Meskipun fun to drive, Honda Mobilio sering dikeluhkan karena kaki-kaki mobil yang ringkih.
Nama Honda hampir selalu identik dengan satu kalimat sakral yang diamini banyak orang, “fun to drive”. Mulai dari Jazz, City, Civic, hingga Brio, Honda dikenal piawai meracik mobil yang ringan, responsif, dan enak diajak menikung. Pun, ketika Honda akhirnya terjun ke segmen Low MPV lewat Mobilio, ekspektasi publik juga sama. MPV keluarga yang tetap menyenangkan dikendarai.
Secara karakter berkendara, Honda Mobilio memang tidak mengecewakan. Mesin 1.5 i-VTEC-nya responsif, setirnya presisi, dan feeling berkendaranya jauh lebih menyenangkan dibanding MPV sejawatnya yang cenderung kaku dan mengayun.
Namun, di balik itu, ada satu keluhan yang terus muncul dari mulut ke mulut pengguna Honda Mobilio. Kaki-kaki Honda Mobilio gampang bermasalah, cepat bunyi, dan terasa ringkih. Kenapa bisa begitu?
Baca juga Rangka Ringkih Honda Vario 160 “Membunuh” Performa Mesin yang Ampuh.
DNA Honda Brio dibawa ke segmen MPV
Untuk memahami masalah kaki-kaki Mobilio, kita harus mundur ke filosofi dasarnya. Mobilio dibangun di atas platform Brio, yang sejatinya adalah platform mobil kecil. Platform ini memang punya kelebihan dari bobot ringan, efisiensi bahan bakar yang baik, serta handling yang lincah.
Akan tetapi, ketika platform tersebut dipanjangkan dan dipaksa mengangkut 7 penumpang, ada hal tak menyenangkan yang diterima.
Masalahnya lagi, kondisi jalan Indonesia tidak selalu ramah bagi siapa saja, termasuk Mobilio itu sendiri. Polisi tidur tinggi, lubang jalan menganga, sambungan beton tidak rata, hingga kebiasaan mobil diisi penuh alias overload. Akhirnya, kerja kaki-kaki Mobilio sering berada di luar skenario ideal yang dibayangkan insinyur terbaik Honda.
Baca halaman selanjutnya: Dimensi …



















