Jangan Hakimi Saya dari Horoskop Belaka!

horoskop

horoskop

Aneh bin ajaib. Di zaman yang serba canggih ini seseorang dapat mengakses informasi apapun, baik melalui media cetak konvensional atau media daring seperti yang banyak dilakukan oleh anak-anak zaman now. Saya ambil contoh gaya berinteraksi anak zaman now yang saling menggali informasi lewat media daring.

Kita sangat tahu, atau mungkin justru kita sendiri turut meramaikan jagat per-online-an. Entah bagaimana eksplorasi masing-masing dari kita untuk memanfaatkan fasilitas dari media daring, yang pasti media semacam ini akan mumpuni dalam hal pengakumulasian informasi yang kita butuhkan. Dimana saja, dan kapan saja. Singkatnya, kita semua hidup di zaman serba instan praktis.

Saking hebatnya media daring di zaman praktis ini, membuat kebanyakan orang dapat menebak bagaimana sifat dan tabiat kita. Lewat media daring, semua orang dapat menebak kepribadian seseorang. Lebih hebatnya, seseorang dapat memprediksi potensi satu sama lain di masa yang akan datang. Luar biasa, bukan?

Seperti yang pernah saya alami suatu hari. Ketika masa kuliah saya masih semester 7, wajib hukumnya bagi saya—dan teman-teman—yang berada di naungan fakultas ilmu pendidikan untuk mengikuti program macro teaching atau PLP II yaitu Praktik Lapang Persekolahan. Jadi kami para cagur atau cados atau apa saja lah yang penting berguna bagi nusa dan bangsa harus terjun langsung ke lapangan (sekolah) untuk praktik mengajar.

Beberapa hari setelah pelepasan mahasiswa PLP II ke sekolah, saya pun memiliki rutinitas baru—mengajar. Dan rutinitas itu pun berjalan normal selama kurang lebih satu minggu. Hingga pada akhirnya sebuah kejadian ajaib ini membuat saya harus menepuk dahi.

Setelah mengajar pada jam kedua, saya yang saat itu lapar, sengaja membeli makanan di kantin untuk kemudian saya santap di ruang (khusus) mahasiswa PLP. Satu suap, baik. Dua suap, nikmat. Tiga suap, tambah lekoh. “Vik, zodiakmu gemini, kan? Kamu lagi naksir anak PLP sini ya? Eh jangan dong, kasihan gebetanmu!” Suapan keempat, saya tersedak. Seketika hidung dan tenggorokan saya terasa pedas.

“Kok tiba-tiba nanya gituan?” saya jelas heran teman saya yang tadinya anteng scroll timeline Instagram, mendadak seperti akan mengintimidasi saya karena berzodiak Gemini. Apa salahnya sih, Hayati? Ternyata, usut punya usut, teman saya baru saja membaca sebuah artikel horoskop yang diterbitkan oleh sebuah situs daring yang namanya tidak asing di riwayat pencarian atau following telinga anak kekinian. Sebut saja “AyoBacaGan!” alias ABG.

Situs ABG ini memuat tentang isu-isu seputar remaja seperti asmara percintaan dan  biasanya diklasifikasikan menjadi beberapa nomor berdasarkan hasil survei responden yang juga abege! Salah satunya (seperti yang ditunjukkan teman saya ini) berjudul “Panduan Untuk Suami atau Istri; 12 Karakter Pasangan Berdasarkan Zodiak”. Mak Seerrrr. Seumpama cem-ceman saya baca, apa ora modyar. Bahaya sekali situs ini, perlu dirazia juga, bukan cuma buku kiri!

Saya mulai suuzon, situs ini berbahaya. Bukan pelakor atau pebinor aja yang bisa merusak hubungan. Situs-situs yang memuat horoskop macam ini, saya sih yakin sejuta kali, dampaknya kurang lebih bakal sama macam aksi brutal pelakor dan pebinor alias bikin kandas hubungan. Pada judul terdapat keterangan panduan untuk suami dan istri, tapi rupanya berlaku juga untuk yang masih gebetan macam doi. Saya nukilkan sedikit saja artikel horoskop dari situs daring itu.

Gemini (21 Mei-20 Juni) ‘Ini dia yang saya tunggu-tunggu!’

Jika pasangan anda berzodiak Gemini, maka ia akan menjadi seseorang yang ceria dan humoris. Cocok bagi anda yang bertipe pasangan humoris. Mereka sangat aktif berbicara sehingga anda tidak akan mudah kehabisan topik bicara. Tapi tunggu, para Gemini cenderung berkeinginan mendua. Bila anda tak keberatan untuk membagi cinta dari pasangan, anda memiliki hubungan yang indah, namun jika tidak bersiap-siaplah untuk makan hati!

