Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Jadi Fans JRX yang Percaya Covid-19 Lebih Mudah Daripada Jadi Fans Jokowi

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
28 Juni 2021
A A
Jadi Fans JRX yang Percaya Covid-19 Lebih Mudah Daripada Jadi Fans Jokowi terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Sebelumnya, puji syukur saya panjatkan karena sampai hari ini saya masih jauh dari kata positif. Baik positif Covid-19 maupun positif Covidiot. Apalagi sebagai warga daerah istimewa, saya merasa cukup waras dalam memandang pandemi ini.

Yang susah adalah ketika saya percaya ancaman pandemi, namun di satu sisi saya juga ngefans dengan I Gede Ary Astina alias Jerinx alias JRX alias om-om punkrock yang giat menyuarakan konspirasi Covid-19. Mungkin terdengar sepele, tapi jujur ini berat bagi saya yang ngefans dengan JRX dan Superman Is Dead (SID) sejak SMA.

ADVERTISEMENT

Yang bikin berat adalah cocot kencono JRX ketika menyerang figur publik yang terpapar atau sekadar membangun kesadaran terhadap Covid-19. Setiap JRX mengomentari unggahan Instagram perihal Covid-19, sebagai fans saya malah yang ketar-ketir.

Bukan takut idol saya masuk penjara lagi. Lha, JRX saja bangga kok masuk penjara. Yang bikin ketar-ketir adalah pertanyaan lingkungan saya tentang sosok yang saya puja ini. “Eh, JRX ngapain lagi itu?”, “Kok kamu ngefans sama orang goblok?”, “Kamu nggak percaya corona, ya?”, “Idolmu yang bikin penanganan Covid-19 jadi makin runyam!”. Dan banyak lagi bacotan yang sebenarnya ingin saya jawab dengan kata, “Hamboh!”

Apakah ini memengaruhi mental saya? Ya sedikit banyak, sih. Apalagi artikel dari Mas Muhammad Sabilurrosyad kapan hari seperti menyuarakan isi hati saya. Tapi saya sadar, masih lebih mudah jadi fans JRX daripada jadi fans Presiden Joko Widodo. So, Mas Rosyad, jadi Fans JRX dan SID nggak harus membela diri mati-matian, kok.

Memang sebagai warga negara yang baik, kita harus mendukung kebijakan presiden yang sah. Tapi ketika dukungan ini menjadi bentuk pemujaan, perkaranya sudah beda. Setiap kebijakan, bahkan ujaran Jokowi, dipuja sebagai kebenaran. Meskipun kebijakan dan ujaran yang keluar kadang terlalu sulit untuk didukung.

Fans JRX dan fans Jokowi punya kecintaan yang sama pada idolnya. Tapi ketika bicara susah mudahnya ketika dibenturkan dengan realita, masih mending jadi Fans JRX daripada fans JKW. Alasan saya adalah sebagai berikut.

JRX itu drummer bacot, Jokowi itu presiden pembuat kebijakan

Apakah pekerjaan kedua idol ini berpengaruh? Menurut saya jelas berpengaruh. JRX itu hanyalah penabuh drum di SID. Pol mentok vokalis di Devildice dan owner dari RMBL. Sudah, itu saja kapasitas JRX. Kalau JRX bacot, hanya kepada dirinya dan pihak yang diserang saja blio harus bertanggung jawab.

Baca Juga:

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Hantavirus: Pertama, Please, Jangan Panik

Isu Ijazah Jokowi Palsu Adalah Isu Goblok, Amat Tidak Penting, dan Menghina Kecerdasan, Lebih Baik Nggak Usah Digubris!

Lha kalau Jokowi, posisi yang diampu hari ini adalah presiden. Jokowi adalah sosok yang dipilih rakyat sebagai pemimpin negara. Setiap ujarannya jelas diperhatikan dan dikaji oleh rakyat. Dan setiap keputusannya sebagai presiden harus mewakili aspirasi rakyat yang dipimpin.

Sebagai fans JRX, kalau bli drummer ini bacot, ya sudah. Nggak beda dengan bacotan tetangga Anda yang menolak pakai masker ketika beraktivitas. Nggak ada dampak signifikan atas perilaku JRX terhadap kehidupan fans. Lha kalau fans Jokowi, mereka harus menanggung cercaan ketika Presiden mengeluarkan statement ra mashok. Dan secara nggak langsung, ikut menanggung kecaman ketika kebijakan Presiden ini dinilai merugikan masyarakat.

JRX tidak dipilih rakyat, Jokowi dipilih rakyat

Bicara soal menanggung kecaman, memang lebih enak jadi fans JRX daripada fans JKW. Karena JRX jadi drummer dan figur publik bukan atas pilihan rakyat. Lagi pula nggak ada kewajiban moral bagi fansnya untuk membela mati-matian opini JRX. Nggak ada oposisi yang ingin menggulingkan JRX sebagai drummer SID.

