Saat saya magang ketika SMK dulu, saya bingung harus bersyukur atau menyesalkan pengalaman selama tiga bulan itu. Sebagai siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), waktu itu saya melaksanakan kewajiban magang di salah satu tempat servis komputer di Surabaya. Nah, alih-alih memberikan kesan yang baik, pengalaman magang sama tukang servis komputer tersebut terus meninggalkan kesan buruk dalam pikiran saya hingga saat ini.
Ya sebetulnya, di satu sisi saya tetap merasa senang bisa mengetahui seluk-beluk dunia servis komputer. Tapi di sisi lain, ternyata dunia perservisan komputer itu cukup gelap, dan saya terus bertahan selama 3 bulan dalam kegelapan tersebut. Sampai-sampai, saya seperti mulai memaklumi hal-hal yang tidak baik itu.
Nah, untuk mengurangi rasa penyesalan tersebut, berikut saya bongkar beberapa dosa tukang servis komputer yang dilakukan pada pelanggannya.
Saat tak ada solusi, alasannya selalu antre
Apakah komputer/laptop kalian pernah menginap hingga berbulan-bulan di tukang servis komputer? Jika iya, jangan terlalu berpikir positif. Segera ambil kembali dan cari tempat servis lain. Itu bukan berarti laptop kalian sedang dipreteli lalu segera diperbaiki. Biasanya, abis dipreteli, mereka hanya kebingungan apa yang mau diperbaiki. Nah, itulah yang membuat laptop kalian menetap berlama-lama di tukang servis.
Tapi, kadang si tukang servis punya saja alasan supaya laptop pelanggannya tidak diambil, dan alasan yang paling sering muncul yakni karena antre. Entah apa alasannya, sebetulnya mereka takut kehilangan pelanggannya saja. Sebab, kegagalan memperbaiki laptopnya, itu menunjukkan bahwa ia tidak kompeten. Malu dong ya. Makanya mereka membiarkan laptop tersebut sampai ada solusi yang belum jelas kapan.
Nah, kalau kalian sudah melihat tempat servis komputer yang laptopnya menumpuk, bisa jadi itu adalah tanda tukang servis yang demikian.
Tukang servis komputer sering menutupi kesalahannya sendiri
Tak semua tukang servis itu sebetulnya benar-benar ahli di bidangnya, beberapa hanya belajar via Google atau video tutorial di YouTube. Saya bilang seperti itu karena bos saya waktu magang ternyata tidak punya latar belakang IT. Kuliahnya pun jurusan Ekonomi. Makanya saya dulu sempat heran sebab saat memperbaiki laptop, bos saya sering nonton video di YouTube.
Nah, maka dari itu pekerjaan jasa servis komputer itu sebetulnya tidak selalu mulus. Mereka kerap melakukan kesalahan yang tak diduga-duga. Dan saat mengalaminya, mereka sering menyembunyikannya. Alasannya, sekali lagi, ya malu dong.
Misalnya, bos saya pernah melakukan itu saat saya magang. Waktu itu ada mahasiswa yang ingin menginstall ulang laptop, eh tanpa disengaja bos saya menghapus semua file di hard disk-nya. Padahal, biasanya yang dihapus hanya penyimpanan di file C. Tamatlah sudah, ternyata file skripsi mahasiswa tersebut ikut terhapus semuanya. Makanya, saat mengambil laptopnya, si mahasiswa sampai nangis-nangis di toko kami waktu itu.
Nah, apa kata bos saya? Katanya, “ini hard disk-nya yang rusak, Ba”. Parah!
BACA JUGA: Derita Anak IT, Kuliah Mahal Cuma Buat Disuruh Servis Laptop
Jual aplikasi bajakan sampai ratusan ribu
Dosa terakhir tukang servis komputer yang sudah menjadi kebiasaan yakni menjual aplikasi bajakan. Saat komputer/laptop di-install ulang tentunya semua aplikasi di device tersebut ikut hilang. Nah, di sinilah seorang tukang servis akan banyak menghasilkan cuan. Dan, kita harus akui bahwa cuan itu haram, sebab aplikasinya seluruhnya bajakan!
Terlebih lagi, saat memasang aplikasi, sebetulnya si tukang servis tidak mengeluarkan apa-apa selain duduk diam. Dan itu pun hanya dalam hitungan menit. Tapi, meski demikian, biaya yang harus dikeluarkan pelanggan tidak sedikit. Misalnya di tempat servis saya dulu, untuk memasangkan aplikasi Microsoft Word, biayanya 50 ribu. Lalu, CorelDraw bisa mencapai 100 ribu.
Padahal, Gaes, kalau kalian tahu, kita benar-benar tidak mengeluarkan apa-apa untuk meng-install semua aplikasi itu.
Demikianlah beberapa dosa yang kerap dilakukan tukang servis komputer. Saya tidak mengatakan semuanya, tapi mungkin kita akan mudah menemukannya. Yah, saya harap semua tukang servis bisa berubah jadi lebih baik lagi, terutama menghindari semua hal yang berbau bajakan dan ilegal. Sebab tentu sangat merugikan, Gaes!
Penulis: Abdur Rohman
Editor: Rizky Prasetya
BACA JUGA Tempat Servis Laptop Nggak Amanah Bikin Boncos, Baca Ini sebelum Terlambat
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