Jgeeerrrr! Gile lu ndro! Seberani itu artikel menjustifikasi saya dan para Gemini sejagat raya yang lain. Saya tidak habis pikir, dari mana si redaktur dapat menggeneralisasi sifat seluruh orang di muka bumi ini yang lahir di tanggal 21 Mei hingga 20 Juni. Maksudku, apakah saat menuliskan artikel tersebut, ia sudah benar-benar melakukan survey terhadap kami—para Gemini?

Belum berhenti sampai di sana. Prediksi-prediksi ngawur itu juga menyasar zodiak lain, dan tidak kalah ugalnya. Apakah sebuah zodiak dan tanggal lahir dapat dijadikan patokan tabiat seseorang. Ayolah, my lov. Apakah ilmu psikologi yang sangat ilmiah sejak ratusan tahun silam menjadi anomali berkat horoskop yang jika kita renungkan lagi—sangat tidak nyambung dan tidak ilmiah? Saya bukan sok ilmiah, tapi ya dugaan-dugaan yang ada pada artikel horoskop itu hanya menghasilkan persentase keakuratan tidak lebih dari 15% jika dibanding dengan teori para pakar.

Kajian keilmuan bersifat fleksibel. Dan dalam perjalanannya, ilmu psikologi mengalami dinamika teori ilmiah sesuai dengan perkembangan zaman. Oleh sebab itu, psikologi memiliki beberapa cabang kajian teori dari beberapa para ahli. Adanya teori-teori tersebut untuk meragamkan kajian yang pada hakikatnya sama sekali tidak merubah esensi dari ilmu psikologi itu sendiri, yaitu tentang ilmu jiwa.

Lha emangnya kejiwaan orang jadul yang serba primitif bakal sama, sama kejiwaan anak zaman now? Ya pasti beda lah, Hayatiiiii!

Sebagai contoh teori kembangan psikologi yang dikemukakan oleh Abraham Maslow tentang teori kepribadian (humanistik) dalam kebutuhan bertingkat (teori ini baru saya ketahui sejak saya mengikuti kelas mata kuliah psikologi sastra dan lebih menarik dari teori psikologi yang lain). Dan bagaimana jika sifat seseorang (termasuk saya) kita tabulasikan dengan teori ini? Dari pada asal justifikasi karena artikel horoskop?

Teori ini membicarakan tentang motivasi seseorang yang menjadi fundamental dari aktifitas manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kepribadian seseorang dapat dilihat dari kebutuhan dasarnya. Secara keseluruhan hierarki kebutuhan dalam teori ini terbagi menjadi lima yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman, kebutuhan dicintai dan mencintai, kebutuhan pengakuan orang lain, dan aktualisasi diri.

Dari kelima kebutuhan dasar itu, entah kenapa rasanya saya lebih tertarik pada kebutuhan dasar dicintai dan mencintai. Karena saya sadar betul, dewasa amatiran macam saya merasa ingin perlu dicintai dan mencintai. Sebab itu istilah doi saya mufakati dalam kehidupan saya. hehe~

Menurut Abraham Maslow, setelah kebutuhan rasa dicintai dan mencintai meliputi dorongan untuk dibutuhkan orang lain. Kebutuhan ini dapat berupa ingin memiliki teman, pasangan dan keturunan. Karena saya melajang, maka sebut saja saya memiliki kebutuhan akan pasangan.

Menurut Maslow, seseorang pada tingkat kebutuhan ini akan menghadirkan sebuah sikap memberi dan menerima cinta. Cinta juga meliputi suatu hubungan yang sehat dan hangat.  Oleh sebab itu, seseorang dalam tahap kebutuhan ini akan dengan melimpahkan cinta dengan segenap kepercayaan kepada seseorang untuk membangun hubungan yang sehat dan hangat. Dan pada artikel horoskop, sama sekali tidak menggambarkan manusia berzodiak Gemini dapat dipercaya.

Maka atas pendapat Mbah Maslow, saya menyatakan bahwa panduan karakter berdasarkan zodiak pada horoskop itu, HOAX!

Minimal begini memahaminya, seseorang pada salah satu fase kebutuhan bertingkat, pasti akan memiliki kepribadian yang menyesuaikan dengan kebutuhan dasar yang ingin dicapai. Karena tulisan ini adalah saya—seseorang itu, maka saya mengatakan bahwa saya sedang berada di fase kebutuhan akan rasa dicintai dan mencintai. Maaf-maaf saja, bukan berarti saya bucin ya MyLuv!

Setidaknya jangan mau mensugesti diri kita sendiri pada hal yang jauh dari kata ilmiah, jika barangkali sesuatu yang ilmiah saja dapat menyimpang dari kenyataannya. Karena semua adalah kehendak Tuhan dan bergantung dari pribadi masing-masing. So, don’t judge me by the horoscope! ehehe~ (*)

 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Exit mobile version