Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Raya Menganti-Lidah Wetan Surabaya Menguji Kesabaran Pengendara, Cocok untuk Try Not to Misuh Challenge

Bella Yuninda Putri oleh Bella Yuninda Putri
14 Maret 2024
A A
Jalan Raya Menganti-Lidah Wetan Surabaya Menguji Kesabaran Pengendara, Cocok untuk Try Not to Misuh Challenge

Jalan Raya Menganti-Lidah Wetan Surabaya Menguji Kesabaran Pengendara, Cocok untuk Try Not to Misuh Challenge (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau pengin coba try not to misuh challenge di bulan puasa seperti sekarang ini, coba deh lewat Jalan Raya Menganti-Lidah Wetan Surabaya.

Surabaya adalah kota yang unik. Unik ini nggak melulu soal sejarahnya yang kental ataupun mallnya yang terkenal besar dan mewah. Saya mengatakan unik karena di balik apiknya Kota Pahlawan, masih banyak jalanan di kota ini yang bikin pengendara mengelus dada. Contohnya ada Jalan Perak, Jalan Ketintang, hingga Jalan Raya Mastrip yang pernah saya ulas di Terminal Mojok.

ADVERTISEMENT

Meski nggak terletak di hutan belantara, jalan-jalan tersebut sangat memicu adrenalin siapa pun yang melintas karena dilalui kendaraan besar seperti truk, dilintasi jalur kereta api, dan rawan kecelakaan. Saya kira masih banyak lagi jalanan di Surabaya yang bikin jantung dag-dig-dug-serrr, dan itu semua nggak hanya terletak di distrik-distrik yang sibuk.

Benar saja, setelah saya coba mengingat-ingat, ada satu lagi jalan di daerah Surabaya barat yang tak kalah problematik. Saya teringat jalan sat ini ketika mencoba mengenang kembali momen masa SMA. Jalan yang saya maksud adalah Jalan Raya Menganti-Lidah Wetan Surabaya. Btw, Jalan Raya Menganti ini memang jalan yang cukup panjang di Surabaya. Jalan ini bermula di pertigaan Jalan Raya Mastrip, membentang lurus ke barat dan berbatasan dengan Gresik dan Kota Baru Driyorejo alias KBD.

Kali ini saya akan mengulas soal Jalan Raya Menganti-Lidah Wetan Surabaya saja. Soalnya jalan ini nampaknya cocok banget untuk try not to misuh challenge di bulan Ramadan seperti sekarang ini.

Jalan Raya Menganti-Lidah Wetan Surabaya nggak rata dan sempit

Salah satu ciri-ciri jalan tengkorak atau rawan kecelakaan adalah bentuk jalannya yang nggak rata. Ini bisa berupa jalan berlubang, jalan agak miring, bergelombang, atau bahkan kombinasi semuanya. Nah, Jalan Raya Menganti-Lidah Wetan Surabaya ini kebetulan merupakan kombinasi dari ciri-ciri jalan tersebut. Ngeri, kan?

Bayangkan saja, habis kena perempatan Unesa Lidah Wetan yang isinya para pengendara brutal yang suka terburu-buru dan menerabas, kita harus melewati jalan yang bikin deg-degan setengah mati. Rasanya kayak lagi offroad, tapi nggak di alam terbuka saja.

Belum lagi jalan ini juga tergolong sempit dan dijadikan dua arah. Makin mantap dan menantang maut nggak, sih?

Baca Juga:

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

Banyak pengendara biadab

Selain kontur jalan yang nggak rata, jalan tengkorak juga identik dengan pengendara yang nggak hati-hati. Terutama pengendara motor, nih. Di daerah Lidah Wetan hingga Lidah Kulon memang banyak sekali gang perkampungan. Tapi sebenarnya daerah tersebut memang masih tergolong kampng. Ini bukan berarti saya mengolok-olok, ya, tapi tradisi Jawa memang masih sangat kental di sana. Sangat berbeda dengan daerah yang membentang ke arah pusat kota.

Lantas, apa dampaknya? Dampaknya adalah banyak sekali pengendara motor yang keluar dari gang dan berkendara tanpa hati-hati. Yang ngeselinnya lagi, para pengendara ini cenderung galak. Tahu sendiri kan marahnya orang Surabaya kayak gimana? Sudah gitu, seringnya mereka nggak pakai helm, motornya nggak ada spion, dan hobi membonceng lebih dari satu orang.

Perumahan elite di mana-mana

Nah, di Jalan Raya Menganti-Lidah Wetan Surabaya ini kita juga bisa melihat ketimpangan sosial yang cukup kentara, yakni dari banyaknya perumahan elite. Tapi bukan itu yang ingin saya garis bawahi. Masalahnya, perumahan elite yang jumlah lumayan banyak di sepanjang jalan ini sejatinya mengganggu lalu lintas.

Lho, kok bisa? Yang tinggal di sana kan orang kaya, pasti tertib, dong. Mungkin sebagian dari kalian berpikir demikian. Tapi nyatanya nggak gitu, Gaes.

