Informasi

Demi Kesehatan Mental Guru, Sebaiknya Study Tour Nggak Usah Diadain Aja

Namanya doang Study Tour, Aslinya Lebih Banyak Jalan-jalan daripada Studinya Mojok.co

Baiknya memang dihapus saja

Selama study tour tentu kita doa yang baik-baik, agar perjalanan menyenangkan, pulang dengan riang. Namun di saat ada hal-hal di luar dugaan hingga berbagai kecelakaan terjadi, praktis study tour dianggap sebagai dosa besar. Dan menyeret guru sebagai biang keroknya dengan menggunakan argumen jika guru cuma nyari untung saja. Guru dianggap senang-senang dari uang siswa lantas gak peduli sama siswanya.

Emang susah jadi guru. Selain harus mendidik, guru juga harus punya daya tahan kuat menangkis serangan netizen dan masyarakat atas tuduhan yang tidak benar ini. Sudah benar, sebaiknya program study tour ini dilarang, atau sekalian dihapus saja demi kestabilan kesehatan mental guru.

Penulis: Hanifatul Hijriati
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Di Mata Orang Jember, Jogja Lebih Unggul daripada Bali sebagai Tempat Study Tour

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Februari 2025 oleh .

Hanifatul Hijriati

Guru Bahasa Inggris di SMA Negeri Gemolong. Sering memiliki kegelisahan jika berkaitan dengan kebijakan pendidikan.