Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Jangankan Mendapat Pekerjaan, Lulus dari Jurusan Sejarah Saja Susah

Muhammad Rohman oleh Muhammad Rohman
26 Agustus 2021
A A
lulusan jurusan sejarah kerja di mana mojok

lulusan jurusan sejarah kerja di mana mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Di malam yang manis dan penuh kebahagian sehabis ngobrol dengan kekasih via telepon, saya tiba-tiba mendapat gairah untuk memulai lagi menulis skripsi. Tapi, kendala yang saya alami masih sama: bingung mau menulis apa. Saya mengalami apa yang biasa disebut sebagai writer’s block oleh penulis profesional maupun amatir.

Di tengah kebingungan, pacar saya yang tadinya menutup telepon karena hendak mengerjakan tugas, tiba-tiba mengirimi saya link artikel Terminal Mojok yang bertajuk “Betapa Menyedihkan Nasib Lulusan Sejarah dalam Mencari Pekerjaan.” Dia memang satu-satunya orang yang paling gelisah soal masa depan saya.

Di dalam artikel itu, Mas Syamsul (penulis) menceritakan bagaimana sulitnya mencari pekerjaan yang membutuhkan kualifikasi lulusan jurusan Sejarah. Bahkan sampai dua tahun masa pencarian, melamar kerja ke berbagai perusahaan, akhirnya beliau menyimpulkan bahwa tidak ada pekerjaan bagi sarjana lulusan jurusan Sejarah kecuali menjadi guru.

Meskipun awalnya sempat nggak peduli, saya menduga bahwa sepertinya blio termakan juga dengan bualan dosen yang mengatakan bahwa lulusan sejarah bisa menjadi apa saja, yang bahkan menjadi presiden. Itu yang saya kira menjadi alasan blio melamar ke berbagai perusahaan karena yakin akan ada pekerjaan untuk lulusan jurusan Sejarah.

Berbeda dengan Mas Syamsul, saya yang saat ini masih menyandang status sebagai mahasiswa Ilmu Sejarah—karena kesulitan menyelesaikan skripsi—, saya tidak pernah mendapatkan bualan alih-alih motivasi dari dosen seperti yang Mas Syamsul dapatkan. Ketika awal masuk semester satu, dosen saya yang paling lucu, biasa disapa Pak Ipul, justru malah menyampaikan pertanyaan sekaligus pernyataan yang kata saya konyol tapi realistis.

“Kalian mau jadi apa kuliah di Ilmu Sejarah? Lulusan Ilmu Sejarah nggak punya masa depan!” Kira-kira begitu. Saya kurang begitu ingat setiap detail diksi yang beliau gunakan. Tapi, ketika itu saya sadar betul kalau lulusan jurusan Sejarah memang kurang dibutuhkan dalam dunia praktis—untuk tidak mengatakan tidak pernah dibutuhkan. Ketika orang-orang ngomongin pembangunan, Ilmu Sejarah selalu jadi satu-satunya Ilmu Sosial (sebagian menyebutnya Ilmu Humaniora) yang ditinggalkan. Itu mengapa lulusan jurusan Sejarah nggak begitu dibutuhkan di berbagai bidang pekerjaan.

Hampir nggak ada habisnya untuk dibicarakan. Sebelum akhirnya menjadi sarjana Sejarah, mahasiswa jurusan Sejarah sudah sangat terbiasa dengan berbagai kesulitan. Istilah lainnya sudah terlatih menderita. Dan kesulitan yang paling final sebagai mahasiswa Sejarah adalah sulitnya lulus dari jurusan ini.

Menurut informasi dari mulut ke mulut, di universitas saya, kira-kira lima tahun terakhir, belum pernah meluluskan puluhan mahasiswa dengan masa studi 8 semester. Data ini boleh didebat jika memang nggak akurat. Tapi yang pasti, di angkatan saya baru dua orang yang sidang di semester 8. Dan sekarang kami sudah memasuki semester gasal. Hambatan apa lagi kalau bukan skripsi?

Baca Juga:

Betapa Dangkal Cara Berpikir Mereka yang Menganggap Jadi IRT Adalah Aib

Pengakuan Joki Skripsi di Jogja: Kami Adalah Pelacur Intelektual yang Menyelamatkan Mahasiswa Kaya tapi Malas, Sambil Mentertawakan Sistem Pendidikan yang Bobrok

Menulis skripsi Sejarah ternyata tidak semudah membacanya. Skripsi Sejarah yang bagi sebagian besar orang hanya sebuah tulisan rekonstruksi peristiwa atau kejadian masa lampau, ternyata untuk menulisnya diperlukan metode atau metodologi yang ketat. Sebagai ilmu yang—pada dasarnya—bersifat diakronis, tulisan sejarah haruslah memperhatikan signifikansi waktu. Ini yang membedakan dengan ilmu lain, yang juga menjadi kesulitan tersendiri bagi sebagian besar mahasiswa Sejarah.

