Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Diet Plastik Memang Baik, Tapi Godaan Promo GoFood dan GrabFood Susah Dilawan!

Annatiqo Laduniyah oleh Annatiqo Laduniyah
15 Oktober 2019
A A
promo

promo

Share on FacebookShare on Twitter

“Eh, ada promo makan nih 100 ribu.”

“Waaahh, kuylaah.”

“Tapi take away, ntar nyampah plastik lagi.”

“Yah gimana, tanggal tua.”

Dan lagi-lagi, idealisme akan selalu kalah dengan urusan perut. hiyahiya~

Katanya, masa mahasiswa adalah masa di mana idealisme sedang dibentuk kuat-kuatnya. Semua pemikiran seakan murni karena belum tersentuh dengan kepentingan lain. Mahasiswa baru terutama, eksistensinya seakan dapat dinilai dengan keaktifan dia membaca buku-buku berbobot seperti buku Tan Malaka, Pramoedya bahkan Karl Max.

Dan berdiskusi tentang kapitalisme pendidikan atau berkumpul sekedar membahas buku, film, dan masalah-masalah lingkungan di negara kita tercinta ini, Indonesia. Selalu berusaha membaca realitas yang ada lalu memiliki alasan untuk melawan. Untuk kemudian agar mendapat julukan sebagai aktivis.

Mahasiswa aktivis lingkungan atau pecinta alam misalnya, maupun mereka-mereka yang membaca buku Ekofenomenologi-nya Saras Dewi atau pemikiran Vandana Shiva tentang Ekofeminisme-nya. Dan segala idealisme yang mendorongnya untuk menjalani green habits atau pola hidup yang ramah lingkungan.

Baca Juga:

5 Alasan Pesan Makan Online Masih Lebih Logis daripada Beli Langsung di Warung meski Zaman Promo Sudah Berlalu

Ketika Ibu Rumah Tangga Bisa Membeli Rumah dari Mengumpulkan Sampah

Seperti pembahasan mengenai gerakan diet plastik. Kesadaran terhadap bahaya penggunaan plastik memang semakin tinggi setelah banyaknya kasus yang berkaitan dengannya. Kasus paus di Wakatobi yang mati dengan enam kilogram plastik di perutnya misalnya, dan penetapan Indonesia sebagai penyumbang sampah plastik di laut ke dua setelah Tiongkok.

Kasus tersebut cukup mendorong masyarakat berbondong-bondong menyuarakan bahaya plastik sekaligus kemudian menjadi ajang promosi produk-produk yang tidak sekali pakai pengganti plastik dan dipercaya ramah lingkungan, sedotan stainless contohnya.

Terkadang menjadi lucu memang, menjadi mahasiswa peduli lingkungan yang dengan keren membahas Isu-isu terkait lingkungan dan berbagai cara atau gerakan penyelamatannya. Seperti sawit, polusi, plastik, dan yah pokoknya topik-topik yang mengangkut alam-alam gitu lah.

Kemudian belajar tentang green habits seperti minum dan makan tanpa plastik atau yang ramah lingkungan, jalan-jalan tanpa polusi, menanam, mengolah makanan sisa, daur ulang dan memilik produk sehari-hari yang juga ramah lingkungan dan buanyak lagi.

Namun, kembali lagi. Namanya juga mahasiswa. Kembali ke kodratnya yang masih harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup sehari-hari selain asupan otak untuk memperkuat idealismenya.

Urusan makan misalkan, sehemat apapun mahasiswa di awal bulan, entah selalu ada saja yang bikin ngeluh krisis kantong di tanggal tua. Hingga kemudian hanya dapat mengonsumsi mie instan dan promag saat lapar melanda. Lebih beruntung lagi jika ada sedikit uang sisa, dia akan pergi ke warung prasmanan (khusus mahasisawa) yang parkirnya gratis, dan mengambil nasi putih yang banyak dengan lauk gorengan dan minum air putih yang (kalau beruntung) gratisan.

Banyak memang yang selalu mengeluhkan datangnya tanggal tua di hitungan bulan bagi mahasiswa. Namun promo GoFood atau GrabFood selalu bisa menyelamatkan mahasiswa dari nasib buruk makan nggak enak di tanggal tua.

Bayangkan saja, makanan dengan potongan harga 20 ribu saja, dengan minimal order 30 ribu misalkan. Kalau kemudian kita order pas 30 ribu kan cuma bayar 10 ribu. Belum lagi yang promo diskon 50%  bahkan 60% dari harga 50 ribu, kan lumayan. Atau promo buy one get two. Rasanya memang seperti menemukan oase di tengah gurun pasir, siapapun akan berucap syukur Alhamdulillah, puji Tuhan atas segala promo menarik ini.

