Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Harga Diri Orang Madura Nggak Sependek Sumbu Emosi Remaja Puber

Naufalul Ihya Ulumuddin oleh Naufalul Ihya Ulumuddin
13 April 2023
A A
Harga Diri Orang Madura Nggak Sependek Sumbu Emosi Remaja Puber

Harga Diri Orang Madura Nggak Sependek Sumbu Emosi Remaja Puber (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Harga diri orang Madura tak melulu diperjuangkan dengan ribut dan bentrok. Norak, Bro!

Bulan lalu, Maret 2023, saya menonton pertandingan basket tingkat provinsi di salah satu sekolah. Pertandingannya seru, panas, tapi tetap suportif. Sampai pada suatu pertandingan yang mempertemukan antara tim dari Bangkalan kota dengan tim dari Ponorogo. Tim dari Bangkalan, bermain sedikit tertekan, karena memang terlihat kalah skill dan strategi. Tim dari Ponorogo terlihat lebih siap. Skillnya pun mumpuni dan mendominasi pertandingan.

Hal ini akhirnya membuat tim dari Bangkalan mulai bermain kasar, entah karena frustrasi atau apa. Alhasil, tensi pertandingan meninggi. Pelatih dari tim Ponorogo pun melayangkan protes dan terjadilah keributan.

Tentu, dari keributan itu banyak yang menghalang dan mendinginkan suasana. Termasuk saya. Saat saya mencoba melerai dan memegangi salah satu pemain dari tim Bangkalan, pemain yang masih remaja puber itu berteriak, “Enkok riah oreng Madureh. Jhe’ Lang-lang. Ariahh masalah harga diri oreng Madureh.”

Artinya, “Saya ini orang Madura. Jangan dihalang-halangi (untuk ribut). Ini masalah harga diri(ku) orang Madura.” Sontak saya langsung mengernyitkan dahi dan merasa prihatin. Ternyata, orang Madura bukan hanya disalahpahami oleh orang luar pulau saja, tapi juga disalahpahami oleh generasi mudanya sendiri.

Olahraga itu urusan sportifitas

Sama-sama kita ketahui bahwa olahraga adalah urusan sportifitas. Memang, ada peran harga diri yang diperjuangkan oleh setiap pemain. Tapi, kan caranya sudah diatur dalam peraturan pertandingan. Bukan malah ribut. Jika kalah skill dan kualitas bermain, maka lebih gagah mengakui kekalahan dan berlatih lebih keras untuk persiapan pertandingan berikutnya.

Daripada sok menjunjung tinggi harga diri dengan cara cari ribut, norak, bro. Terlebih, identitas ke-Madura-annya dibawa-bawa untuk membenarkan alasan untuk ribut. Akhirnya, makin buruklah citra orang Pulau Garam di mata orang luar.

Harga diri orang Madura yang seharusnya

Perlu diluruskan bahwa harga diri yang diperjuangkan itu tak sedangkal emosi sumbu pendek ingin ribut remaja puber. Merujuk pada buku Carok: Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura karya Latif Wiyata, harga diri orang Madura yang nggak boleh diusik itu paling tidak ada empat, yaitu perempuan, tanah kehidupan, keluarga, dan agama (islam). Keempat hal ini bukan lagi sekadar kalah tanding basket atau tanding-tanding olahraga lainnya.

Baca Juga:

Sebagai Orang Madura, Saya Sebenarnya Agak Segan Belanja di Warung Madura

3 Barang yang Nggak Pernah Terbayangkan Bakal Didapat dari Tahlilan di Madura, Mewah dan Pasti Bermanfaat

Keempat hal ini adalah masalah hidup yang dijalani sehari-hari dan berkaitan langsung dengan harga diri vital orang Madura. Bukan hanya masalah momentum saat di pertandingan seperti olahraga saja. Sehingga, jika keempat hal tersebut itu disinggung, barulah harga diri perlu diperjuangkan.

Orang Madura itu nggak sumbu pendek

Selain itu, jika pun empat harga diri itu diusik, tak serta merta mengambil tindakan gegabah untuk cari ribut atau langsung Carok. Mien Rifa’i dalam bukunya yang berjudul Manusia Madura menjelaskan bahwa ada tiga tahap prinsip pengendalian emosi orang Madura yang berkaitan dengan harga diri. Jika orang lain berdiri, orang Madura akan duduk. Jika orang lain duduk, orang Madura akan tengkurep. Tapi, jika sudah tengkurep masih diinjak-injak, saat itulah mereka akan melawan.

Artinya, orang Madura selalu ngalak bèbè (ambil bawah) untuk menghargai orang lain terlebih dahulu. Gambaran ini menunjukkan bahwa orang Madura sejati, itu nggak sumbu pendek seperti remaja puber yang suka cari ribut. Maka dari itu, untuk para remaja puber yang suka cari ribut, ajhèr ghèllun, lèk.

