Di tengah jalanan Indonesia yang semakin penuh matic, Honda Supra X 125 mungkin terlihat seperti peninggalan dari masa lalu. Bentuknya tidak futuristis. Tidak menawarkan kesan mewah. Namun, motor Honda ini tak lekang oleh zaman.
Honda Supra X 125 datang dengan cara yang sederhana. Lalu, ia bertahan ketika banyak motor lain datang dan pergi. Berkali-kali motor bebek mati. Berkali-kali pula muncul anggapan bahwa masa depan kendaraan roda dua sepenuhnya milik matic.
Motor bebek itu kuno. Ribet karena harus memindahkan gigi. Tidak lagi sesuai dengan gaya hidup masyarakat modern yang menginginkan segala sesuatu serba praktis. Namun, Honda Supra X 125 tetap ada.
Honda Supra X 125 seperti orang tua yang tidak banyak bicara di tengah keributan anak muda. Tidak ikut-ikutan bergaya dan tidak sibuk mencari pengakuan. Namun, diam-diam masih menjadi andalan ketika keadaan sedang tidak baik-baik saja.
Motor Honda satu ini datang dari zaman ketika motor belum terlalu sibuk menjadi properti konten. Yang penting mesin menyala ketika pagi hari dan tetap membawa pemiliknya pulang ketika malam. Masalahnya, di zaman ini, kesederhanaan adalah kekurangan.
Motor Honda yang berkali-kali dinyatakan tamat
Sudah sejak lama orang memprediksi kalau motor Honda, khususnya bebek, akan kehilangan tempat di Indonesia. Kehadiran motor matic memang mengubah pasar secara besar-besaran.
Namun, prediksi tentang kematian motor bebek ternyata terlalu cepat. Masih ada banyak alasan mengapa motor seperti Honda Supra X 125 tetap bertahan. Salah satunya karena Indonesia bukan hanya Jakarta, Surabaya, Bandung, atau kota-kota besar dengan jalanan yang relatif bagus.
Indonesia memiliki jalan kampung, jalan desa, jalan rusak, tanjakan, turunan, dan berbagai kondisi yang kadang membuat kendaraan harus bekerja lebih keras. Di tempat seperti itulah motor bebek sering menunjukkan alasan keberadaannya. Honda Supra X 125 tidak membutuhkan perhatian. Motor ini hanya bekerja.
Honda Supra X 125 tidak akan mati
Inilah nasib Honda Supra X 125 yang cukup menarik. Motor ini mungkin jarang menjadi bahan konten otomotif yang heboh. Tidak banyak pemilik yang membuat video dengan judul “reaksi orang-orang ketika melihat Supra X 125 saya”.
Memang, siapa yang mau bereaksi? Honda Supra X 125 sudah terlalu biasa. Justru karena biasa, motor Honda ini menjadi kendaraan luar biasa.
Di luar kota besar, motor ini menjadi sahabat sobat irit. Bahkan, motor ini tidak pernah menuntut bahwa pemiliknya harus mengenakan pakaian tertentu agar cocok dengan motornya. Oleh sebab itu, motor ini tidak akan pernah mati.
Mesin yang tidak banyak drama
Inilah salah satu alasan mengapa motor Honda seperti Supra X 125 tetap memiliki penggemar. Reputasinya sebagai kendaraan yang sederhana dan praktis susah tergeser. Pemilik kendaraan tidak selalu membutuhkan teknologi yang terlalu rumit.
Bagi sebagian orang, motor adalah alat transportasi yang harus bisa digunakan setiap hari. Bukan benda yang membuat pemiliknya takut karena biaya perawatan. Motor yang terlalu canggih kadang memberikan banyak fitur, tetapi juga membawa kekhawatiran baru.
Ketika terjadi masalah, pemilik mulai berpikir tentang bengkel, suku cadang, biaya perbaikan, dan berbagai kemungkinan lain yang membuat isi dompet ikut bergetar. Supra X 125 menawarkan filosofi yang berbeda. Tidak banyak gaya. Tidak banyak tuntutan.
Ketika membutuhkan perawatan, pemilik hanya ingin satu hal sederhana. Motor kembali normal. Bagi masyarakat yang menjadikan kendaraan sebagai alat mencari nafkah, kesederhanaan seperti ini jauh lebih berharga daripada desain yang terlihat mewah.
Motor Honda ketinggalan zaman menurut siapa?
Istilah “ketinggalan zaman” sebenarnya cukup aneh untuk kendaraan. Sebuah motor itu kuno hanya karena tidak mengikuti tren terbaru.
Padahal, kebutuhan manusia tidak selalu berubah secepat desain kendaraan. Dalam konteks itu, Supra X 125 sebenarnya tidak terlalu ketinggalan zaman.
Supra X 125 seolah berada di luar perlombaan itu. Motor Honda ini hanya tidak mengikuti selera pasar yang sedang berubah. Pasar sering berubah lebih cepat daripada kebutuhan. Supra X 125 tidak terlalu peduli dengan siklus seperti itu.
Motor ini seperti sudah menerima kenyataan bahwa tidak semua kendaraan harus menjadi tren. Honda Supra X 125 hanya menjadi Supra X 125. Justru karena itulah motor ini masih bertahan dan tidak akan mati.
Honda Supra X 125 tidak pernah mati karena tidak pernah mengandalkan gaya
Supra X 125 mungkin tidak akan menjadi motor yang paling ramai. Generasi baru mungkin akan terus memilih motor matic. Pasar akan terus berubah. Teknologi kendaraan akan semakin berkembang.
Namun, selama masih ada orang yang membutuhkan kendaraan sederhana, tangguh, dan praktis, motor Honda ini akan selalu memiliki tempat. Motor ini boleh ketinggalan zaman, tetapi ketinggalan zaman tidak sama dengan tidak berguna.
Justru banyak hal yang kuno, tapi masih bertahan. Hal ini karena belum menemukan alasan untuk benar-benar ditinggalkan. Supra X 125 adalah salah satunya.
Berkali-kali motor bebek dinyatakan akan mati. Berkali-kali pula masyarakat berpindah ke tren baru. Tetapi ketika membutuhkan kendaraan yang tidak banyak tingkah dan siap digunakan, motor seperti Supra X 125 masih berdiri di garasi, siap menyala.
Motor Honda Supra X 125 memang tidak diciptakan untuk menjadi motor paling keren di jalanan. Motor ini diciptakan untuk satu hal yang jauh lebih penting. Bertahan lebih lama daripada tren yang berkali-kali mencoba menguburnya.
BACA JUGA 10 Tahun Mengendarai Honda Supra X 125 Adalah Salah Satu Kebanggaan dalam Hidup Saya
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
