Dosa Pemilik Kos yang Jarang Disadari dan Sebaiknya Dihindari

Dosa Pemilik Kos yang Jarang Disadari dan Sebaiknya Dihindari

Dosa Pemilik Kos yang Jarang Disadari dan Sebaiknya Dihindari (Pixabay.com)

 

Beberapa tahun menjadi anak kos membuat saya paham bagaimana karakter pemilik kos. Apalagi saya sebagai anak kuliahan yang uangnya masih pas-pasan, terkadang baru telat bayar dua hari udah ditanya melulu. Mungkin tujuannya biar tertib bayar dan sama-sama enak. Tapi kadang saya merasa nelangsa, udah duit habis buat ngeprint dan makan, belum lagi bayar kos.

Mungkin beberapa dari kalian merasakan dikejar bu kos kalian. Entah karena kamu telat bayar atau suka keluar malam dan nggak bersih-bersih kos. Nyatanya semua itu menggelikan dan cerita-cerita seperti itu akan dikenang sampai besok.

Sebagai pemilik kos, saya tahu Anda punya kebutuhan yang harus segera dipenuhi juga. Tapi juga ada beberapa hal yang perlu diperhatikan lho, Pak Bu!

Per semester naik

Problema ini muncul di beberapa tempat kos. Ada beberapa kos yang menaikkan biaya ketika pergantian semester. Misalnya, 25 ribu per semester. Benar uang segitu itu kecil, tapi lumayan juga untuk anak kos.

Sebagai anak kos, tentu saja kita tidak bisa protes begitu saja sama pemilik kos. Tapi, setidaknya, kalau naik tiap semester, juga perlu ada tambahan benefit untuk penghuni. Masa iya, naik terus tapi masih gini-gini aja?

Ditinggal libur, bayar kos tetep full

Bagi yang membawa banyak barang, solusi pas liburan semester adalah dengan meninggalkan barang di kos aja, daripada bolak balik ke rumah. Untuk pembayaran kosnya tentu, pilih yang bayar setengah pas liburan. Sayangnya banyak juga kos yang tetep bayar full padahal nggak ditempatin. Sebenarnya itu atas dasar apa?

Menurut saya itu sebagai jaminan agar kamar kos kita nggak ditempatin orang lain. Tapi ya nggak harus bayar full ya, bisa kali bayar setengahnya aja. Wong penghuni kosnya di rumah tapi tetep bayar full. Kan kami juga nggak menggunakan listrik, Wi-Fi, dan air di kos. Aneh tapi memang sering terjadi.

Harga kos naik, fasilitas jalan di tempat

Yang sering terjadi juga adalah harganya naik terus tapi nggak ada fasilitas terbaru. Misalnya kasur yang baru soalnya kasur lama udah nggak layak dan tipis. Atau hadirkan kulkas di kos, bisa jadi kebahagiaan buat kami. Biar nggak keliatan sia-sia bayar kosnya. Entah kenapa dengan naiknya uang bayar kos tidak diikuti pula dengan fasilitas yang diupgrade. Setidaknya ada beberapa hal yang diperbaiki. Misalnya saluran air, kompor, atau free air galon kan lumayan ya.

Pastikan punya tandon air

Kesalahan pemilik kos yang terakhir adalah, tidak menyediakan tandon air. Walaupun kos didirikan di dekat air yang melimpah tapi juga perlu sedia tandon air. Jaga-jaga kalau musim kemarau datang atau pas lagi ada perbaikan saluran air. Terlihat sepele, tapi tandon air itu vital loh. Soalnya saya pernah merasakan nggak ada air sama sekali, soalnya ya nggak ada tampungan air yang mencukupi. Padahal kalau menyediakan ini bisa untuk investasi jangka panjang juga kan.

Itulah beberapa dosa pemilik kos yang harusnya diperhatikan sebagai bahan renungan. Kami sebagai penghuni kos akan nyaman kalau fasilitas sesuai dengan uang yang kami keluarkan. Nggak melulu berkaitan dengan uang, tapi kalian sebagai pemilik kos juga harus effort menyediakan fasilitas yang baik pula.

Semoga nggak ada lagi pemilik kos yang usil dan seenaknya sendiri. Teman saya soalnya ada yang pernah tiba-tiba diusir dari kos, padahal udah tertib bayar. Katanya gara-gara ada yang nawar dengan harga tinggi, akhirnya dilepaskan gitu aja. Kan kasian ya.

Penulis: Wulan Maulina
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sebaik-baiknya Ibu Kos Adalah yang Ikut Tinggal di Kos

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version