Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Cara Mengikhlaskan Buku yang Telah Dimaling Orang-orang Laknat

Bayu Kharisma Putra oleh Bayu Kharisma Putra
9 Maret 2021
A A
Cara Mengikhlaskan Buku yang Telah Dimaling Orang-orang Laknat mojok.co/terminal

Cara Mengikhlaskan Buku yang Telah Dimaling Orang-orang Laknat mojok.co/terminal

Share on FacebookShare on Twitter

Kita tak bisa memilih untuk dilahirkan oleh siapa. Kita juga tak bisa memilih terlahir di mana. Begitu juga buku kita, tak bisa memilih digondol oleh siapa dan kemana. Saya masih ingat buku saya yang pertama kali dicuri. Peristiwa penting yang terjadi saat saya masih bocah. Sebuah buku cerita anak-anak, Kisah Dua Kota yang termasyhur dan komik Doraemon berbahasa melayu. Saya tak tahu siapa yang ngambil, tapi tahu di mana dua buku itu bermuara. Sebuah selokan menjadi saksi bisu penemuan kembali dua buku hasil oleh-oleh bude dan bulik saya. Dulu saya sama sekali tak tahu cara mengikhlaskan keduanya.

Pengalaman itu, mengajarkan banyak hal. Salah satunya adalah mencurigai setiap insan yang meminjam buku saya. Walaupun punya pengalaman, tetap saja saya kecolongan. Yang kedua adalah saat musim mercon, beberapa buku saya raib dan beralih fungsi menjadi petasan DIY ala anak kampung. Yang ketiga dan seterusnya, tak lagi saya pedulikan, luweh pokokmen aku nesu.

Saya tak punya banyak buku, tapi banyak kawan yang suka buku. Sejak kecil, saya ngumpulin duit buat beli buku, sebulan sekali barang satu biji. Tapi, parahnya, ada yang  sengaja ngumpulin buku saya, sampai pernah seminggu dua kali, ora umum. Apakah saya bisa melupakan? Tentu tidak. Tapi, saya sudah tahu cara mengikhlaskan. Semua keikhlasan itu disokong oleh kesalehan diri ini (ehm).

Nah, memupuk rasa nrimo ing pandum ini, tak boleh sembarangan. Kita harus sabar dan terus berada di jalur lambat ini. Pelan, namun saya yakin, lama-kelamaan Anda pasti… mangkel, hahaha. Apalagi terjadi terus menerus, dijamin mbun-mbunan serasa bagai knalpot ojol pada siang hari di tengah Jakarta, puanis. “Bisa karena terbiasa”, adalah quote yang harus selalu Anda pegang.

Seperti yang saya alami, saya bisa sabar karena terbiasa dimaling. Entah, sudah berapa buku yang hilang. Tapi, karena rutin dimaling, akhirnya saya dapat momen titik balik kehidupan percolongan-perbukuan ini. Jadi, bersabarlah dulu, nikmati waktu emosi jiwa Anda. Lalu, dalam sebuah momen, Anda pasti menjadi manusia luweh. Sudah tak peduli lagi karena mangkel akut yang menjalar sampai tulang belakang. Di momen itulah, Anda bisa berteriak lantang, “Ah, Luweh!”

Kemudian, kita harus mencari tahu alasan manusia laknat ini mencuri buku kita. Jika untuk bikin mercon atau dibuang ke selokan, mungkin itu terjadi di era masa kecil Anda. Sudah, ikhlaskan saja, namanya juga anak-anak. Kalau memang yang ngambil miskin dan terjadi di era dewasa, anggaplah beramal pada fakir buku. Jika diambil buat dijual lagi dan hasil penjualan buat ngerokok dan beli congyang, selengkat saja kolomenjing! Atau, suruh kerja dan dibantu cari kerjaan.

Cara mengikhlaskan selanjutnya, Anda harus paham aturan dan tujuan sebuah buku dibuat. Selain dijual buat nyari untung dan bisa ditenteng ke cafe biar kelihatan keren, buku dibuat untuk dibaca dan menyebarkan ilmu. Nah, ini yang mesti jadi perhatian lebih.

Buku hanyalah buku, hanya kumpulan kertas yang dijilid, isinya itu yang penting.