Lha kalau ngefans Jokowi, kita ngefans pada sosok pilihan rakyat. Segala kebijakannya akan dibayang-bayangi oleh pihak oposisi. Ngefans Jokowi berarti harus siap adu argumen dengan fans oposisi yang jelas-jelas menyerang dan ingin menggulingkan Jokowi dari kursi presiden.

Karena Jokowi adalah sosok sekaligus subjek politik, jelas perjuangan fans blio lebih berat. Menjadi fans Jokowi jelas harus terjebak pusaran agenda politik oposan dan loyalis. Lha kalau jadi fans JRX, paling banter ya terjebak pusaran mosh pit yang bikin bibir sobek saja.

JRX menyimbolkan punk. Jokowi menyimbolkan orang baik

Tapi nggak ada kenikmatan jadi fans JRX selain realita bahwa blio ini punker. Yang namanya punker jelas menjadi social misfits dalam masyarakat. Wajar jika JRX nganeh-nganehi sebagai figur publik. Karena kalau nggak aneh, namanya bukan punk. Dan sebagai fans, menanggung stigma punk JRX masih lebih mudah diterima.

Lha kalau Jokowi sering digadang-gadang sebagai rezim orang baik. Jokowi dikemas oleh fans yang sering dihujat sebagai cebong sebagai sosok baik di puncak pemerintahan Indonesia. Tapi ketika stigma orang baik ini bergesekan dengan kebijakan yang nggak baik, dhyar langsung kicep mulut para fans.

Ketika UU Ciptaker disahkan, para fans harus susah payah menyuarakan UU ini sebagai kebaikan. Ketika Indonesia nggak sigap menangani pandemi di masa awal, para fans harus membela sebagai upaya penyelamatan ekonomi. Ketika Indonesia dibabat Covid-19, para fans satu padu harus menyalahkan sesama rakyat. Dan ketika korupsi merajalela dan KPK dilemahkan, para fans yang bingung pun tetap membela dengan goblok?

Kalau fans JRX, santai saja ketika bojone Mbak Nora ini berulah. Mau menyerang Via Vallen? Mau mengritik Mas Anang Hermansyah? Mau menyuarakan konspirasi Covid-19 yang berlebihan? Mau masuk penjara? Sebagai fans kita hanya perlu membela dengan berkata, “PUNK KOK!”

Sumber Gambar: YouTube Sekretariat Presiden 

BACA JUGA Sulitnya Menjadi Fans SID dan JRX di Masa Pandemi dan tulisan Prabu Yudianto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2021 oleh

Tags: covid-19fansjerinxJokowiPojok Tubir Terminal
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Yang Heboh dan Menyedihkan dari Banjir Jakarta: Jokowi, Coki, Yuni Shara, dan Foto Ketimpangan

Yang Heboh dan Menyedihkan dari Banjir Jakarta: Jokowi, Coki, Yuni Shara, dan Foto Ketimpangan

3 Januari 2020
kalung antivirus MOJOK.CO

Kalung Antivirus Covid-19, Kalung Absurd Proyekan Kementan

5 Juli 2020
Saya Nggak Mau Terlalu Bahagia Mendengar Kabar Revisi UU ITE terminal mojok.co

Merayakan Keberhasilan Jokowi yang Kembali Masuk dalam 50 Muslim Berpengaruh di Dunia

18 Desember 2020
ppkm darurat rakyat jogja harus memaklumi sultan perihal lockdown mojok

Dari Penindasan Pedagang Sampai Pemadaman Lampu, Sebenarnya PPKM Darurat untuk Apa?

12 Juli 2021
Mas Leon Alvinda Putra, Nggak Masalah Jadi Artis Jalur Aktivis, Peluang Besar Jangan Disia-siakan! terminal mojok.co

Mas Leon Alvinda Putra, Nggak Masalah Jadi Artis Jalur Aktivis, Peluang Besar Jangan Disia-siakan!

1 Juli 2021
alasan jokowi tunjuk prabowo jadi pemimpin proyek food estate pulang pisau kalimantan tengah mojok.co

Prabowo Ditunjuk Urusi Food Estate: Memahami Kebijakan Jokowi yang Kerap Tak Tertebak 

24 Juli 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nelangsa Penderita Buta Warna di Dunia Kerja : Nggak Dilirik HRD sampai Dapat Persepsi Buruk Kolega buta warna parsial

Gara-gara buta warna parsial, saya tidak bisa jadi apa-apa karena syarat administrasi yang mendiskriminasi

9 Agustus 2026
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Nalar Cacat Kepala Sekolah yang Menganggap Enteng Bullying pada Siswa

Penyelesaian bullying di sekolah hanya dengan permintaan maaf adalah bukti bahwa hal ini nggak pernah dianggap serius

8 Agustus 2026
Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

9 Agustus 2026
Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di nikahan desa, tetap saja sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja Mojok.co

Bridesmaid dan groomsmen nggak guna di hajatan desa, tetap saja muda-mudi sinoman dan ibu-ibu dapur yang kerja

5 Agustus 2026
Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.