Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Di Mana Ada Warung Makan Ramai, di Situ Ada Isu Pesugihan

Humam Zarodi oleh Humam Zarodi
20 Januari 2021
A A
perdunu pesugihan dewandaru dukun pemilu pesugihan tulungagung mojok.co

Menebak Alasan Mitos Pesugihan Tumbuh Subur di Tulungagung (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sepertinya, kuliner dan cerita pesugihan itu bagai dawat dan kertas alias tak terpisahkan. Ini yang saya temukan saat berbelanja kebutuhan dapur di warung tetangga. Saya iseng bertanya kepada pemilik warung. “Pak, sekarang Warung X ramai banget ya? Kalau dulu jarang pembeli, bahkan sepi banget”, tanya saya. “Lha wong kui disyarati kok yo Mas. Nganti ditanggapke wayang barang kok neng ndesane kono”, jawab pemilik warung. Maksudnya usaha warung itu sengaja pakai laku tirakat atau prihatin, sampai mengundang wayang kulit yang dilakukan di desa asalnya.

Di masyarakat Jawa, jamak orang melakukan laku prihatin dengan tujuan agar keinginannya bisa terkabul atau tercapai. Salah satunya dengan ritual agar warungnya bisa laris. Khalayak menyebutnya sebagai penglarisan. Apa yang disampaikan pemilik warung tetangga saya sepuluh tahun yang lalu itu semacam opini yang berkembang di masyarakat. Ada yang benar-benar membuktikan dengan melihat sendiri atau hanya cerita dari mulut ke mulut.

Itu baru salah satu cerita dibalik usaha kuliner di negeri +62. Nah, setelah ngobrol dengan beberapa narasumber yang sangat profesional di bidang keanehan perkulineran, juga merangkum dari berbagai sumber, saya sajikan beberapa cerita aneh untuk Anda.

Pertama, masih di kampung saya tetapi beda RT. Ada tetangga kampung yang punya usaha kuliner yang lumayan terkenal. Gosip yang berkembang di kampung, tetangga saya ini menggunakan pesugihan dan penglarisan. Ada tetangga saya, mbak-mbak yang iseng cerita saat sedang berkunjung ke rumah saya beberapa puluh tahun yang lalu. Dia cerita, “Mas, coba saja minta uang ke Pak Yyy, pasti nanti akan dikasih uang berapa pun yang kita minta”. “Lha kok bisa dikasih Mbak”, jawab saya. Kata mbak-mbak tetangga saya itu, ternyata salah satu syarat pesugihan dan penglarisan adalah memberikan sesuatu kepada orang yang lain yang meminta. Dan mbak-mbak tetangga saya itu katanya sudah membuktikan. Kalau saya tidak berani mempraktikkan apa yang dilakukan mbak-mbak tetangga saya ini. Selain sungkan, beliau bapaknya teman saya. Hehehe.

Kedua, ada lagi cerita pesugihan dan penglarisan dari teman saya yang saya minta menyopiri kendaraan kakak beberapa hari yang lalu. Saat mengendarai mobil, teman saya cerita kalau ada teman dia yang sudah insyaf jadi preman (preman pensiun). Kemudian ingin usaha jualan aneka plastic di rumah dan buka usaha potong rambut. Dia pengin mendapatkan kesuksesan secara instan. Alhasil preman pensiun tersebut bertirakat di Gunung Kawi. Dia sudah setuju dengan semua persyaratan, termasuk akan menumbalkan nyawa anak pertamanya untuk syarat pesugihan dan penglarisan ini. Dengan ditemani juru kunci dan dukunnya, semalaman dia bertirakat. Dan tidak mendapatkan wangsit apa pun dari tirakatan. Alhasil si preman pensiun ini gagal mendapatkan pesugihan dan penglarisan. Tetapi, yang patut disyukurinya adalah anak pertamanya tidak jadi tumbal.

Ketiga, kalau ini cerita dari grup Facebook (FB) yang saya ikuti. Salah satu anggota grup FB bercerita, suatu siang dia berkunjung ke suatu kota di Provinsi Jawa Tengah. Kemudian mampir ke salah satu warung untuk membeli makanan. Sambil menunggu pesanan makanan datang, dia merokok dan mainan HP. Tanpa sengaja, dia melihat pedagang makanan itu meludahi makanan yang akan dibungkus oleh istrinya. Tentu saja dia kaget bukan kepalang. Dia perhatikan lagi aksi pedagang itu. Dan diulanginya lagi. Jadi makanan itu ternyata diludahi dulu sebelum dibungkus oleh istrinya.

Dari hasil pengamatan dia, makanan yang diludahi itu ternyata khusus untuk makanan yang dibawa pulang atau take away. Sedangkan makanan yang dimakan ditempat, sama sekali tidak diludahi. Dia bersyukur makanan yang dia pesan tidak diludahi. Tetapi, dia kapok tidak akan makan di warung itu lagi, meski diakuinya masakannya enak.