Baca Juga:

Kediri yang Lupa Ingatan: Tingkat Kegemaran Membaca Rendah, padahal Sejarah Kediri Erat dengan Literasi

Pengalaman Kawan Saya Mengajar Siswa SMP yang Belum Bisa Baca: Bukannya Dapat Hadiah, Malah Mengundang Masalah

Anggaplah Anda sedang membagi ilmu. Daripada cuma terpajang di rak, mending dibawa orang. Apalagi yang mencuri memang suka membaca, kan jadi manfaat. Terlepas dari sistem penghitungan dosa, sang pencuri ini tengah menimba ilmu dan menggali informasi. Walau buku raib, setidaknya berguna buat yang mencuri. Siapa tahu jadi amal jariyah kita, ilmu yang tak putus dan pahala yang beranak pinak.

Cara mengikhlaskan terakhir yang harus disiapkan adalah dengan iman. Kita harus paham, segala sesuatu itu ada yang mengatur, ialah Tuhan. Iman inilah yang mampu menghadirkan keikhlasan. Saat kita meyakini semua harus diserahkan ke Gusti Pangeran, kita akan lebih mudah ikhlas. Iman ini berat, yang tahu cuma Gusti Pangeran.

Maka dari itu, dekatkan dirimu pada yang Maha Kuasa. Seandainya belum bisa mengikhlaskan, paling tidak jadi rajin ibadah. Ingat! Doa orang yang terzalimi itu, mustajab. Manfaatkan diri Anda yang tengah terzalimi, mintalah uang yang banyak dan jodoh. Dijamin, kalau sudah dapat dua hal itu, buku yang hilang tadi menjadi angin lalu.

BACA JUGA Orang yang Pinjam Buku Terus Bukunya Diklaim Milik Pribadi, Mereka Pantas Masuk Neraka atau tulisan Bayu Kharisma Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2021 oleh

Tags: koleksi bukuLiterasipinjam buku
Bayu Kharisma Putra

Bayu Kharisma Putra

Hanya salah satu dari jutaan manusia yang kebetulan ditakdirkan lahir dan tumbuh di bentangan khatulistiwa ini. Masih setia memegang identitas sebagai Warga Negara Indonesia, menjalani hari-hari dengan segala dinamika.

ArtikelTerkait

Pinjam Buku di Perpustakaan Itu Menyenangkan, yang Menyebalkan Cari Bukunya

Pinjam Buku di Perpustakaan Itu Menyenangkan, yang Menyebalkan Cari Bukunya

10 November 2023
hukum memfotokopi buku

Halo, Pak Dosen, Apa Hukum Memfotokopi Buku Untuk Kegiatan Akademik Ya?

21 September 2019
Wattpad Menunjukan Betapa Menyedihkan Selera Kebanyakan Pembacanya terminal mojok.co

Wattpad Menunjukan Betapa Menyedihkan Selera Kebanyakan Pembacanya

6 Desember 2020
gerakan literasi

Gerakan Literasi Jangan Sebatas Gaya-Gayaan

21 Agustus 2019
Cara Saya Berdamai dengan Antrean Peminjam Buku iPusnas yang Tidak Masuk Akal Mojok.co

Cara Saya Berdamai dengan Antrean Peminjam Buku iPusnas yang Tidak Masuk Akal

24 November 2023
minat baca orang indonesia

Sebelum dapat Label Minat Baca Rendah, Orang Indonesia Pernah Sangat Gila Membaca

12 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya "Pajak" yang Tidak Dibenci Warga

Jangan Hapus Tradisi Jimpitan, Ini Satu-satunya Pajak yang Tidak Dibenci Rakyat

5 Juni 2026
Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

Orang Kampung yang Punya Jabatan di Tempat Kerjanya Sering Lupa kalau Tetangga di Tempat Tinggalnya Bukan Bawahan

6 Juni 2026
Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan Mojok.co

Derita Mahasiswa Jurusan Manajemen, Kena Label Nggak Masuk Akal, Mulai dari Sultan hingga Dicap Murahan

4 Juni 2026
5 Barang Unik yang Saya Temukan di Facebook Marketplace, Surga yang Underrated

Facebook Marketplace, Titik Kumpul Barang Unik dan Berguna, sekaligus Surganya para Penipu

4 Juni 2026
Kopi Klotok Tidak Lagi Menarik, Warga Jogja Pilih Menghindar (Wikimedia Commons)

Kopi Klotok: Kuliner Wajib bagi Wisatawan, tapi Semakin Banyak Warga Lokal Jogja yang Memilih Menjauh dan Mencari Tempat Lain

6 Juni 2026
5 Kuliner Malang yang Jarang Disantap Warga Lokal, bahkan Dihindari Mojok.co

Malang Dingin Itu Seharusnya Wajar, tapi Kini Justru Jadi Anomali

3 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.