Kenyataannya rewel
Masalahnya, Civic Genio bukan mobil baru. Umurnya sudah kepala tiga. Di sinilah julukan “mobil ganteng, tapi banyak masalah” mulai terasa.
Keluhan paling sering terdengar adalah overheat. Banyak pemilik Genio mengalaminya, terutama pada unit yang sistem pendingin mesinnya belum diremajakan. Radiator yang sudah tua, kipas yang melemah, dan selang yang getas semua itu berujung pada persoalan suhu mesin. Dengan kondisi seperti ini, kemacetan pun jadi mimpi buruk.
Lalu, soal kaki-kaki Civic Genio. Handling-nya memang enak, dengan catatan semua komponen kaki-kaki masih sehat. Kenyataannya, bushing-bushing karet, ball joint, tie rod, dan shock absorber sering kali sudah aus. Akibatnya, saat jalan mobil jadi bunyi-bunyi, limbung, atau terasa ditemani simphony paling buruk.
Memperbaikinya memang masih memungkinkan, tapi tidak selalu murah. Apalagi kalau ingin hasil yang benar-benar enak.
Masalah lain yang tak kalah sering adalah kelistrikan. Mulai dari indikator yang kadang ngaco, lampu yang redup, sampai sensor-sensor yang sudah tidak presisi. Ini bukan karena Honda jelek, tapi karena usia. Kabel-kabel tua punya cerita sendiri. Kadang masalahnya sepele, tapi nyarinya bisa bikin pusing.
Belum lagi soal konsumsi BBM. Dibanding mobil modern dengan teknologi injeksi canggih, Civic Genio jelas kalah irit. Di dalam kota, angka 8–10 km/liter bukan hal aneh. Bagi sebagian orang, ini masih bisa diterima. Bagi yang lain, ini jadi bahan keluhan harian.
Murah di awal, mahal di belakang
Banyak orang tergoda Honda Civic Genio karena tampilan dan harganya. Di pasar mobil bekas, Genio terlihat “murah” untuk ukuran sedan dengan nama besar Honda. Harganya di kisaran Rp38 juta. Tapi, di sinilah jebakannya. Harga beli yang terjangkau sering kali diikuti biaya perawatan yang tidak kecil.
Spare part memang masih ada, tapi tidak semuanya murah. Beberapa part original mulai langka. Pilihan aftermarket ada, tapi kualitasnya bervariasi. Salah pilih, bisa-bisa malah bolak-balik bengkel. Civic Genio mengajarkan bahwa mobil tua tidak cocok untuk yang ingin serba praktis dan minim drama.
Aneh memang. Dengan segala masalah itu, Civic Genio tetap punya penggemar fanatik. Banyak yang rela merawat dan “membangkitkannya” kembali. Bahkan, rela menghabiskan uang dan waktu supaya mobil lawas ini bisa mengaspal.
Para penggemarnya mungkin menganggap Honda Civic Genio bukan sekadar alat transportasi. Ia punya karakter dan rasa yang sulit ditemukan di mobil lain. Mengemudikannya tidak hanya soal sampai tujuan, tapi tentang pengalaman. Itu mengapa, walau jadi punya banyak “PR”, Honda Civic Genio masih punya tempat di hati banyak orang.
Penulis: Budi
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Daihatsu Ceria, Mobil Mungil yang Bikin Pengemudinya Benar-benar Ceria.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















