Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Derita PNS Alias Pegawai Night Shift: Nggak Punya Teman, Pacaran Susah, Mental Jelas Tak Aman!

Rizky Prasetya oleh Rizky Prasetya
24 Maret 2024
A A
Derita PNS Alias Pegawai Night Shift: Nggak Punya Teman, Pacaran Susah, Mental Lama-lama Tak Aman!

Derita PNS Alias Pegawai Night Shift: Nggak Punya Teman, Pacaran Susah, Mental Lama-lama Tak Aman! (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau sedang nongkrong dan kawan-kawan mulai ngomongin pengalaman kerja, tepatnya berapa banyak perusahaan yang sudah “dicoba”, saya lebih memilih diam. Saya baru merasakan kerja di 2 perusahaan. Jelas, saya kalah cerita. Tapi, kebanyakan kawan saya tidak merasakan apa yang pernah saya alami, yaitu jadi pegawai night shift.

Ya, sebelum saya kerja di Mojok, saya kerja di perusahaan game, tapi bagian night shift. Bisa dibilang saya ini mantan PNS, pegawai night shift. Jam kerja saya lumayan enak sih, 5 sore sampai jam 1 pagi. Bisa bangun amat siang, tidur pun tak terlalu pagi.

Bagi orang-orang yang kenal saya, banyak yang bilang shift malam ini amat pas dengan saya. Susah bangun pagi, malam aktifnya minta ampun. Pokoknya, takdirnya udah pas banget dengan keinginan saya. Plus, saya tak perlu kesusahan untuk mengubah kebiasaan. Terlihat enak kan?

Nyatanya, tidak.

Dan dalam artikel biasa saja ini, saya mau cerita menderitanya jadi PNS, yang efeknya ternyata baru saya rasakan bahkan setelah kembali melihat matahari.

Kehilangan kemerdekaan

Waktu pertama kali dapat kabar bahwa saya akan ditempatkan di bagian night shift, pacar saya (sekarang istri) langsung menghela nafas. Beda dengan saya, yang malah gembira. Saya kira dia nggak suka karena bakal kehilangan banyak waktu. Tapi ternyata, efek terbesarnya malah bukan ke dia, tapi ke diri saya.

Saya yang biasanya malam hari nongkrong dan beraktivitas, malah justru terkungkung di meja kerja hingga dini hari. Ketika kelar kerja, kawan-kawan saya sudah pulang ke kamar masing-masing. Mau makan bareng pacar, ya susah karena dia pasti udah tidur. Akhirnya, hal yang saya kira menyenangkan, justru berbalik menghantam saya.

Kehilangan akal

Pegawai night shift punya satu masalah yang saya kira jarang orang bicarakan: kehilangan sense of time. Dan lama-lama, kehilangan akal.

Baca Juga:

Pengalaman Nonton Langsung Sound Horeg: Bikin Pusing, Mual, dan Telinga Berdengung Berhari-Hari

Pengalaman Menjalani Operasi Otak Akibat Tak Sudi Pakai Helm, Sakitnya Luar Biasa, Hidup Serasa Dijilat Api Neraka

Begini maksud saya. Kalau dalam kasus saya, saya kerja menjelang maghrib, dan kelar ketika hari sudah berganti. Saya memulai hari justru ketika orang-orang mengakhirinya, dan mengakhiri hari di mana orang sedang bersiap untuk mengawali hari. Coba lakukan itu selama 6 bulan, Anda baru tau maksud saya.

Jadi pegawai night shift, seperti yang sudah saya bilang sebelumnya, susah punya kehidupan sosial. Kalau mau nongkrong siang, kawan-kawan belum kelar kerja dan kuliah. Nongkrong malam, kok udah pada balik. Akhirnya, berkawan dengan kesepian adalah jalan yang harus ditempuh. Dan apa efek dari kesepian yang paling terlihat? Jelas, kewarasan yang perlahan menghilang.

Pacaran ya, agak susah karena harus menyempatkan waktu. Nah, ini yang akan saya bahas selanjutnya.

Dilema night shift

Saya kasih dilema yang sering saya rasakan selama jadi pegawai night shift.

Sesampai kamar kos, saya tidak bisa tidur begitu saja karena jelas, kawan pegawai night shift paling utama adalah kopi. Saya bisa saja menenggak dua gelas kopi hanya agar badan tetap bugar dan mata tetap melek. Ya wajar kalau saya susah tidur. Akibatnya apa? Ya badan nggak bugar.

Biasanya, saya baru bisa tidur jam 4\6 pagi. Bangun yaaa jam 12-2 siang. Badan pasti rasanya nggak enak bangun jam segitu. Bangun tidur saat cuaca panas dan udara nggak enak itu menyedihkan, sumpah.

Itu kalau pas hari-hari biasa. Nah, kadang, saya bisa tidur cepat sekitar jam 3 pagi, dan bangun jam 9 pagi. Nah, ini juga dilema buat night shift. Sebab, jam masuk kerja masih lama. Memang, bisa saya gunakan untuk ketemu pacar, mungkin nongkrong sama kawan yang kelar kuliah cepet, atau apalah.