Kalau sebagian besar ilmu sosial lain tanpa mengharuskan riset mendalam sebelum menentukan topik kajian dan akhirnya bisa lancar proses penyelesaian skripsinya, di Ilmu Sejarah saya rasa itu hampir nggak mungkin terjadi. Untuk menentukan topik penelitian mahasiswa Sejarah haruslah mengecek dahulu ketersediaan sumber dan memahami secara mendalam topik yang ingin dikaji. Proses ini biasa dilakukan dengan membaca banyak arsip dan buku. Tentu ini menghabiskan waktu yang relatif lama.

Tanpa melakukan hal yang saya sebutkan itu, biasanya sebagian besar akan mengalami kemandekan karena kurangnya data yang dimiliki. Kira-kira itu yang saya alami saat ini. Dan ini juga yang sering menjadi kendala sebagian besar mahasiswa Sejarah lainnya, yang akhirnya menjadi lama lulusnya. Selain itu juga masih banyak serangkaian proses rumit yang bakal dialami mahasiswa Sejarah ketika skripsian, yang kalau saya tuliskan jatuhnya malah seperti kuliah metodologi nanti.

Saya kira itu, selain memang susah untuk mendapat pekerjaan dengan kualifikasi khusus lulusan Sejarah, mahasiswa Sejarah memang untuk lulus saja susah. Berharap mendapat pekerjaan sama dengan serakah!

BACA JUGA Terjerat Pinjaman Online dan Bagaimana Lepas dari Debt Collectornya dan tulisan Muhammad Rohman lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 30 Agustus 2021 oleh

Tags: jurusan sejarahluluspekerjaansarjanaSkripsi
Muhammad Rohman

Muhammad Rohman

Seorang kakak yang paling bahagia karena diberkahi dua adik lucu. Segera lulus dari Universitas Negeri Semarang. Twitter: @rochman_7610.

ArtikelTerkait

Pengangguran Terjadi Bukan Karena Keadaan, Tapi Faktor Gengsi sarjana mahasiswa lowongan kerja terminal mojok.co

Pengangguran Terjadi Bukan karena Keadaan, tapi Faktor Gengsi

6 September 2020
Di Universitas Muria Kudus, meski Skripsimu Kelar, Nggak Berarti Kamu Bisa Lulus!

Di Universitas Muria Kudus, meski Skripsimu Kelar, Nggak Berarti Kamu Bisa Lulus!

12 Desember 2023
Akbar Faisal Profesi PNS Adalah Kebanggaan Orang Tua yang Masih Abadi terminal mojok.co

Pernyataan Akbar Faizal Super Relate bagi Pemuda yang Terus-terusan Dipaksa Jadi PNS

17 Oktober 2021
Menerka Pekerjaan Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra di Industri Hiburan Korea

Menerka Pekerjaan Upin Ipin dan Anak-anak Tadika Mesra di Industri Hiburan Korea

11 Juli 2023
5 Pekerjaan yang Menghasilkan Banyak Cuan dalam Hitungan Jam selain Tukang Parkir dan Pak Ogah

5 Pekerjaan yang Menghasilkan Banyak Cuan dalam Hitungan Jam selain Tukang Parkir dan Pak Ogah

21 Agustus 2024
Derita Fresh Graduate Hari Ini: Lapangan Kerja Kian Sempit dan Syarat Lowongan Kerja Makin Aneh Mojok.co

Derita Fresh Graduate Hari Ini: Lapangan Kerja Kian Sempit dan Syarat Lowongan Kerja Makin Aneh

7 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
Gambar Masjid Kauman Kebumen yang terletak di sisi barat alun-alun kebumen - Mojok.co

5 Stereotip Kebumen yang Sebenarnya Nggak Masuk Akal, tapi Terlanjur Dipercaya Banyak Orang

31 Januari 2026
Andai Jadi Warga Tangerang Selatan, Saya Pasti Sudah Pusing Tujuh Keliling. Mending Resign Jadi Warga Tangsel!

Jangan Nilai Buku dari Sampulnya, dan Jangan Menilai Tangerang Selatan Hanya dari Bintaro, Alam Sutera dan BSD Saja

4 Februari 2026
Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali Mojok.co

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

6 Februari 2026
4 Menu Mie Gacoan yang Rasanya Gagal, Jangan Dibeli kalau Nggak Mau Menyesal seperti Saya

Tips Makan Mie Gacoan: Datanglah Pas Pagi Hari, Dijamin Rasanya Pasti Enak dan Nggak Akan Kecewa

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.