Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Culture shock tinggal di Papua: hari-hari makan daging rusa dan listrik dijadwal 12 jam sehari

Erfransdo oleh Erfransdo
14 Agustus 2026
A A
Culture shock tinggal di Papua: hari-hari makan daging rusa dan listrik dijadwal 12 jam sehari

Culture shock tinggal di Papua: hari-hari makan daging rusa dan listrik dijadwal 12 jam sehari (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Selama dua minggu ini, saya sudah tinggal di Papua Barat, tepatnya di Distrik Bomberay, Kabupaten Fakfak. Perjalanan dari kota menuju distrik memakan waktu lima jam lebih menggunakan mobil pribadi dengan kecepatan cukup tinggi.

Tinggal di Papua jelas banyak perbedaannya dengan kondisi di pulau lain, terutama Pulau Jawa. Saya lahir dan besar di tanah Sunda yang akses internet, akses pendidikan, akses transportasi, dan masih banyak lainnya yang sangat mudah dan terjamin. Saat tiba di Papua, sangat terasa perbedaannya.

Meskipun baru tinggal di Papua kurang lebih dua minggu, saya sudah merasakan culture shock sehingga membutuhkan lebih banyak waktu untuk beradaptasi.

Daging rusa sudah menjadi menu makan yang biasa di Papua

Saat pertama kali sampai di Distrik Bomberay, tempat saya menetap empat bulan ke depan untuk riset, saya dan tim langsung disuguhi dengan daging rusa. Awalnya, saya mengira daging yang dihidangkan merupakan daging sapi karena bentuk dan warnanya mirip. Nyatanya, itu merupakan daging rusa—daging yang tidak pernah saya makan sebelumnya.

Saat dimakan, rasanya mirip-mirip dengan daging sapi, apalagi jika diberi bumbu seperti rendang. Keesokan harinya, kami juga kembali disuguhi dengan rica-rica daging rusa. Sebenarnya, lidah saya bisa-bisa saja untuk memakannya, namun mengingat rusa di sini banyak diburu, jadinya agak ragu untuk memakannya.

Dua hari lalu saya juga baru membeli cilok yang dijual oleh transmigran dari Pulau Jawa. Harganya masih masuk akal, yakni sebiji seribu rupiah. Isiannya? Tentu saja daging rusa. Jangan harap kalian bisa dengan mudah mendapati cilok isi ayam atau sapi karena ayam di Papua mahal dan sulit untuk ditemui.

Internet di Papua tidak stabil: biasanya jam tiga sore hilang, jam tujuh malam baru ada lagi

Tidak seperti di Jawa yang akses internetnya nonstop 24/7, berbeda dengan di Papua terutama di beberapa pedalaman seperti distrik yang saya tempati ini. Di sini, provider yang cukup bagus yakni Telkomsel, itu pun dibatasi.

Biasanya, sinyal mulai masuk pukul tujuh malam, kadang juga jam lima sore sudah muncul alias tidak menentu. Setiap pukul tiga sore biasanya sinyal akan hilang dan muncul lagi tiga sampai empat jam kemudian.

Baca Juga:

Sebagai orang Sunda, jujur saya iri banget sama orang Jawa

Stop bilang orang Sunda pemalas, kami cuma tahu cara menikmati hidup tanpa harus burnout

Beberapa warga di Papu ada yang memanfaatkan WiFi dan Starlink. Kebanyakan mereka ya harus menunggu sampai malam ketika sinyal sudah muncul kembali. Terkadang, sinyal yang masuk pun tidak stabil. Kadang bagus, kadang jelek. Ya, begitu lah.

POM bensin hanya ada satu dan beroperasi setiap Senin dan Kamis

Jangan harap kamu bisa menikmati pom bensin setiap hari di Papua. Sebab, pom bensin atau SPBU di sini hanya beroperasi setiap hari Senin dan Kamis. Bukanya pun tidak sepanjang hari, melainkan mulai buka pukul enam sore. Sebelum buka, masyarakat sudah antre sangat panjang di SPBU.

Minggu lalu saya dan kawan antre di SPBU selama dua jam lebih. Untuk harga tentu sama, untuk bensin bersubsidi yakni Rp10 ribu per liter. Antrean biasa menjalar hingga ke jalan raya dan tidak jarang mereka baru bisa kebagian bensin pukul 12 malam.

