Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Digitalisasi Usaha Terbukti Selamatkan UMKM, Ini Tipsnya Agar Bisnis Lancar

Dua pengusaha muda membagikan kisahnya menjalankan digitalisasi usaha agar bisnis offline bisa beradaptasi dengan pandemi.

Muhammad Ikhwan Hastanto oleh Muhammad Ikhwan Hastanto
19 Oktober 2021
A A
Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China, Bukan Hanya Belanja Barang Impor dari Mr. Hu terminal mojok.co Digitalisasi Usaha Terbukti Selamatkan UMKM, Ini Tipsnya Agar Bisnis Lancar

Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China, Bukan Hanya Belanja Barang Impor dari Mr. Hu terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

TERMINAL MOJOK – Pandemi memaksa pendiri usaha brand Lemonto ini melirik bisnis online. Tanpa ia nyana, usaha online menjadi awal kisah suksesnya.

Seperti atlet Benteng Takeshi, pedagang online juga kerap menemui banyak rintangan saat beraksi. Semangat dan keyakinan “Doakan aku ya, aku pasti bisa!” harus dimiliki, meski sesekali dapat komentar “Bodoh sekali dia, Yang Mulia” dari sana-sini.

Wajar, namanya juga risiko bisnis online, pedagang harus kuat mental dan akal. Zaman sekarang ini, jangankan berdagang, kita berdiri diam saja bisa kena cibiran. Apalagi kalau berdirinya di tengah jalan raya sambil TikTokan.

Semangat dan yakin yang saya maksud di sini bukan berarti bertindak tanpa evaluasi, lho ya. Setiap hambatan yang hadir saat menjalankan usaha online mesti dianalisis titik salahnya agar tak terulang. Bentuk refleksi ini juga macam-macam, salah satunya pijat refleksi. Tapi, satu bentuk yang paling efektif: minta pendapat dari praktisi berpengalaman.

Masuk akal dong. Kalau mobil Anda rusak, ya Anda sebaiknya minta saran perbaikan dari montir beneran, bukan dari Sarah Azhari. Meskipun doi pernah jadi pemeran di sinetron “Montir-Montir Cantik”, tapi nggak gitu juga cara mainnya.

Makanya, Rabu (13/10) kemarin, saya memutuskan belajar bisnis online dari Beny Irwanto dan Raynalfie Budi Rahardjo. Beny adalah pendiri start-up berbasis pertanian lemon di Banyuwangi yang menjual produk sari lemon botolan bernama Lemonto. Sementara Alvi, panggilan Raynalfie, sudah lima tahun membantu petani tambak udang melakukan digitalisasi usaha lewat aplikasi Jala Tech.

Keduanya kebetulan mengisi lokakarya daring yang diadakan iForte, perusahaan penyedia jasa layanan internet yang lagi bikin kompetisi model bisnis untuk pemilik Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) se-Indonesia. Buat yang ketinggalan info perlombaan, saya pernah tuliskan segala hal tentangnya di tautan ini.

Kisah sukses pengusaha bisnis online

Beny jadi yang pertama berbagi, membuka kisah sukses dengan cerita kebangkrutan bisnis makanan ringannya pada 2019 (gara-gara apa lagi kalau bukan pandemi). Saat itu, ia mengaku belum memanfaatkan internet dan hanya berharap pada penjualan produknya di beberapa toko oleh-oleh lewat mekanisme konsinyasi (titip jual). Saat ia beralih mendirikan Lemonto pada April 2020, ia mengubah pendekatan berjualan jadi serba-online.

Baca Juga:

Pengalaman membangun rumah di desa, mahal di mental karena ada saja konfliknya 

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

“Kondisi awal pandemi, saya memikirkan kebutuhan apa yang paling dibutuhkan masyarakat. Ternyata, ada potensi lokal komoditi lemon dari petani lokal di desa saya. Awalnya saya jualan lemon segar, tapi kok nggak bisa ngirim jauh karena durasi simpan buah yang pendek, akhirnya solusinya bikin sari lemon,” kata Beny dalam webinar bertema “Kisah Sukses Digitalisasi UMKM di Indonesia” itu.

Andalan usaha Beny adalah platform e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee. Tapi yang lebih ampuh ialah jaringan 31 reseller di berbagai wilayah Indonesia, yang membuat bisnisnya lancar tanpa terkendala batas wilayah. Beny mengaku sudah pernah mengirim Lemonto sampai Papua dan Sulawesi. Meski belum mampu memiliki pelanggan dari kalangan pelajar Hogwarts, catatan di atas tetap impresif lah untuk ukuran usaha yang baru jalan dua tahun. 