Nah, sudah begitu boro-boro mereka akan memikirnya dampak konsumsi makanan berplastik-plastik yang menjadi diskusi mereka sehari-hari itu, yang penting mah bisa makan enak dan kenyang. Alasan lainnya setelah itu akan seperti ini, “kenyang dulu, baru menyelamatkan dunia”. Halaah, si entong bisa ae!

Dan kejadian seperti itu juga saya sendiri turut mengalami. Apa yang terjadi dengan masalah sampah di Indonesia kemudian mengukuhkan niat saya untuk sebisa mungkin diet plastik. Less waste kalau bahasa anak lingkungan mah. Membawa totebag, botol minum dan kotak makan kemana-mana, agar jika ingin jajan atau membeli sesuatu sudah tidak menggunakan plastik sekali pakai lagi.

Hingga kemudian tanggal tua datang, dan sedang jika beruntung, ada banyak promo GoFood dan GrabFood yang begitu menggiurkan. Sayangnya, makanan yang mereka kemas belum ramah lingkungan atau masih menggunakan plastik. Walau ‘katanya’ sudah ada beberapa warung makan yang mengurangi hal tersebut. Tapi tetap saja masih kalah dengan yang lebih instan (plastik).

Tentu saja saya kemudian bertarung dengan idealisme saya sendiri. Tapi mau bagaimana lagi, urusan perut harus terpenuhi dan keinginan makan enak berbanding lurus dengan promo-promo yang bertebaran. Dan saya pun tidak bisa berkata tidak kepada promo-promo itu.

Maka jika sudah begitu, saya hanya bisa memejamkan mata sambil berkata, “Bumi, maafkan aku yang akan mengotorimu sekali lagi dengan plastik ini.” Walaupun tidak ada jaminan bahwa saya tidak akan mengulanginya lagi di tanggal tua. hehe

Yah begitulah, seringkali memang pada akhirnya idealisme akan selalu kalah dengan urusan perut. Tapi saya akan coba diet plastik lagi, nanti. (*)

BACA JUGA Paradoks Produksi dan Penggunaan Plastik: Antara Butuh dan Cinta Lingkungan atau tulisan Annatiqo Laduniyah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 15 Oktober 2019 oleh

Tags: diet plastikekofeminismegofoodgrabfoodkelestarian lingkunganpromoSampah Plastik
Annatiqo Laduniyah

Annatiqo Laduniyah

ArtikelTerkait

Sebagian Ibu-ibu Adalah Pencinta Kresek Hitam Garis Keras terminal mojok.co

Sebagian Ibu-ibu Adalah Pencinta Kresek Hitam Garis Keras

12 November 2020
sampah plastik

4 Langkah untuk Mengurangi Penggunaan Plastik Pribadi

13 Mei 2019
Sisi Gelap Tebus Murah Indomaret: Bukannya Lebih Hemat, Pembeli Malah Makin Boros Mojok.co

Sisi Gelap Tebus Murah Indomaret: Bukannya Lebih Hemat, Pembeli Malah Makin Boros

9 September 2025
Tips Jelajah Jogja Solo dan Sebaliknya, Nggak Perlu Ribet Bawa Kendaraan dengan Fitur Ini Terminal Mojok.co (Unsplash.com)

Tips Jelajah Jogja-Solo dan Sebaliknya, Nggak Perlu Ribet Bawa Kendaraan dengan Fitur Ini

24 Maret 2023
5 Cara Cerdas Belanja di Indomaret Biar Dapat Banyak Diskon Mojok.co

5 Cara Cerdas Belanja di Indomaret Biar Dapat Banyak Promo

11 Mei 2025
Setiap Orang Punya Nama, Kenapa Masih Memanggil dengan Profesi? terminal mojok.co

Mengurangi Sampah Plastik Ketika Lebaran, Kenapa Tidak?

8 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lebaran Saatnya Masa Bodoh dengan Ocehan Tetangga (Unssplash)

Refleksi Lebaran Bagi Kepala Rumah Tangga: Tunaikan yang Wajib, Masa Bodo dengan Gengsi dan Ocehan Tetangga

14 Maret 2026
Tips Membuka Bisnis Rental Mobil Selama Lebaran untuk Pemula, Alias Nggak Usah!

Tips Membuka Bisnis Rental Mobil Selama Lebaran untuk Pemula, Alias Nggak Usah!

14 Maret 2026
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
Lulus Kuliah Mudah Tanpa Skripsi Hanya Ilusi, Nyatanya Menerbitkan Artikel Jurnal SINTA 2 sebagai Pengganti Skripsi Sama Ruwetnya

Kritik untuk Kampus: Menulis Jurnal Itu Harusnya Pilihan, Bukan Paksaan!

19 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026
Terminal Ir Soekarno Klaten Terminal Terbaik di Jawa Tengah

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Honda Scoopy, Motornya Orang FOMO yang Nggak Sadar kalau Motor Ini Terlalu Pasaran dan Sudah Nggak Istimewa
  • Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin
  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.