Fakta lapangan juga menunjukkan hal serupa tentang kekuatan menahan diri penduduk Pulau Garam dalam masalah harga dirinya. Suatu waktu, di desa saya terjadi keributan karena ada remaja yang dipukul orang asing tanpa sebab. Kebetulan, remaja itu adalah anak dari blatèr (jago yang dihormati masyarakat) yang ada di desa saya. Akhirnya, terjadi gejolak besar di desa pada saat itu.

Penyelesaian dan perdamaian

Para blatèr berkumpul, pun dengan kepala desa. Semuanya berdiskusi (bukrembuk) untuk solusi dan langkah berikutnya atas persoalan yang menyinggung harga diri keluarga. Namun, meski diskusi dilakukan dengan kepala mendidih, karena salah satu anggota keluarga dipukul orang asing tanpa sebab, hasil diskusi justru jatuh pada keputusan penyelesaian kekeluargaan. Pihak pelaku diminta untuk datang, menjelaskan kronologi masalah, dan mengakui kesalahannya bahwa sudah terjadi kesalahpahaman. Kepolisian ikut andil dalam mengamankan diskusi yang terjadi. Alhasil, mufakat perdamaian terjadi dan konflik kekerasan bisa dicegah dengan kedewasaan para blatèr.

Poinnya adalah, orang Madura dan para jagonya, dalam hal ini disebut blatèr, yang sebenarnya nggak ujuk-ujuk ngajak ribut dan carok. Ada prosedur adat lainnya yang sering kali dilewati oleh remaja puber yang sok dan suka cari ribut.

Bagi saya, orang Madura yang suka cari ribut dengan hal-hal sepele itu justru telah berkhianat pada prinsip hidup yang sebenarnya. Sumbu pendek dan ngajak ribut dengan mengatasnamakan dirinya orang Madura, itu malu-maluin. Malah merusak marwah kedalaman dan keteguhan orang Madura dalam menjaga harga dirinya.

Jadi, untuk para remaja puber yang suka cari ribut dengan mengatasnamakan diri orang Madura, bertaubatlah. Belajar yang pinter dulu. Jangan sok jago petantang-petenteng cari ribut nggak karuan. Karena hal itu bukannya membanggakan, malah memperparah rusaknya citra Pulau Garam di mata orang banyak.

Penulis: Naufalul Ihya’ Ulumuddin
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Orang Madura Tak Lagi Merantau untuk Mengais Rezeki, tapi Adu Gengsi!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 April 2023 oleh

Tags: emosiharga diriorang maduraributsumbu pendek
Naufalul Ihya Ulumuddin

Naufalul Ihya Ulumuddin

Pegiat sosiologi asal Madura. Tertarik isu pendidikan, kebijakan sosial, dan keluarga. Cita-cita tertinggi jadi anak yang berbakti dan suami ideal untuk istri.

ArtikelTerkait

Bagi Orang Madura, Bahasa Madura Tak Kalah Njelimetnya dengan Bahasa Inggris madura united bahasa daerah

Orang Madura Tak Lagi Merantau untuk Mengais Rezeki, tapi Adu Gengsi!

18 Februari 2023
5 Kebiasaan Unik Orang Madura Saking Antusiasnya Sambut Ramadan Terminal Mojok.co

5 Kebiasaan Unik Orang Madura Saking Antusiasnya Sambut Ramadan

6 April 2022
Susahnya Belajar Mengatur Emosi Saat Menstruasi

Susahnya Belajar Mengatur Emosi Saat Menstruasi

23 November 2019
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Dilema Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

24 Januari 2024
harga tembakau

Jangan Heran, Orang Madura Memang Harus Demo Apalagi Menyangkut Harga Tembakau

12 September 2019
Dominasi Orang Madura dalam Kuliner Surabaya

Dominasi Orang Madura dalam Kuliner Surabaya

11 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

16 Januari 2026
3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali Mojok.co

3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali

19 Januari 2026
Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

19 Januari 2026
Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

Julukan “Blok M-nya Purwokerto” bagi Kebondalem Cuma Bikin Purwokerto Terlihat Minder dan Tunduk pada Jakarta

14 Januari 2026
Belanja Furnitur Mending di IKEA Atau Informa? Ini Dia Jawabannya

Belanja Furnitur Mending di IKEA Atau Informa? Ini Dia Jawabannya

18 Januari 2026
UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

UT, Kampus Terbaik Tempat Mahasiswa Tangguh yang Diam-diam Berjuang dan Bertahan Demi Masa Depan

19 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?
  • Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.