Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

CFD Depok Belum Ideal, bahkan Muncul Pungli, tapi Saya Tetap Semangat Menikmati

Raihan Muhammad oleh Raihan Muhammad
5 Mei 2025
A A
CFD Depok Belum Ideal, tapi Saya Tetap Semangat Menikmati (Unsplash)

CFD Depok Belum Ideal, tapi Saya Tetap Semangat Menikmati (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap Ahad, saya selalu meluangkan waktu untuk merasakan semangat Car Free Day (CFD). Entah di Kota Bekasi, Jakarta, Semarang, atau daerah lainnya. Nah, kali ini saya coba merasakan pengalaman CFD Depok, yang baru kali pertama digelar di Jalan Margonda. 

Biasanya, CFD di kota-kota besar lainnya punya konsep yang lebih matang, seperti di Jakarta atau Semarang. Jadi, saya datang dengan ekspektasi yang cukup tinggi, berharap bisa merasakan suasana yang sama menyenangkan seperti di tempat-tempat tersebut.

Tapi, seperti yang banyak orang bilang, tidak ada yang sempurna di awal. Meskipun CFD Depok ini terasa masih jauh dari ideal, saya tetap bersemangat. 

Mulai dari jogging di tengah jalan yang sudah mulai ramai, hingga menikmati momen langka yang mana seluruh kota seolah terhenti sejenak. Di balik kekurangan itu, saya tetap merasa ada sesuatu yang baru dan menyenangkan di Depok.

Antusiasme warga yang tinggi

Suasana CFD Depok di Jalan Margonda terasa berbeda dari yang saya harapkan, tapi tetap menarik. Warga Depok, baik kaum muda maupun tua, tampak bersemangat untuk memanfaatkan momen langka ini. 

Mereka membawa berbagai perlengkapan olahraga, dari sepeda hingga bola. Ada juga yang sekadar berjalan santai menikmati pagi yang sejuk. Begitu banyak orang yang hadir, meskipun ruas jalan yang digunakan tidak seluas CFD di kota-kota besar lain.

Antusiasme warga begitu terasa, meski ada kekurangan dalam pelaksanaannya. Beberapa area tampak masih kurang optimal untuk kegiatan seperti ini, dan tentu saja, kemacetan yang sempat terjadi juga sedikit mengurangi kenyamanan. 

Namun, semua itu seolah terbayar dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan para peserta. Mereka saling menyapa, berolahraga bersama, bahkan ada yang berhenti untuk berswafoto dengan latar belakang polisi berkuda yang menjadi salah satu daya tarik di sana.

Baca Juga:

Stasiun Cawang adalah kunci untuk tetap waras bagi warga yang sehari-hari naik KRL Depok-Jakarta

Jakarta Timur Layak Dimekarkan jadi Jaktim Utara dan Jaktim Selatan, Terlalu Banyak Perbedaan!

Melihat antusiasme warga ini, saya merasa ada potensi besar yang bisa dikembangkan di CFD Depok. Meski masih dalam tahap percobaan dan banyak catatan, energi positif dari warga dan semangat mereka untuk menjaga kebersihan serta berolahraga menunjukkan bahwa masyarakat Depok siap untuk lebih sering mengadakan acara seperti ini di masa depan.

Banyak manfaat dari CFD Depok, termasuk perputaran ekonomi

Di balik segala kekurangan yang ada, ada banyak manfaat yang bisa saya lihat dari CFD Depok ini. Salah satunya adalah dampak positif terhadap perekonomian lokal. Di sepanjang Jalan Margonda, berbagai pedagang UMKM memanfaatkan kesempatan ini untuk membuka lapak dan menawarkan dagangannya. 

Mulai dari jajanan ringan, minuman segar, hingga peralatan olahraga, semua tampak ramai diserbu pengunjung yang ingin sekadar menikmati suasana atau membeli cemilan setelah berolahraga.

Selain itu, CFD Depok juga memberikan peluang bagi warga untuk lebih mengenal berbagai produk lokal dan mendukung perekonomian daerah. Dengan adanya keramaian, tentu saja omzet penjualan pedagang meningkat. 

Tak hanya itu, para pengunjung yang datang dari luar Depok juga bisa menikmati wisata kuliner atau membeli barang-barang lokal yang unik, yang tentunya berkontribusi pada perputaran ekonomi di kota ini.

Di sisi lain, CFD Depok juga memiliki dampak kesehatan yang tidak bisa diabaikan. Dengan semakin banyak orang yang berolahraga di ruang publik, seperti di jalan raya yang biasanya dipenuhi kendaraan, kualitas hidup warga Depok bisa meningkat. 

Ada semangat baru untuk menjaga kesehatan, berolahraga di luar ruangan, dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi yang selama ini menjadi penyumbang polusi udara. Semua hal ini menjadikan CFD sebagai acara yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermanfaat secara sosial dan ekonomi bagi warga Depok.

Pungutan liar warnai pelaksanaan CFD Depok, PKL mengeluh

Seiring dengan keseruan CFD Depok yang kali pertama kali digelar, ada sisi gelap yang mencuat dari kegiatan tersebut. Munculnya dugaan pungutan liar (pungli) yang dialami oleh beberapa Pedagang Kaki Lima (PKL) jadi keresahan tersendiri.

Saat itu, saya belum tahu persis tentang hal ini, tetapi setelah membaca berita dan mengetahui keluhan dari para pedagang, saya merasa miris dan prihatin. Beberapa pedagang mengungkapkan bahwa mereka diminta uang oleh oknum yang mengaku sebagai anggota karang taruna setempat, dengan alasan untuk kebersihan atau keamanan. 

