemuran tidak kunjung kosong.

Baca Juga:

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

Rasa Syukur Tinggal di Kos Murah Berubah Jadi Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang

Saya paham semua orang sibuk. Ada yang kerja pagi sampai malam, ada yang shift-shift-an, ada yang punya anak kecil. Tapi, bukankah justru karena sama-sama sibuk, kita harus sama-sama sadar kalau tempat jemur itu dipakai bersama? Jangan mentang-mentang bajunya sudah kering, lalu dibiarkan menikmati angin sepoi-sepoi selama berhari-hari.

Di tempat saya tinggal ada delapan petak kontrakan atau kos. Sebagian besar sudah berkeluarga. Artinya, sekali nyuci baju, yang keluar bukan lima potong pakaian saja, tapi bisa satu gunung cucian. Masalahnya, tali jemuran tetap jumlahnya segitu-gitu saja.

Akhirnya yang belum mencuci malah ikut pusing. Mau nyuci sekarang takut tidak kebagian tempat. Ditunda, besok belum tentu jemurannya kosong. Besoknya lagi, ternyata kaus yang sama masih setia menggantung di tempat yang sama.

Lucunya, orang yang paling dirugikan justru sering kali adalah orang yang berusaha tertib. Kita sengaja mengangkat jemuran begitu kering supaya orang lain bisa memakai tempatnya. Eh, giliran mau menjemur, tempatnya sudah dikuasai penghuni lain yang entah kapan akan diangkat.

Etika tidak tertulis yang mungkin sebaiknya dituliskan saja

Menurut saya, hidup di kos itu bukan cuma soal bayar uang sewa tepat waktu. Ada etika kecil yang tidak pernah ditulis pemilik kos, tetapi menentukan nyaman atau tidaknya hidup bersama. Salah satunya ya tahu diri kalau jemuran itu dipakai bareng, bukan buat satu orang saja.

Tolonglah ya, mengangkat jemuran itu hanya butuh beberapa menit.

Terlebih bagi yang tinggal bersama pasangan atau keluarga, rasanya bukan hal yang sulit untuk saling bergantian. Siapa yang lebih dulu sampai rumah, ya dia yang mengangkat. Beda dengan saya yang masih bujang. Kalau bukan saya yang mengangkat jemuran, ya memang tidak akan ada orang lain.

Lagi pula, mengangkat jemuran jauh lebih sebentar daripada membuat tetangga berkali-kali mengurungkan niat mencuci hanya karena talinya masih penuh. Jangan sampai yang kering malah betah di jemuran, sementara yang kotor terus mengendap di ember cucian.

Penulis: Ahmad Nasihin
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Kos Putri Kerap Dianggap Tempat Paling Rapi di Dunia, padahal Justru Sebaliknya, Titik Kumpul Masalah dan Kekacauan!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Juli 2026 oleh

Tags: konflikkoskos-kosanpenghuni kos
Ahmad Nasihin

Ahmad Nasihin

Lulusan mahasiswa peternakan yang suka berbagi cerita dan pengalaman lewat tulisan

ArtikelTerkait

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
5 Tipe Penghuni Kos Red Flag Menurut Ibu Saya yang Sudah 30 Tahun Mengelola Kos-kosan Mojok.co

5 Tipe Penghuni Kos Red Flag Menurut Ibu Saya yang Sudah 30 Tahun Mengelola Kos-kosan

19 April 2025
5 Alasan Buka Usaha Kos Putri Lebih Tekor daripada Kos Putra Mojok.co

5 Alasan Buka Usaha Kos Putri Lebih Tekor daripada Kos Putra

19 April 2025
Niatnya Hemat Kos Murah, Malah Dapat Kamar Bekas Aborsi (Unsplash)

Demi Hemat Ratusan Ribu, Rela Tinggal di Kos Murah yang Ternyata Bekas Aborsi

12 Januari 2026
Kos Murah yang Diidamkan Berujung Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang Mojok.co

Rasa Syukur Tinggal di Kos Murah Berubah Jadi Penyesalan karena Tabiat Buruk Ibu Kos yang Suka Ngutang

20 Mei 2026
Rumah di Sleman, Kuliah di Sleman, Ngapain Kos?

Rumah di Sleman, Kuliah di Sleman, Ngapain Kos?

21 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Review Mie Gacoan Bangkalan Madura, Cabang yang Anomali karena Tidak Perlu Antre Mojok.co

Mie Gacoan Bangkalan Madura bisa tutup kalau 3 hal ini tidak diperbaiki

18 Juli 2026
Kecewa pada teman yang tidak mengucapkan selamat ulang tahun, saya jadi belajar tidak berekspektasi pada manusia Mojok.co

Kecewa pada teman yang tidak mengucapkan selamat ulang tahun, saya jadi belajar tidak berekspektasi pada manusia 

16 Juli 2026
Nanas madu Pemalang sering diremehkan karena ukurannya, padahal inilah oleh-oleh yang paling layak dibawa pulang

Nanas madu Pemalang sering diremehkan karena ukurannya, padahal inilah oleh-oleh yang paling layak dibawa pulang

18 Juli 2026
Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera Mojok.co

Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera

19 Juli 2026
Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi?

20 Juli 2026
Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela Mojok.co

Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela

15 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.