Tapi, waktu masuk kerja, badan udah capek. Ujungnya apa? Makan lebih banyak, kopi lebih kental. Kerja jadi nggak maksimal, badan lebih letih. Terkadang, badan yang kelewat letih malah susah untuk diajak tidur. Ujung-ujungnya ya, badan makin nggak enak. Tidur pun nggak enak.

Semua itu bisa jadi recipe of disaster. Tunggu kapan saja meledaknya.

Menikmati jadi pegawai night shift, tapi…

Tapi apakah saya tidak menikmati itu semua? Oh ya jelas saya menikmati. Tim kerja saya saat itu amat menyenangkan. Tiap hari selalu ada saja hal menyenangkan terjadi. Mungkin itu yang bikin saya bisa melewati hari demi hari sewaktu kerja jadi pegawai night shift. Fasilitas kantor saat itu pun wajib saya acungi jempol.

Setidaknya, saya bisa berlindung aman dan nyaman di kantor sampai matahari muncul. Saya masih ingat, saya harus mendekam di kantor gara-gara ada sweeping plat AD oleh suporter bola yang pecah saat itu. Plat nomor sudah saya copot, tapi tetap saja saya takut. Dan saya harus mendekam di kantor agar aman.

Terus kenapa cabut dari industri ini? Ya karena keterima di Mojok. Impian dan tujuan saja sejak masih kuliah je, masak nggak saya ambil.

Sebagai penutup, saya ingin memberikan dukungan moral untuk semua pegawai night shift industri apa pun di luar sana. Medis, retail, pabrik, atau apa pun itu, kalian hebat, dan kalian wajib untuk kuat. Semoga Tuhan selalu menerangi kalian meski berangkat gelap, pulang pun gelap.

Buat para kekasih pegawai night shift, ingat kata Pendhoza, “Aku yo mung cah kerjo!”

Penulis: Rizky Prasetya
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Tidak Ada Hajatan yang Menguntungkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Maret 2024 oleh

Tags: deritakerja malampegawai night shiftPengalaman
Rizky Prasetya

Rizky Prasetya

Redaktur Mojok. Founder Kelas Menulis Bahagia. Penulis di Como Indonesia.

ArtikelTerkait

lupa nama

Aku Lupa Namamu, Tapi Inget Mukamu Kok

14 Agustus 2019
Rasanya Jadi Petugas Pemasyarakatan yang Bergaul dengan Napi terminal mojok.co

Empat Malam Tidur di Penjara

27 Mei 2019
jurusan bahasa dan sastra

Jurusan Bahasa dan Sastra yang Selalu “Ditodong”, Lalu Dipinggirkan

6 Agustus 2019
Suzuki Satria 120 R dan Kenangan Cinta Pertama yang Sulit Dilupakan suzuki gsx r150 Suzuki GSX-S150 Touring Edition suzuki smash titan suzuki lets

Pengalaman Menggunakan Suzuki Smash Selama 13 Tahun: Dulu Masih Perkasa, Kini Mulai Renta

22 September 2023
Membayangkan Proses Brainstorming 'Kisah Nyata' Indosiar Episode Tiktok terminal mojok.co

Sebelas Tahun Kerja di Stasiun TV Bikin Saya Punya Tiga Hal Ini

8 Agustus 2020
5 Penderitaan Orang yang Gampang Kebelet Boker

5 Penderitaan Orang yang Gampang Kebelet Boker

27 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan Freelance Lebih Menguntungkan untuk Mencari Uang di Tahun 2025

Dear Penipu Lowongan Freelance, yang Kami Butuhkan Itu Bayaran Nyata, Bukan Iming-iming Honor Besar dari Top-Up Biaya Deposit!

2 April 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Kaki-kaki Mobil Honda Tidak Ringkih, Jalanan Indonesia Saja yang Kelewat Kejam!

5 April 2026
Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal Mojok.co

Jadi Dosen Setelah Lulus S2 Itu Banyak Menderitanya, tapi Saya Tidak Menyesal

5 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak di Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd Mojok.co

Warga Tangerang Orang Paling Sabar Se-Jabodetabek, Sehari-hari Terjebak Tol Jakarta-Tangerang yang Absurd

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu untuk Impact Tak Sejelas kalau Magang
  • Ikut Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat sampai 4 Kali, setelah Diterima Malah Menyesal karena Nggak Sesuai Ekspektasi
  • Umur 30 Cuma Punya Honda Supra X 125 Kepala Geter: Dihina tapi Jadi Motor Tangguh buat Bahagiakan Ortu, Ketimbang Bermotor Mahal Hasil Jadi Beban
  • Meninggalkan Hidup Makmur di Desa, Memilih Pindah ke Perumahan demi Ketenangan Jiwa: Sadar Tak Semua Desa Cocok Buat Slow Living
  • Slow Living Cuma Mitos, Gen Z dengan Gaji “Imut” Terpaksa Harus Hustle Hingga 59 Tahun demi Bertahan Hidup
  • Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.