Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian

Nita Safira oleh Nita Safira
10 Agustus 2026
A A
Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian Mojok.co

Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

“Kalau tujuan kamu cuma cari gelar, ngapain pilih kerja sambil kuliah program Ekstensi UI yang bikin hidupmu tambah susah?”

Pertanyaan itu beberapa mampir sejak saya memutuskan menjadi mahasiswa lagi di program Ekstensi Universitas Indonesia (UI), tepatnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Biasanya saya cuma menjawab pendek, “Pengen kuliah yang ketemu langsung sama dosen dan temen kelas hehe.” Jawaban yang aman, meski sebenarnya tidak menjelaskan apa-apa.

ADVERTISEMENT

Kalau dipikir-pikir, saya memang tidak punya alasan yang terdengar mendesak untuk berkuliah lagi di kampus Ekstensi UI yang biayanya hampir 10x lipat dari kuliah ekstensi yang umumnya dipilih mayoritas ASN. Pun dari segi waktu, masa kuliah yang harus saya tempuh jauh lebih lama, 6 semester atau 3 tahun lamanya. Itu berarti, jika dihitung dari awal saya kuliah diploma, butuh 6 tahun berkuliah untuk bisa mendapatkan gelar sarjana.

Saya sudah bekerja sebagai ASN di salah satu Kementerian pusat, pekerjaan saya pun bisa dibilang cukup menantang apalagi di era pemerintahan sekarang. Kalau tujuan saya sekadar menambah gelar, pilihannya juga banyak. Ada program yang lebih fleksibel, kelas daring, atau jadwal yang jauh lebih ramah untuk pekerja karena cukup datang saat ujian atau bahkan momen wisuda. 

Hidup saya mungkin akan lebih sederhana daripada sekarang. Namun, entah kenapa saya justru memilih jalan kerja sambil kuliah yang sedikit lebih merepotkan.

Kembali ke bangku kuliah setelah hampir 3 tahun bekerja

Waktu pertama kali masuk dunia kerja, semuanya terasa baru. Saya banyak bertanya, banyak mengamati, dan hampir setiap hari pulang dengan membawa cerita dan pelajaran. Saya menikmati proses itu. Rasanya seperti setiap minggu selalu ada potongan pengetahuan baru yang bisa saya bawa pulang.

Akan tetapi, lama-kelamaan ritmenya berubah. Bukan berarti pekerjaan saya menjadi membosankan. Justru sebaliknya, pekerjaan terus datang silih berganti. Yang berubah adalah saya mulai terbiasa. Saya terbiasa untuk melakukan dan menuliskan segala hal yang diminta tanpa terlebih dahulu mempertanyakannya. 

Sebagai lulusan PKN STAN, saya dibesarkan dengan cara berpikir yang sangat sistematis. Kalau ada persoalan, cari aturannya. Kalau masih ragu, buka lagi regulasinya. 

Baca Juga:

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

Meski terancam DO karena modal nekat, kuliah akan selalu menjadi keputusan paling bijak yang pernah saya ambil

Kebiasaan itu sangat membantu ketika saya mulai bekerja. Namun, semakin lama saya berada di birokrasi, semakin sering saya menemukan pertanyaan yang tidak pernah selesai hanya dengan membaca aturan. 

Mengapa kebijakan yang sama bisa diterima berbeda di setiap daerah? Mengapa sesuatu yang tampak masuk akal di atas kertas berubah ketika bertemu kenyataan di lapangan?

Saya tidak sedang meragukan pekerjaan saya. Saya hanya merasa ada cara pandang lain yang belum saya kenal. Mungkin karena itulah saya mulai berpikir untuk kembali ke kampus.

Baca halaman selanjutnya: Suasana kelas Ekstensi UI …

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2026 oleh

Tags: ekstensi UIkerja sambil kuliahKuliahprogram ekstensi UIUI
Nita Safira

Nita Safira

ArtikelTerkait

Betapa Jahatnya Orang yang Ngatain Anak Daerah Gara-gara PPKB UI, Orang Luar Jakarta Juga Berhak Masuk UI!

Betapa Jahatnya Orang yang Ngatain Anak Daerah Gara-gara PPKB UI, Orang Luar Jakarta Juga Berhak Masuk UI!

21 Juni 2025
5 Kasta Toga Wisuda dengan Desain Paling Unik hingga Biasa Aja Mojok.co

5 Kasta Toga Wisuda dengan Desain Paling Unik hingga Biasa Aja

13 Juni 2025
9 Karakter Orang yang Nggak Cocok Kuliah di Politeknik Mojok.co

9 Tipe Orang yang Nggak Cocok Kuliah di Politeknik

3 Mei 2024
Kampus Ruko Dipandang Aneh dan Disepelekan, tapi Saya Nggak Menyesal Kuliah di Sana Mojok.co

Kampus Ruko Dipandang Aneh dan Disepelekan, tapi Saya Nggak Menyesal Kuliah di Sana

1 Agustus 2025
4 Tipe Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Kuliah S2, Cuma Buang-buang Waktu dan Duit Mojok.co

4 Tipe Orang yang Sebaiknya Nggak Usah Kuliah S2, Cuma Buang-buang Waktu dan Duit

26 Mei 2024
Membandingkan Kebiasaan Nongkrong Mahasiswa Indonesia dan Mahasiswa Jepang Terminal Mojok

Membandingkan Kebiasaan Nongkrong Mahasiswa Indonesia dan Jepang

11 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
Kontroversi [arfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

Kontroversi parfum Mykonos: ketika naluri “ingin gaul” anak SD dihakimi netizen yang kurang piknik

4 Agustus 2026
Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli sudah bikin senang? (Unsplash)

Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli apa-apa sudah bikin senang?

3 Agustus 2026
Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

Pengalaman mencoba roti subuh yang lagi viral di Semarang: cukup sekali coba saja, nggak mau lagi-lagi

3 Agustus 2026
Orang dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan Mojok.co

Pekerja dengan upah minimum seperti saya juga berhak self reward kecil-kecilan tanpa merasa bersalah, semua demi menjaga kewarasan 

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.