Kalau tidak mau antre setiap Senin atau Kamis, sebenarnya ada yang menjual eceran di warung-warung. Namun, harga per botolnya dibanderol Rp30 ribu. Karena saya kemarin sedang tidak ingin antre, akhirnya terpaksa membeli eceran meskipun harus merogoh kocek tiga kali lipat dari harga normal.

Listrik hanya menyala setiap 12 jam per hari

Salah satu tantangan terbesar tinggal di Papua adalah keterbatasan listrik karena listrik di sini hanya tersedia 12 jam sehari. Listrik mulai menyala pukul enam sore dan akan padam kembali pada pukul enam pagi.

Karena kondisi tersebut, saya dan tim terbiasa mengecas alat elektronik baik itu laptop, HP, dan Powerbank setiap listrik mulai menyala sehingga esok hari tiba perlu khawatir jika HP atau Laptop lowbatt karena ada Powerbank.

Itulah beberapa culture shock saya selama tinggal di Papua dalam dua minggu terakhir ini. Dan saya harus mulai terbiasa selama empat bulan ke depan.

Penulis: Erfransdo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA 7 Fakta Unik Terkait Papua yang Saya Temukan di Sana

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Agustus 2026 oleh

Tags: FakfakpapuaSundatinggal di papua
Erfransdo

Erfransdo

Lulusan pertanian yang terjun ke dunia media. Peduli isu-isu budaya dan lingkungan. Gemar baca buku dan nonton bola.

ArtikelTerkait

Sebagai Orang Sunda, Saya Termasuk yang Nggak Doyan Makan Seblak terminal mojok.co

Sebagai Orang Sunda, Saya Termasuk yang Nggak Doyan Makan Seblak

23 November 2020
5 Besar Klasemen Makanan Ringan Orang Sunda yang Pedasnya Nauzubillah! terminal mojok.co

5 Besar Klasemen Makanan Ringan Orang Sunda yang Pedasnya Naudzubillah!

19 Desember 2020
gereja katolik indonesia gereja katolik papua konferensi waligereja indonesia mendiamkan kekerasan di papua pembunuhan pendeta yeremia intan jaya mojok.co

Mengapa Gereja Katolik Indonesia Mendiamkan Kekerasan pada Umatnya di Papua?

11 Desember 2020
Olahan Kecombrang Tidak Cocok untuk Semua Orang, di Lidah Saya Rasanya Aneh Mojok.co

Olahan Kecombrang Tidak Cocok untuk Semua Orang, di Lidah Saya Rasanya Aneh

25 Oktober 2025
Meluruskan Stereotipe Terkait Perempuan Sunda yang Katanya Matre, Gemar Dandan, hingga Malas Masak

Meluruskan Stereotipe Terkait Perempuan Sunda yang Katanya Matre, Gemar Dandan, hingga Malas Masak

22 Agustus 2023
merah putih

Merah Putih Tetap Berkibar di Papua

2 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman berkendara di Jombang membuat saya merasa kalau jalan di Lamongan tidak buruk-buruk amat

Pengalaman berkendara di Jombang membuat saya merasa kalau jalan di Lamongan tidak buruk-buruk amat

12 Agustus 2026
Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya Mojok.co

Cerita orang Muhammadiyah di tengah kultur NU Tegal yang kental: awalnya syok, lama-lama bisa ambil hikmahnya

12 Agustus 2026
Kawasan Surabaya Utara: Dijuluki Mexico-nya Surabaya dan Identik dengan Hal Negatif

Jangan ke Surabaya Utara saat siang hari, jalannya bikin emosi, panasnya nggak masuk akal!

10 Agustus 2026
Jatinom, tempat rahasia yang bikin kamu jatuh cinta berkali-kali (Mojok.co/Audina Safira)

Jatinom, sebuah tempat rahasia yang akan membuatmu jatuh cinta berkali-kali sama Klaten

14 Agustus 2026
Sisi red flag orang-orang tahlilan yang sulit saya terima, mulai dari rasan-rasan hingga menjadikan piring sebagai asbak Mojok.co

Sisi red flag orang-orang tahlilan yang sulit saya terima, mulai dari rasan-rasan hingga menjadikan piring sebagai asbak

13 Agustus 2026
Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

Larang thrifting boleh saja, asal baju lokal harganya nggak bikin puasa seminggu

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.