Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Dipatiukur, Titik Kumpul Permasalahan Kota Bandung, Semuanya Ada!

Raden Muhammad Wisnu oleh Raden Muhammad Wisnu
22 Maret 2026
A A
Jalan Dipatiukur, Titik Kumpul Permasalahan Kota Bandung, Semuanya Ada!

Jalan Dipatiukur, Titik Kumpul Permasalahan Kota Bandung, Semuanya Ada! (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Jalan Dipatiukur atau yang lebih sering disingkat DU (dibaca De U) merupakan salah satu titik vital Kota Bandung sejak saya kanak-kanak, atau tepatnya, tiga dekade yang lalu. Jalan ini dihuni tiga kampus besar, yakni Universitas Padjadjaran, Universitas Komputer Indonesia dan Institut Teknologi Harapan Bangsa. Juga, jalan ini pun hanya berjarak kurang dari dua kilometer dari Institut Teknologi Bandung dan Universitas Islam Bandung.

Strategis sekali bukan? Makanya nggak usah heran, kawasan ini hidup terus selama 24 jam. Butuh fotokopi atau ngeprint jam tiga subuh? Banyak fotokopian yang buka 24 jam di sini. Cari makanan? Tinggal pilih aja, ada puluhan titik kuliner kaki lima sampai restoran di jalan ini. Cari tempat ngopi? Ada beberapa warmindo, minimarket macam Indomaret dan Circle K, coffee shop kekinian, sampai Starbucks. Pilih aja sesuai budget yang ada.

Tak ada gading yang tak retak. Sebagai orang yang tinggal di kawasan ini sejak tiga puluh tahun yang lalu, makin kesini, Jalan Dipatiukur alias DU makin semrawut.

#1 Makin hari makin macet

Mungkin orang luar Bandung yang baca tulisan ini dan belum pernah ke Jalan Dipatiukur membayangkan jalanannya lebar dan infrastrukturnya bagus. Sayangnya, bayangan kalian salah. DU jalannya sempit, hanya sekitar 6–8 meter saja atau cuma dua jalur mobil, plus berlubang lagi. Makanya nggak usah heran jalanan ini selalu macet terutama sore hingga malam hari.

Kebayang kan jalan sesempit itu dihuni tiga kampus besar, pusat fotokopian, puluhan tempat kuliner, coffee shop, hingga minimarket? Ah iya, ada yang belum saya sebutkan. Di DU terdapat satu unit SPBU, lima unit pool travel dengan berbagai destinasi luar Bandung, beberapa toko bangunan, hingga beberapa hotel.

Kebayang macetnya kan? Yang mau ngampus, yang mau fotokopi, yang mau kulineran, yang mau ngopi, yang mau ke minimarket, yang mau isi bensin, yang mau ke pool travel, yang mau ke toko bangunan dan yang mau ke hotel antre jadi satu. Udah gitu, minim parkiran sehingga nggak sedikit mobil atau sepeda motor yang parkir di bahu jalan padahal udah ada rambu dilarang parkir. Jangan tanya kalau Unpad lagi wisuda, wah tambah chaos itu sampai malam!

BACA JUGA: 4 Hal Nggak Enaknya Jadi Mahasiswa Unpad

Ini pasti dilema yang dirasakan pebisnis yang buka bisnis di Kota Bandung. Mau buka bisnis apa pun, space parkirannya terbatas sehingga mau nggak mau mobil dan sepeda motor offside parkir di bahu jalan. Pihak pengelola bisnisnya kewalahan, dan akhirnya muncul juru parkir dadakan.

Baca Juga:

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

Label wisata elit Pangalengan itu bualan, selama transportasi umumnya masih jalan di tempat

Nah, dulu pernah ada Wali Kota Bandung yang sempat menjabat jadi Gubernur Jawa Barat juga. Beliau punya konsep bikin gedung parkir terpanjang di Bandung untuk mengurangi kemacetan akibat kendaraan yang parkir di pinggir jalan. Tapi sampai akhir jabatannya, nggak terealisasi. nggak usah tanya namanya siapa, inisialnya Ridwan Kamil.

#2 Nggak ada transportasi publik

Nggak ada bosan-bosannya saya bilang, Kota Bandung ini nggak punya sistem transportasi publik yang proper. Ada sejumlah trayek angkot atau bus Damri yang melintasi Jalan Dipatiukur, tapi kuantitas dan kualitasnya jauh dari layak.

Sebagian besar masyarakat Kota Bandung bepergian menggunakan kendaraan pribadi. Mentok-mentok pakai ojek online atau taksi online. Sebab, jumlah bus, angkot, apalagi keretanya minim banget. Jadi ya nggak heran kawasan ini selalu macet. Orang asli Bandung atau wisatawan yang kesini pada pake kendaraan pribadi semua atau mentok-mentoknya pakai kendaraan online berbasis aplikasi.

