Di era sekarang, orang mudah terpukau oleh usaha yang terlihat modern dan viral. Es teh jumbo, misalnya. Padahal, ada satu jenis usaha yang cuan dan konsisten menghasilkan uang, yaitu jualan gorengan.
Banyak yang meremehkan usaha jualan gorengan. Memang, ia nggak memberi gengsi. Padahal, jika kita melihat kenyataan di lapangan, gorengan justru menjadi salah satu usaha yang stabil dan tahan krisis. Ia tidak bergantung pada tren, tidak butuh promosi besar, dan pasarnya selalu ada.
Menurut saya, kestabilan bisnis ini mirip dengan es teh jumbo. Mau panas dan hujan, es teh jumbo tetap laku. Meski memang, jumlah penjualannya bisa berbeda tergantung musimnya.
Nah, gorengan punya kelebihan di sini. Mau cuaca sedang panas atau musim hujan, penjualannya tetap stabil. Saat cuaca dingin, gorengan malah sering jadi buruan karena hangat dan mengenyangkan.
Baca juga Gorengan, Menu Buka Puasa Segala Kelas Sosial
Es teh jumbo dan gorengan itu sama: Peminatnya dari segala kalangan
Gorengan punya sebuah keunggulan yang membuatnya potensi cuan bersama es teh jumbo, yaitu peminatnya dari segala kalangan. Anak sekolah, mahasiswa, pekerja pabrik, pegawai kantoran, ojek online, hingga orang tua semuanya suka.
Dua kuliner ini tidak mengenal kelas sosial. Harganya murah, rasanya familiar, dan kamu mudah menemukannya. Inilah alasan mengapa gorengan dan es teh jumbo hampir selalu laku, bahkan ketika kondisi ekonomi sedang sulit.
Berbeda dengan usaha minuman viral hanya karena tren. Kalau orang sudah bosan, atau ada tren baru, minuman dan makanan viral itu pasti tenggelam.
Gorengan dan es teh jumbo justru berjalan pelan tapi pasti. Saya tidak butuh konsep yang rumit ketika memulai bisnis ini. Nggak perlu juga membuat kemasan mahal. Kuncinya tetap di rasa, memakai minyak bersih, dan buka secara konsisten.
Pelajaran yang saya petik dari bisnis kecil adalah konsistensi pasti lebih penting ketimbang sensasi.
Jualan gorengan membuat saya bisa kuliah
Bagi saya pribadi, jualan gorengan bukan sekadar peluang usaha. Ia adalah jalan hidup. Dari uang hasil jualan, saya bisa membayar biaya SMA dan lulus. Dari yang hasil jualan pula, saya bisa melanjutkan kuliah.
Setiap hari berjualan bukan hanya soal mencari untung, tapi soal bertahan dan memperjuangkan masa depan. Saya menjadi saksi serta bukti hidup bahwa usaha kecil yang dijalankan secara konsisten bisa mengantar saya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Uang dari gorengan atau usaha kecil lain seperti es teh jumbo memang tidak datang sekaligus dalam jumlah besar. Ia datang sedikit demi sedikit, hari demi hari. Tapi justru di situlah kekuatannya.
Ada pemasukan harian dan perputaran uang yang nyata. Hari ini jualan, hari ini juga ada hasil. Bagi orang kecil seperti saya, pola seperti ini sangat berarti. Tidak perlu menunggu gajian bulanan atau berharap investasi jangka panjang yang belum tentu berhasil.
Dari sisi modal, jualan gorengan relatif ramah untuk siapa saja. Bahan bakunya mudah dan saya bisa menyesuaikan dengan kemampuan. Mulai dari tempe, tahu, pisang, bakwan, hingga risol saya membuatnya dalam skala kecil. Saya juga memulainya dari sebatas wajan, kompor sederhana, dan meja kecil di depan rumah. Seiring waktu, usaha ini bisa berkembang pelan-pelan.
Semua bisa cuan dari gorengan, asal mau memulainya
Setelah menjalaninya sendiri, jualan gorengan itu fleksibel dari segi waktu. Mau pagi untuk sarapan, sore hari untuk camilan, atau malam hari untuk teman ngopi. Kamu juga bisa menggabungkan bisnis kecil lain seperti es teh jumbo atau kopi saset.
Fleksibilitas ini membuat siapa saja bisa memulai bisnis kecil macam gorengan. Intinya, mau memulai aja dulu.
Sayangnya, masih banyak orang yang memandang rendah bisnis ini. Ada stigma bahwa jualan gorengan tidak akan membawa cuan. Padahal, di balik gerobak sederhana itu, banyak cerita tentang anak-anak yang bisa sekolah seperti saya.
Saya belajar bahwa konten motivasi itu tidak akan membuatmu berkembang jika tidak ada langkah konkret. Semua usaha yang cuan, tidak punya jalan pintas. Intinya, seperti yang saya jelaskan di atas, konsisten dulu aja dari skala kecil. Bagi saya, justru inilah bentuk kesuksesan yang paling realistis.
Maka, jangan pernah meremehkan bisnis kecil macam jualan gorengan, es teh jumbo, atau kopi sasetan. Kalau konsisten, semua orang pasti bisa. Lewat bisnis kecil ini, saya bisa sekolah sampai universitas. Dan jangan gampang menyerah kalau kesuksesan tidak kunjung datang. Tetap teguh dan konsisten!
Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Yamadipati Seno
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
