Informasi
ADVERTISEMENT

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Sebenarnya, kampas rem motor bisa awet kalau sehari-hari tidak bekerja keras. Dengan kata lain, saya tidak boleh banyak ngerem ketika melewati turunan Trangkil yang mana itu sama saja membahayakan diri sendiri. Bisa sih lewat jalan lain, tapi akan memakan waktu dan bensin. 

Di sinilah saya belajar bahwa hidup mahasiswa memang soal memilih jenis tekor.

Baca juga Alumni UNNES: Setelah Lulus pun Harus Berdamai dengan Stereotipe Miring.

Turunan Trangkil mengajarkan manajemen keuangan

Pengalaman berkali-kali ganti kampas rem mengarjakan saya untuk mulai menyisihkan duit untuk spare part motor. Poin yang tidak pernah saya pikirkan atau bayangkan sebelumnya. Dengan membuat budget khusus saya berharap bisa menabung untuk hal-hal lain. Sebab, selama ini, duit saya selalu bocor untuk keperluan motor. 

Ini adalah pilihan terbaik daripada memilih rute lain atau tidak lewat turunan Trangkil untuk ngampus. Saya bisa lebih hemat waktu dan energi, secara psikologis bisa lebih tenang ketika sampai di kelas. Bukankah ketenangan macam ini begitu penting ketika kuliah?

Setelah menjalani beberapa waktu, ternyata begini ya rasanya jadi mahasiswa UNNES Gunungpati. Selain kuliah dan keperluannya yang memusingkan, ternyata saya juga harus berpikir ulang untuk banyak hal lain, termasuk bengkel motor. Kalian mahasiswa yang sehari-hari lewat jalur ini, apakah merasakan hal yang sama?  

Penulis: Ramanda Bima Prayuda
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Ketemu Monyet hingga Kuliner Pinggir Jurang, Hal-hal yang Wajar di UNNES Semarang, tapi Nggak Lumrah di Kampus Lain.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Februari 2026 oleh .

Ramanda Bima Prayuda

Mahasiswa Sarjana Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang.

Exit mobile version