#3 Sampah menggunung di Jalan Dipatiukur

Coba tebak, apa dampak nyata selain kemacetan dari dua poin yang sudah saya sebutkan di atas? Tentu saja masalah sampah, terutama sampah organik kuliner.

Setiap pagi, saya melihat tumpukan sampah bekas pedagang kaki lima menggunung begitu saja di bahu jalan. Sampah makanan ini sebagian besar dalam keadaan basah akibat hujan semalam dan sudah diacak-acak tikus. Kebayang bau dan joroknya kan?

Ya tentu sampah nggak jadi soal. Yang jadi persoalan, sampah-sampah ini sering kali telat diangkut. Bukan karena petugas kebersihannya malas atau lalai. Saya sempat ngobrol dengan beberapa petugas kebersihan, dan mereka banyak yang bilang TPS-nya penuh. Truk pengangkut sampah jadi bingung mau buang sampah kemana.

Wali Kota Bandung come and go. Entah karena habis masa jabatan atau kena tangkap KPK. Tapi permasalahan sampah Kota Bandung ini terus berlarut-larut tanpa solusi yang nyata. Padahal Kota Bandung punya World-Class University macam ITB yang pasti bisa dimintai solusi pengelolaan sampah ini kan? Apalagi jaraknya deket banget dari Jalan Dipatiukur.

Jalan Dipatiukur juga diapit kampus-kampus besar lain yang sudah saya sebutkan di atas. Isinya orang pintar-pintar semua, tapi tetap nggak bikin DU tertata rapi. Sekalipun ada solusi nyata dari para akademisi tersebut, saya rasa Pemkot Bandung atau Pemprov Jawa Barat nggak bisa langsung eksekusi. Entah karena nggak punya political will yang kuat atau emang benar-benar susah buat ditata kecuali DU dan Kota Bandung bisa diratakan dengan tanah dan dibangun dari nol.

Penulis: Raden Muhammad Wisnu
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jalan Dipati Ukur Bandung Bener-bener Nggak Keurus. Udah mah Semrawut, Kumuh, Ada yang Jualan Amer Pula

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Maret 2026 oleh

Tags: BandungITBjalan dipati ukurjalan dipatiukur bandungunpad
Raden Muhammad Wisnu

Raden Muhammad Wisnu

Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Bandung yang bekerja sebagai copywriter. Asal dari Bandung, bercita-cita menulis buku. Silakan follow akun Twitternya di @wisnu93 atau akun Instagram dan TikToknya di @Rwisnu93

ArtikelTerkait

Cerita Kelam di Balik The Maj Dago, Bangunan Megah Berjuluk "Gedung Paru-paru" yang Bikin Warga Resah

Cerita Kelam di Balik The Maj Dago, Bangunan Megah Berjuluk “Gedung Paru-paru” yang Bikin Warga Resah

26 Juni 2024
Menemukan The Spirit of Java, Semangat Solo untuk Indonesia (Unsplash)

Menemukan The Spirit of Java, Semangat Solo untuk Indonesia

13 Juni 2023
Braga Menjelang Kumuh, Julukan yang Pantas Disematkan pada Jalan Tertua di Bandung terminal mojok

Braga Menjelang Kumuh, Julukan yang Pantas Disematkan pada Jalan Tertua di Bandung

9 Desember 2021
4 Masalah yang Harus Segera Diatasi di Pasar Minggu Punclut Bandung

4 Masalah yang Harus Segera Diatasi di Pasar Minggu Punclut Bandung

5 November 2024
Panduan Makan Murah di UIN SATU Tulungagung (Unsplash)

Rekomendasi Warung Elite Harga Irit di Dekat Kampus UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

8 Juni 2023
4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Tinggal di Dayeuhkolot Bandung Mojok.co

4 Tipe Orang yang Nggak Cocok Tinggal di Dayeuhkolot Bandung

13 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik Mojok.co

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik

28 Juli 2026
7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya Mojok.co

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya

30 Juli 2026
5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak cuma di situ-situ aja mojok

5 tempat wisata Berbah yang layak dikunjungi agar plesiran di Sleman nggak di situ-situ aja

27 Juli 2026
Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

27 Juli 2026
4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo Mojok 

4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo 

31 Juli 2026
Kebodohan pembeli soto ayam yang bikin saya muak dan jijik (Wikimedia Commons)

Akulah pelanggan soto ayam yang marah itu gara-gara konsumen nggak punya hati yang bikin muak, mual, dan jijik

26 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.