Informasi

Banyaknya Jasa Bimbingan Skripsi Adalah Teguran Keras agar Kampus dan Dosen Pembimbing Segera Muhasabah Diri

Sistem Konversi Skripsi: Solusi Lulus Tepat Waktu, Bukan Ajang Memburu Waktu jasa bimbingan skripsi

Simbol rendahnya kualitas dosen pembimbing

“Ya, kan, dari kampus sudah menyuruh dosen untuk membimbingnya?”

Tentu saja kampus sudah melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan jasa pembimbing skripsi. Tapi, dengan adanya eksistensi jasa pembimbing skripsi, dengan banyaknya testimoni di sana, itu sudah amat sangat cukup untuk menjadi simbol bahwa dosen pembimbing sekarang itu kebanyakan kualitasnya rendah.

Terus terang aja, sampai sekarang saya nggak ambil jasa pembimbing itu. Tapi kalau melihat konten-konten para jasa pembimbing skripsi, memang sangat menyenangkan. Penjelasan mereka sangat sederhana, jelas, dan seolah-olah menganggap mahasiswa sebagai kawan berpikirnya. Terlebih lagi, yang namanya “jasa”, sudah barang tentu mereka ini melayani mahasiswa dengan baik.

Berbeda dengan dosen pembimbing yang nggak jarang penjelasannya rumit. Sehingga membuat mahasiswa bingung dan revisi berkali-kali. Bahkan, kawan saya yang sudah lulus pun pernah gonta-ganti dosen pembimbing dan curhat pada saya. Yaitu bahwa dirinya merasa kalau para dosen pembimbing itu kebanyakan nggak bisa melayani kebutuhan mahasiswanya untuk menyelesaikan skripsi. Seolah-olah mereka justru mempersulit.

Teguran keras bagi kampus dan dosbing

Memang nggak semua dosen pembimbing skripsi itu kualitasnya rendah. Tapi kalau berkaca pada tulisan di Terminal Mojok tentang dosen pembimbing yang suka read doang, melihat sambatan mahasiswa akhir di TikTok, juga mendengar pengalaman dari kawan-kawan sebaya, itu bagi saya sudah menjadi alamat bahwa dosen pembimbing sekarang perlu untuk muhasabah diri.

Harusnya, dengan mengemukanya fakta hari ini ada jasa pembimbing skripsi, hal itu bukan malah dibiarkan oleh pihak kampus dan para dosen pembimbing. Mereka sudah sepatutnya menganggap fakta itu sebagai teguran. Teguran bahwasanya moral mereka sebagai institusi akademis dan pendidik sedang terancam.

Kalau menganggap mahasiswa yang salah, tentu saja hal itu benar adanya. Tapi, mereka masih mahasiswa, masih sangat perlu buat diingatkan dan dituntun. Masak ya sebegitu jahatnya melihat mereka dan orang tuanya bersusah payah mengorbankan dua kali lipat tenaga, pikiran, dan materi bahkan hanya untuk mendapatkan gelar dan ijazah.

Institusi akademis dan pendidik loh. Masak nggak malu mengaku sebagai pembentuk generasi masa depan, tapi faktanya membiarkan mereka sengsara dalam ketidaksadaran?

Penulis: Achmad Fauzan Syaikhoni
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Saran untuk Pembimbing Skripsi yang Mahasiswanya Ngebet Wisuda

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 9 September 2023 oleh .

Achmad Fauzan Syaikhoni

Pemuda setengah matang asal Mojokerto, yang selalu ekstase ingin menulis ketika insomnia. Pemerhati isu kemahasiswaan, lokalitas, dan hal-hal yang berbau cacat logika.