Dzul dan Raju, Interpreter Andal dari Kampung Durian Runtuh

Dzul dan Raju, Interpreter Andal dari Kampung Durian Runtuh

Dzul dan Raju, Interpreter Andal dari Kampung Durian Runtuh (Upin Ipin Fandom)

Dari kecil hingga dewasa seperti sekarang ini, saya masih setia menonton serial animasi Upin dan Ipin yang pertama kali ditayangkan tahun 2007 di MNCTV. Serial animasi yang diproduksi Les’ Copaque Production ini mengisahkan dua anak kembar Upin dan Ipin yang tinggal di sebuah kampung bernama Kampung Durian Runtuh. Dalam keseharian, keduanya punya banyak kisah menarik bersama teman-teman, keluarga, dan tetangga di kampung tersebut.

Terlepas dari keseruan yang diciptakan oleh Upin Ipin bersama teman-temannya, ternyata ada dua tokoh pendukung yang memiliki peran cukup penting dalam serial tersebut. Mereka adalah Dzul dan Raju.

Alasan keduanya saya nobatkan sebagai pemeran penting dalam serial Upin dan Ipin adalah karena mereka sukses menjadi interpreter dalam beberapa adegan. Kalau nggak ada Dzul dan Raju, mungkin karakter Ijat, Opet, dan Sapy nggak akan ada. Selain itu, beberapa adegan mungkin bakal nggak menarik kalau nggak ada keduanya. Meski keduanya saat ini sudah jarang nongol di Kampung Durian Runtuh, kenangan akan kehadiran mereka cukup membekas dalam diri saya.

Dzul

Pertama, kita mulai dari karakter Dzul yang terkenal suka membual dengan kalimat pembukanya yang khas, “Kata Nenek saya…” Dalam serial animasi Upin dan Ipin, Dzul adalah teman terbaik yang pernah dimiliki oleh Ijat. Gimana nggak baik, wong Dzul ini sabar dan setia banget menemani Ijat ke mana saja. Mulai dari menjadi teman sebangku Ijat di Tadika Mesra hingga menjadi interpreter tiap kali Ijat berbicara.

Salah satu hal yang bikin saya salut adalah Dzul nggak pernah marah tiap kali dia menerjemahkan maksud Ijat ketika hendak menyampaikan sesuatu. Apalagi Dzul sangat peduli dengan bestie-nya ini, dan itu bisa dilihat ketika adegan rumah Ijat kebakaran. Dia menemani Ijat yang sedang dilanda musibah.

Pokoknya kalau nggak ada Dzul, kayaknya Upin Ipin, dkk. serta penonton bakalan kebingungan deh dengan maksud omongan Ijat. Meski Dzul suka membual dan menyebarkan hoaks di Kampung Durian Runtuh, kehadirannya cukup penting, sih.

Raju

Selanjutnya ada karakter Raju bin Muthu yang merupakan anak kandung dari Uncle Muthu. Tau kan Uncle Muthu? Itu lho yang punya kedai dengan masakan paling enak se-Kampung Durian Runtuh. Walaupun Raju jarang muncul dalam serial Upin dan Ipin, dia punya kemampuan yang sangat spesial, lho, yakni bisa memahami bahasa binatang.

Jadi nggak usah heran ketika melihat Raju selalu berdampingan dengan Sapy kesayangannya. Bahkan dalam film Geng: Pengembaraan Bermula, Raju bisa menginterpretasikan bahasa hewan dari dunia lain, yaitu Opet. Bayangkan kalau nggak ada Raju, mungkin Upin Ipin sudah tewas dibunuh ibunya Opet atau nggak geng yang menjelajahi hutan tersebut bakal tersesat di dimensi lain dan nggak bisa keluar untuk selama-lamanya.

Sekarang paham kan kenapa saya menobatkan Dzul dan Raju sebagai interpreter andalan Kampung Durian Runtuh? Meski keduanya jarang nongol dan cuma jadi cameo, peran keduanya nggak bisa diremehkan, lho!

Penulis: Diaz Robigo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Alasan Raju “Upin Ipin” Nggak Balik ke Kampung Durian Runtuh.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Exit mobile version