Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Desa Wisata Jogja Menyimpan Sisi Gelap yang Perlu Segera Diperbaiki

Helena Yovita Junijanto oleh Helena Yovita Junijanto
8 Desember 2024
A A
Desa Wisata Jogja Menyimpan Sisi Gelap yang Perlu Segera Diperbaiki Mojok.co

Desa Wisata Jogja Menyimpan Sisi Gelap yang Perlu Segera Diperbaiki (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga:

Realitas loker di Jogja: syaratnya begitu banyak, tapi gajinya bikin nangis

Menolak lupa bus jalur 15 Jogja yang punya trayek terpanjang dan berjasa untuk banyak pelajar 

Persoalan yang muncul

Seperti yang sudah saya singgung sebelumnya, desa wisata yang tidak sesuai dengan konsep ideal bukannya jadi bebas masalah. Ini juga terlihat dari Desa Wisata Ledok Sambi. Hal yang paling kentara adalah pengelolaan sampah yang buruk.  Konsep penataan wilayah desa wisata di Ledok Sambi juga tidak membebaskan desa wisata dari sampah. Masih banyak sampah yang berserakan dan mengganggu pemandangan. Apabila dikelola dengan lebih baik, saya yakin persoalan sekecil sampah tidak akan terjadi. 

Saya ingin mengajak untuk berkaca pada desa wisata Penglipuran Bali yang saat ini dinobatkan menjadi desa terbersih di dunia. Pengelolaan interaksi warga untuk mengelola desa wisata menjadi bersih. Walaupun diterpa gerimis dan turun hujan, tapi warga tetap antusias untuk membersihkan desa wisata ini dan melakukan banyak hal lain demi menunjang kesuksesan konsep desa wisata. Desa Wisata Panglipuran Bali ini menjual nilai kebersihan lingkungan dan budaya lokal. Wisatawan benar-benar merasa menikmati keasrian hutan di sekitar desa dan keunikan permukiman warga serta bebas dari polusi udara dan polusi sampah.

ADVERTISEMENT

Kurangnya keterlibatan warga lokal

Saya rasa desa wisata Penglipuran Bali adalah contoh yang baik bagaimana warga lokal dilibatkan atau terlibat seacar penuh pada pengelolaan desa wisata. Tidak seperti banyak desa wisata lain yang diurus oleh pihak swasata. Syukur-syukur kalau pihak swasta bisa mengelolanya dengan baik dan melibatkan warga. Persoalannya, tidak sedikit juga swasta yang asal dan ugal-ugalan dalam mengelola wisata. Akibatnya, warga lokal justru terganggu dengan konsep desa wisata di desanya. Bahkan, ada yang mengatakan warga lokal tetap tidak memiliki perkerjaan dengan keberadaan desa wisata di daerah mereka. Ini sungguh keliru, seharusnya keberadaan desa wisata dapat memperluas lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal desa wisata untuk memajukan desa wisata tersebut.

Di atas beberapa persoalan yang saya temukan di desa wisata-desa wisata di Jogja. Saya harap ke depannya, desa-desa bisa mengutamakan keaslian budaya lokal dengan  pengelolaan dan pemberdayaan masyarakat setempat. Salah satu caranya, masyarakat lokal bisa dibekali pelatihan sehingga bisa berperan aktif dalam mengelola desa wisata. Termasuk, pengelolaan lingkungan sehingga terhindar dari sampah sehingga desa wisata dapat menjadi suatu aset penting pada pertumbuhan pariwisata yang berkelanjutan.

Penulis: Helena Yovita Junijanto
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Desa Wanurejo, Desa Wisata Dekat Candi Borobudur yang Bisa Melengkapi Liburanmu

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 9 Desember 2024 oleh

Tags: desa wisatadesa wisata jogjaJogjawisata jogja
Helena Yovita Junijanto

Helena Yovita Junijanto

Alumnus UGM 2024, Dosen Universitas Terbuka, Peneliti dan Penulis

ArtikelTerkait

3 Tips untuk Wisatawan Jogja biar Mudah Pahami Jalanan Jogja terminal mojok.co

4 Tips untuk Wisatawan Jogja biar Mudah Pahami Jalanan Jogja

22 November 2021
menggugat pagar alun-alun utara jogja mojok.co

Wawancara Eksklusif dengan Korban Kebakaran Alun-alun Utara Jogja

29 Mei 2021
obituari pak panut mojok

Obituari Pak Panut dan Bagaimana Beliau Menyelamatkan Perut yang Lapar

20 Juli 2021
Berwisata ke Tumpeng Menoreh Kulon Progo yang Dikelola Swasta Lebih Murah daripada Malioboro Jogja yang Dikelola Pemerintah Mojok.co

Berwisata ke Tumpeng Menoreh Kulon Progo yang Dikelola Swasta Lebih Murah daripada Malioboro Jogja yang Dikelola Pemerintah

17 Juni 2024
Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Madiun Ketika Menikah dengan Orang Jogja: Saya Nggak Suka Brongkos, Doi Nggak Suka Rujak Petis, Sad

Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Madiun Ketika Menikah dengan Orang Jogja: Saya Nggak Suka Brongkos, Doi Nggak Suka Rujak Petis, Sad

28 November 2025
Saya Justru Lega Semarang Tidak Mungkin Jadi “The New Jogja” seperti Solo dan Purwokerto Mojok.co

Saya Justru Lega Semarang Tidak Mungkin Jadi “The New Jogja” seperti Solo dan Purwokerto

5 April 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

Jombang memang nggak punya pantai, tapi senja pinggir Sungai Brantas sukses bikin iri warga kabupaten tetangga

5 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.