Digitalisasi Usaha Terbukti Selamatkan UMKM, Ini Tipsnya Agar Bisnis Lancar mojok.co
Produk Lemonto di Shopee sudah terjual ribuan botol.

Beny yang adalah sarjana Teknologi Pangan IPB mengklaim usahanya menganut prinsip zero-waste, alias tidak ada bahan baku yang terbuang jadi limbah. Kulit lemon sisa perasan sedang dikembangkannya menjadi essential oil, sabun wajah, dan cairan pencuci tangan. Diversifikasi usaha tidak hanya membuatnya punya produk alternatif, tapi juga ramah lingkungan. Pemberdayaan masyarakat sekitar dengan prinsip berkelanjutan tersebut membuatnya diganjar juara 1 Jagoan Tani Banyuwangi 2021 dan berhak atas hadiah Rp50 juta dari Pemkab Banyuwangi. Bener-bener kisah sukses kan.

Beny bilang, ilmu sabar sangat penting apabila kita menjalani usaha online, khususnya terkait promosi. Sebab, saat menyelami dunia pemasaran daring, ia menyebut pengusaha sering tergiur untuk langsung membayar iklan.

“Kalau belum ada dana, mending promosi organik [gratisan] dulu. Yang penting konsisten unggah [konten] dan interaktif sama calon pembeli. Kalau belum menguasai ilmunya juga jangan dulu [promosi berbayar]. Kalau dipaksakan malah rugi. Harus kuasai ilmunya. Kalau dalam segi keilmuan nggak sempat belajar, bisa ajak teman untuk jadi partner agar memudahkan,” saran Beny.

Tips selanjutnya: jangan sungkan minta bantuan orang lain. Di bisnis sebelum Lemonto, Beny mengaku mengerjakan pemasaran, produksi, dan distribusi seorang diri. Meski semua-semuanya mandiri, untungnya Beny nggak membeli produknya sendiri juga. Kan lawak.

Pengalaman apa-apa sendiri itu ia sesali dan jadikan pelajaran saat membangun Lemonto. “Mengerjakan semuanya sendiri itu bikin capek, lantas jadi kurang berkembang. Selain mitra petani lokal, saya sekarang punya tim juga yang membantu saya memperluas jangkauan pemasaran,” tutup Beny.

Kisah sukses Alvi, narasumber kedua, juga nggak kalah inspiratif. 

Doi mendedikasikan waktunya mendampingi pengelola tambak udang agar pelan-pelan melakukan digitalisasi usaha tambaknya. Bersama Jala Tech, Alvi berhasil membantu ribuan petani mengefisiensikan waktunya bekerja. Teknologi utama yang sangat berguna adalah alat ukur kualitas air via aplikasi. Kini, mitra petambak udang Jala Tech telah memiliki alat ukur kualitas air demi menjaga air dalam kondisi terbaik bagi perkembangan para udang. 

Selain itu, di aplikasi tersebut, Jala Tech juga membantu petambak melakukan monitoring tambak-tambaknya tanpa harus setiap hari mampir, mengatur sistem pencatatan keuangan secara digital, atau mengecek harga pasar. Sampai sini, tolong jangan tanya apakah udang adalah hewan yang hanya memiliki dua huruf sebab “u dan g”. Saya pukul, nih.

Tips dari Raynalfie, sebelum melakukan digitalisasi usaha, wajib hukumnya memahami luar-dalam proses usaha kita sendiri dulu. “Pahami prosesnya. Setelah paham, kita bisa melihat hal-hal apa saja yang memungkinkan untuk berpindah ke digital, baru pilah,” kata Alvi dalam webinar. Misalnya, apabila setelah dievaluasi usaha kita memerlukan unggahan konten media sosial secara konsisten, kita bisa menggunakan aplikasi seperti HootSuite dalam hal penjadwalan. 

Tips lain dari Alvi, “Di ranah komunikasi digital, kami bertemu petambak hanya via chat. Yang harus diperhatikan pengusaha online adalah, gimana kita bisa membangun keramahtamahan dalam komunikasi lewat platform digital sehingga punya kedekatan emosional. Ini poin penting untuk mengikat pelanggan,” tambah Alvi. 

Nah, kalau yang ini saya paham dan sudah terapkan. Misalnya, dengan mengakhiri kalimat dengan kata “hehe” biar terkesan ramah, lalu menghindari ketikan menggunakan huruf gede-kecil diselingi angka k4YaQ g1nihh hanya karena ingin nostalgia masa muda. Usahakan juga jangan merespons pertanyaan calon pembeli dengan, “Aku udah jelasin panjang lebar gini ke kamu, ada yang marah nggak?”