Keempat, cerita ini dilansir dari berita online pada awal 2020. Ini yang paling menjijikan dan tidak bisa diterima oleh pecinta bakso seantero negeri +62. Awal 2020, kita digegerkan dengan kesaksian karyawan sebuah warung bakso di Surabaya. Warung bakso ini dikenal selalu ramai, dalam sehari mampu menjual sekitar 400 mangkuk bakso. Pemilik warung bakso dibantu oleh delapan orang karyawan. Dan yang aneh, karyawan dilarang untuk memasak kuah bakso dan menuangkan kuah bakso ke dalam mangkuk.

Baca Juga:

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

8 Camilan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Jangan Dijadikan Oleh-Oleh

Keganjilan ini terkuak saat pemilik warung bakso sedang menerima telepon dengan waktu yang lama. Sedangkan banyak pelanggan yang menunggu. Akhirnya salah satu karyawan berinisiatif untuk menuangkan kuah ke dalam mangkuk. Terjadi keanehan dan hal yang tidak terduga sebelumnya oleh karyawan tersebut. Saat mengangkat kuah, ia merasakan sesuatu yang berat. Awalnya dia mengira itu tulang sapi untuk kaldunya. Ternyata setelah diangkat yang muncul adalah celana dalam berwarna hitam. Sejak saat itu dia berpikir bahwa celana dalam berwarna hitam tersebut merupakan penglaris atau pesugihan yang dimiliki oleh pemilik warung bakso.

Nah, bagi Anda yang ingin terjun ke dalam dunia kuliner, jangan coba-coba menggunakan metode pesugihan atau penglaris, kalau memang Anda masih ragu dengan segala risikonya. Tetapi, kalau Anda cukup mantap dengan segala risikonya, saya persilahkan Anda untuk tidak mengambil jalan pintas tersebut. Masih banyak cara untuk meraih kesuksesan dalam bidang usaha kuliner. Banyak role model yang bisa Anda tiru dan terapkan. Misalnya Anda bisa meniru Tuan Krabs, pemilik restoran Krusty Krab. Ada banyak pelajaran yang bisa Anda ambil dari cara bisnis Tuan Krabs. Anda tidak perlu pelatihan khusus untuk meniru Tuan Krabs. Anda cukup melihat tayangan serial televisi SpongeBob yang hadir setiap hari di layar kaca Anda.

BACA JUGA Kalau Dukun Pesugihan Bisa Bikin Kaya, Kenapa Nggak buat Dirinya Aja? dan tulisan Humam Zarodi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: Kulinerpesugihan
Humam Zarodi

Humam Zarodi

Seorang bapak dengan 4 orang anak dan 1 istri serta pencinta klub Liverpool FC.

ArtikelTerkait

Pengalaman Table Manner dan Alasan Restoran Mahal Porsinya Sedikit terminal mojok.co

Menyaksikan Liciknya Restoran All You Can Eat, Licin Macam Politisi

22 Oktober 2020
5 Jajanan Kaki Lima ala Warlok Semarang yang Bikin Betah Tinggal di Sana Mojok.co

5 Jajanan Kaki Lima ala Warlok Semarang yang Bikin Betah Tinggal di Sana

8 Oktober 2025
Sekarang Remote Worker Tak Dicurigai Lagi Punya Pesugihan Terminal mojok

Sekarang Remote Worker Nggak Takut Lagi Dicurigai Punya Pesugihan

9 Februari 2021
Sudah Saatnya Bandara di Indonesia Menjadi Ruang untuk Mempopulerkan Makanan Khas Daerah

Sudah Saatnya Bandara di Indonesia Menjadi Ruang untuk Mempopulerkan Makanan Khas Daerah

3 Desember 2025
3 Rekomendasi Minuman Khas Solo selain Dawet Mojok.co

3 Rekomendasi Minuman Khas Solo selain Dawet

12 November 2023
Hidup di Desa Terkadang Tak Lebih Baik ketimbang Hidup di Kota, Bahkan Bisa Jadi Lebih Buruk

Miskin Dihina, Kaya Dituduh Pesugihan: Dilema Hidup di Desa

22 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membuka Kebohongan Purwokerto Lewat Kacamata Warlok (Unsplash)

Membuka Kebohongan Tentang Purwokerto dari Kacamata Orang Lokal yang Jarang Dibahas dalam Konten para Influencer

4 April 2026
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Mojokerto, Kota yang Tak Pernah Move On dari Masa Lalunya dan Tak Bisa Lepas dari Apa-apa yang Berbau Majapahit

2 April 2026
Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas Mojok.co

Warga Pasar Minggu Jaksel Adabnya Nol Besar di Jalanan, Pantas Menyandang Gelar Paling Nggak Taat Aturan Lalu Lintas

6 April 2026
Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial yang Cerdas Mojok.co

Pilih Hyundai Avega Bekas Dibanding Mobil Jepang Entry-Level Baru Adalah Keputusan Finansial Paling Cerdas

7 April 2026
TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk Mojok.co

TPU Jakarta Timur yang Lebih Mirip Tempat Piknik daripada Makam Bikin Resah, Ziarah Jadi Nggak Khusyuk 

6 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 
  • Lulusan Farmasi PTS Jogja Bayar Mahal untuk Wisuda, tapi Gagal Foto Keluarga karena Ayah Harus Dirawat di Rumah Sakit Jiwa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.