Jadi, gini. Bayangkan berapa banyak mobil yang berjejer hendak keluar perumahan ketika menginjak jam 9 pagi? Kebetulan di depan perumahan tersebut warga bakal langsung disambut kemacetan dari jalan raya yang mengarah ke kota. Kemacetan ini disebabkan oleh traffic light di perempatan Unesa Lidah Wetan. Kebayang kan sudah jalan rayanya macet karena traffic light, eh, harus bergantian juga kasih jalan ke mobil-mobil yang keluar dari perumahan elite tersebut.

Terus terang sebagai mantan siswa di salah satu SMA di daerah Lidah Kulon, berangkat maupun pulang UAS menjadi waktu yang menakutkan bagi saya karena harus melewati jalanan macet seperti itu.

Truk dan angkot adalah teman sejati di Jalan Raya Menganti-Lidah Wetan Surabaya

Jalan rawan kecelakaan pasti nggak lengkap kalau nggak ada truk. Seperti yang sudah saya singgung di awal, Jalan Raya Menganti-Lidah Wetan Surabaya berbatasan dengan Gresik dan KBD. Di daerah tersebut memang banyak ditemukan pabrik. Selain itu, Gresik juga berbatasan dengan daerah lain seperti Lamongan dan Mojokerto. Jadi, wajar kalau truk berlalu-lalang di jalan ini. Hanya saja, ukuran truknya masih masuk akal.

Selain itu, kita juga harus bertarung sama angkot. Paling ngeselin kalau angkotnya suka nyelempit di sisi-sisi jalan dan mengambil jalur pemotor. Nggak cuma itu, mereka juga sering banget cari gara-gara dengan menerobos lampu merah perempatan Unesa Lidah Wetan. Jelas bahaya banget ini.

Kawasan sekolahan

Oke, setelah saya sebutkan semua spesifikasi Jalan Raya Menganti-Lidah Wetan Surabaya yang seram, sekarang coba bayangkan kalau semua itu terjadi di kawasan sekolahan. Di sepanjang jalan ini sampai ke Lidah Kulon memang cukup banyak sekolahan di sisi kanan dan kiri. Dari SD sampai SMA semua ada di sepanjang jalan ini.

Tentu saja hal ini menjadi tantangan bagi siapa pun yang berkendara di daerah ini. Sudah ada truk, angkot, jalan macet dan nggak rata, ditambah ada anak-anak sekolah lewat. Harus sabar pol, Gaes.

Pokoknya Jalan Raya Menganti-Lidah Wetan di Surabaya barat ini memang cocok buat try not to misuh challenge di bulan Ramadan seperti sekarang. Pengin coba lewat sini?

Penulis: Bella Yuninda Putri
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jalan Dr Ir H Soekarno (Jalan MERR), Jalan Terpanjang di Surabaya yang Cocok untuk Merayakan Kesedihan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Maret 2024 oleh

Tags: Jalan Lidah WetanJalan Raya Mengantijawa timurmacet surabayaSurabaya
Bella Yuninda Putri

Bella Yuninda Putri

Seorang Gen Z. Doyan menulis nonfiksi, fiksi, sampai puisi. Suka membahas topik seputar budaya, bahasa, dan keseharian di masyarakat.

ArtikelTerkait

Pemkot Surabaya Tak Serius Urus Transportasi Umum, Bukannya Makin Bagus, Malah Makin Remuk!

Pemkot Surabaya Tak Serius Urus Transportasi Umum, Bukannya Makin Bagus, Malah Makin Remuk!

12 Agustus 2024
Jawa Timur Nggak Hanya tentang Surabaya, Malang, dan Madura Saja, Ada 5 Daerah Underrated yang Wajib Dikunjungi Seperti Blitar dan Tulungagung

Jawa Timur Nggak Hanya tentang Surabaya, Malang, dan Madura Saja, Ada 5 Daerah Underrated yang Wajib Dikunjungi

14 Oktober 2023
Mie Gacoan Bikin 2 Cabang di Kecamatan Taman Sidoarjo, Bukti Kecamatan Ini Sudah Setara Kota Metropolitan

Mie Gacoan Bikin 2 Cabang di Kecamatan Taman Sidoarjo, Bukti Kecamatan Ini Sudah Setara Kota Metropolitan

13 November 2023
Stasiun Indro Bikin Gresik Jadi Daerah Industri yang Terlihat Menyedihkan Mojok.co

Stasiun Indro yang Menyedihkan Membuat Kota Industri Gresik Jadi Terlihat Payah

27 Februari 2026
8 Istilah Bahasa Jawa yang Orang Jawa Sendiri Salah Paham (Unsplash)

8 Istilah Bahasa Jawa yang Masih Bikin Sesama Orang Jawa Salah Paham

18 Januari 2026
6 Kuliner Madura yang Cocok untuk Dijadikan Oleh-oleh Terminal Mojok

6 Kuliner Madura yang Cocok Dijadikan Oleh-oleh

7 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat Mojok.co

Setengah anggaran Perpusnas RI dipangkas, bukti pemerintah memang tidak ingin mencerdaskan rakyat

27 Juli 2026
Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

28 Juli 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo Mojok 

4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo 

31 Juli 2026
Andai dapat rejeki nomplok Rp100 miliar, saya mau bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin Mojok.co

Andai dapat rezeki nomplok Rp100 miliar, saya akan bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin

30 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.