Terakhir, ada kesamaan saran antara Beny dan Alvi. Keduanya sama-sama merekomendasikan pemula bisnis online untuk ikutan banyak kompetisi usaha demi tambahan modal. Salah satunya ya kayak kompetisi iFortepreneur 4.0 ini. Hadiahnya kan lumayan banget buat pengembangan usaha.

“Dulu kami juga ikut kompetisi-kompetisi tersebut untuk support dana pengembangan teknologi. Selain uang, kompetisi juga memberikan network yang punya spirit sama sehingga terpacu berkembang lebih jauh,” cerita Alvi. 

Sementara, Beny memberikan bocoran bagaimana bisnis online bisa dilirik investor ataupun berpeluang besar menang kompetisi. “Selain idenya orisinil, kalau bisa bisnisnya berkelanjutan atau sustainable. Lalu, memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Tiga hal ini bisa menarik pendanaan dari investor nantinya,” tutup Beny.

Saran Beny benar belaka. Para pengusaha harus lebih peka terhadap dampak lingkungan yang dihasilkan dari proses usahanya. Apalagi, menurut riset, konsumen muda kini semakin kritis sama perubahan iklim. Tidak menjadi ignorant adalah hal terkecil yang bisa kita lakukan.

Eh tapi, ngomong-ngomong, saya udah jelasin panjang lebar gini nggak ada yang marah kan?

Artikel ini ditayangkan atas kerja sama Mojok dan iForte.

Terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2021 oleh

Tags: advertorialbisnis onlineifortepreneurpilihan redaksiusaha online
Muhammad Ikhwan Hastanto

Muhammad Ikhwan Hastanto

Suka memetik dan mengetik.

ArtikelTerkait

Hape Xiaomi Redmi A1, Ponsel Sejutaan yang Membuat Saya Melupakan iPhone 11 Pro

Hape Xiaomi Redmi A1, Ponsel Sejutaan yang Membuat Saya Melupakan iPhone 11 Pro

11 Januari 2024
5 Ide Bisnis Online Modal Rp500 Ribu yang Pasti Laku (Unsplash)

5 Ide Bisnis Online dengan Modal Rp500 Ribu yang Cocok untuk Mahasiswa dan Ibu Rumah Tangga

17 Agustus 2023
Arsenal Butuh Factory Reset terminal mojok

Arsenal Butuh Factory Reset

1 September 2021
5 Tipe Dosen yang Nggak Cocok Jadi Dosen Pembimbing Skripsi. Mahasiswa Lebih Baik Menghindarinya demi Lulus Tepat Waktu Mojok.co

5 Tipe Dosen yang Nggak Cocok Jadi Dosen Pembimbing Skripsi. Mahasiswa Lebih Baik Menghindarinya demi Lulus Tepat Waktu

18 Mei 2024
Bakpia Kurnia Sari, Masterpiece dari Segala Bakpia yang Ada di Muka Bumi terminal mojok

Bakpia Kurnia Sari, Masterpiece dari Segala Bakpia yang Ada di Muka Bumi

29 November 2021
Pembangunan Terowongan Jalan Joyoboyo Adalah Bukti kalau Pemkot Surabaya Suka Menghamburkan Uang

Pembangunan Terowongan Jalan Joyoboyo Adalah Bukti kalau Pemkot Surabaya Suka Menghamburkan Uang

27 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beratnya jadi petugas ukur tanah desa, butuh fisik dan mental baja karena sering menghadapi konflik warga Mojok.co

Beratnya jadi petugas ukur tanah desa, butuh fisik dan mental baja karena sering menghadapi konflik warga

12 Agustus 2026
5 jurusan S2 ini mending dipelajari di luar negeri, bukan di Indonesia Mojok.co

5 jurusan S2 ini mending dipelajari di luar negeri karena lingkungan akademis Indonesia belum siap

14 Agustus 2026
5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia saja Mojok.co

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia aja, nggak usah jauh-jauh ke luar negeri

10 Agustus 2026
Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa (Unsplash)

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

10 Agustus 2026
Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya Mojok.co

Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya

12 Agustus 2026
Gudeg Sagan duta gudeg Jogja untuk lidah-lidah yang skeptis (Wikimedia Commons)

Gudeg Sagan adalah duta gudeg Jogja untuk lidah-lidah yang skeptis

11 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.