Keluhan tentang pungutan liar ini semakin mengkhawatirkan, terutama karena kurangnya pengawasan dari pemerintah Kota Depok. Banyak pedagang yang merasa CFD Depok, yang seharusnya menjadi kegiatan untuk masyarakat, justru dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. 

Mereka berharap agar pemerintah segera menertibkan praktik tersebut dan memberikan informasi yang jelas tentang aturan yang berlaku. Tujuannya supaya tidak ada lagi yang merasa dirugikan.

Saya sangat berharap agar pemerintah bisa segera mengatasi masalah ini. Pungutan liar semacam ini jelas merusak semangat positif CFD dan menciptakan ketidaknyamanan di kalangan pedagang yang hanya ingin berjualan dengan tenang. 

Dengan adanya penertiban, CFD Depok bisa menjadi contoh yang lebih baik, di mana kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi warga, tetapi juga mendukung pelaku UMKM tanpa ada praktik-praktik yang merugikan.

Harapan untuk CFD Depok yang lebih baik

Meski CFD Depok masih jauh dari sempurna, saya optimis dengan potensi yang ada. Pemerintah Kota Depok perlu memperbaiki pengelolaan acara ini, mulai dari panjang jalur yang digunakan hingga pengaturan lalu lintas. Dengan pembenahan teknis, saya yakin CFD bisa menjadi kegiatan rutin yang lebih nyaman dan bermanfaat bagi warga.

Saya pun berharap agar masalah pungutan liar yang sempat muncul dapat segera ditindaklanjuti. Ke depan, CFD harus dilaksanakan dengan transparansi dan tanpa adanya gangguan seperti itu, agar pedagang dan pengunjung bisa menikmati acara dengan tenang. Pengawasan yang lebih ketat dari pemerintah akan sangat membantu.

Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, masyarakat, dan pedagang, CFD Depok bisa berkembang menjadi acara yang mendukung kesehatan, mempererat hubungan antarwarga, dan meningkatkan perekonomian lokal. Semoga evaluasi yang dilakukan dapat mewujudkan CFD yang ideal dan bermanfaat bagi semua pihak.

Penulis: Raihan Muhammad

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Kasta Sepatu Lari Lokal yang Banyak Dipakai Pelari CFD Sudirman. Nggak Usah Gengsi Pakai Merek Lokal!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Mei 2025 oleh

Tags: car free dayCFDCFD DepokCFD Jalan MargondadepokJalan Margonda
Raihan Muhammad

Raihan Muhammad

Manusia biasa yang senantiasa menjadi pemulung ilmu dan pengepul pengetahuan. Pemerhati politik dan hukum. Doyan nulis secara satire/sarkas agar tetap waras. Aku menulis, maka aku ada.

ArtikelTerkait

Bandung Tidak Jauh Berbeda dengan Depok Jawa Barat, Sama-sama Berbahaya dan Nggak Romantis Mojok.co

Bandung Tidak Jauh Berbeda dengan Depok Jawa Barat, Sama-sama Berbahaya dan Nggak Romantis

27 Mei 2025
Depok Jawa Barat Kota Avatar yang Menyiksa Saat Musim Hujan (Pixabay)

Depok Jawa Barat Adalah Kota Jajahan Negara Api di Universe Avatar, Semakin Terasa Menyiksa Saat Musim Hujan

3 Maret 2024
Kecamatan Gamping, Kecamatan Paling Underrated di Kabupaten Sleman gamping sleman

Kecamatan Gamping, Kecamatan Paling Underrated di Kabupaten Sleman

7 November 2024
Depok Semakin Berantakan, Tanda Pembangunan Salah Arah? (Unsplash) bogor

Membayangkan Apa yang Terjadi Jika Depok Tidak Memisahkan Diri dari Bogor

7 Maret 2025
Kota Depok Jawa Barat Nggak Adil Soal Transportasi Publik, Cuma Daerah Tengah yang Diperhatikan! Mojok.co

Kota Depok Jawa Barat Nggak Adil Soal Transportasi Publik, Cuma Daerah Tengah yang Diperhatikan!

28 Juli 2024
Penanganan Stunting yang Kerap Bikin Pusing: Sampai Kapan Negara Tega pada Anak-anak? depok

Penanganan Stunting yang Kerap Bikin Pusing: Sampai Kapan Negara Tega pada Anak-anak?

18 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

QRIS Dianggap sebagai Puncak Peradaban Kaum Mager, tapi Sukses Bikin Pedagang Kecil Bingung

Membayangkan Indonesia masa kini tanpa QRIS, transaksi akan benar-benar ribet

29 Juli 2026
Cipatat, kecamatan di Bandung Barat yang kontribusinya sering luput dari perhatian orang-orang Mojok.co

Kasihan Kecamatan Cipatat lebih sering diingat buruknya, padahal punya banyak kontribusi lain bagi Bandung Barat

31 Juli 2026
4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo Mojok 

4 hidden gem Desa Ngadirejo Pasuruan yang nggak masuk brosur wisata Bromo 

31 Juli 2026
Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik Mojok.co

Nostalgia masa kecil, majalah Bobo dan Bee Magazine adalah bacaan terbaik

28 Juli 2026
Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

31 Juli 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

In this economy, cuma Point Coffee yang masih masuk akal untuk dibeli karena promonya bejibun

26 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.