Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Bungo Stray Dogs: Cara Cerdas Mengenalkan Sastra yang Patut Kita Tiru

Gilang Oktaviana Putra oleh Gilang Oktaviana Putra
18 Februari 2021
A A
Bungo Stray Dogs: Cara Cerdas Mengenalkan Sastra yang Patut Kita Tiru terminal mojok.co

Bungo Stray Dogs: Cara Cerdas Mengenalkan Sastra yang Patut Kita Tiru terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Ngomong-ngomong, sudah pernah nonton Bungo Stray Dogs, belum?

Mengajak orang membaca buku itu sama sulitnya dengan menagih utang ke temen. Daripada baca buku atau manga, tampaknya lebih banyak yang suka nonton anime. Bisa jadi sebagian besar penonton Attack on Titan—yang sekarang lagi banyak diomongin itu—juga nggak baca manganya. Memang nggak apa-apa mau begitu, tapi kalau baca manganya, kan, setidaknya bisa lepas dari titel “wibu karbitan”.

Sekarang gimana caranya mengajak orang buat menyukai baca buku seperti mereka suka nonton anime? Jawabannya tentu saja nonton anime yang karakternya diambil dari penulis! Seperti anime Bongo Stray Dogs karangan Kafka Asagiri.

Bungo Stray Dogs ini menceritakan tentang Nakajima Atsushi, seorang anak yatim piatu yang tak punya tujuan setelah dikeluarkan dari panti asuhan. Suatu hari, saat dia sedang meratapi nasibnya—kelaparan, nggak punya duit, dan nggak punya tempat tinggal—di pinggir sungai, dia menyelamatkan seorang laki-laki yang berusaha bunuh diri dengan cara menenggelamkan dirinya di sungai.

Laki-laki ini bernama Osamu Dazai dan dia adalah anggota agensi detektif swasta. Bersama teman-temannya di agensi, Dazai biasa menangani kasus yang terlalu sulit untuk Polisi Militer karena mereka semua mempunyai kekuatan supernatural.

Di hari pertemuannya dengan Atsushi, Dazai sedang mencari keberadaan seekor harimau yang mengganggu ketertiban masyarakat selama 2 minggu. Setelah dilakukan penyelidikan, baru diketahui bahwa harimau yang Dazai cari ternyata berasal dari kekuatan supernatural Atsushi. Saat kasus ini selesai, Atsushi bergabung dengan agensi detektif swasta tempat Dazai bekerja dan memulai petualangannya.

Sekilas, ceritanya sangat khas anime shounen beraliran supernatural dan superpower. Nah, yang akan saya bahas di sini bukanlah ceritanya, melainkan nama-nama karakter dan kekuatan supernatural mereka.

Saya yakin, jika kamu senang membaca buku—khususnya literatur Jepang—nama Osamu Dazai nggak asing lagi buatmu. Alasannya, memang ini adalah nama dari penulis Jepang yang karyanya banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk Indonesia. Salah satunya adalah Ningen Shikkaku (No Longer Human) yang diterjemahkan oleh Penerbit Mai dengan judul Gagal Menjadi Manusia, dan oleh Penerbit Basabasi dengan judul Orang Gagal.

Baca Juga:

Seandainya Taeko dalam Film Only Yesterday Ghibli Hidup di Indonesia, Dia Pasti Jadi Omongan Tetangga

Anime Genre Isekai Isinya Gitu-gitu Aja, kalau Nggak Ketabrak Truk, ya Isinya Harem

Osamu Dazai dalam kehidupan nyata adalah seorang penulis yang cerita kehidupannya cukup tragis. Dia terjerumus narkoba, miras, dan pelacuran saat kuliah. Dia juga menyaksikan perselingkuhan istrinya dengan mata kepalanya sendiri. Ia pernah mencoba bunuh diri empat kali, sebelum akhirnya meninggal di percobaan yang kelima. Meski begitu, karya-karyanya tetap dibaca oleh banyak orang sampai hari ini.

Judul bukunya yang saya sebutkan sebelumnya, yaitu Ningen Shikkaku, juga dijadikan nama untuk kekuatan Osamu Dazai versi anime. Pun dengan percobaan bunuh dirinya—fyi saja, Dazai versi anime adalah seorang maniak bunuh diri. 

Dazai, bukanlah satu-satunya penulis yang namanya digunakan menjadi nama karakter dalam anime Bungo Stray Dogs. Total ada sekitar 15 nama penulis dalam anime ini:

  1. Doppo Kunikida: Novelis Jepang di era Meiji yang menjadi pelopor aliran naturalisme di Jepang. Kekuatannya, Doppo Poet mampu membuatnya menciptakan objek yang dia tulis di buku catatannya. Kekuatan ini terinspirasi dari kumpulan puisi Doppo yang berjudul Doppo Gin.
  2. Nakajima Atsushi: Cerpenis Jepang yang terkenal dengan karyanya The Moon Over The Mountain. Hal ini menjadi inspirasi bagi nama kekuatan karakter Atsushi versi anime, Beast Beneath The Moonlight. Dengan kekuatan ini, Atsushi bisa menjadi manusia hybrid: setengah manusia  dan setengah harimau, dengan kekuatan yang luar biasa kuat.
  3. Ranpo Edogawa: Penulis cerita detektif dari Jepang dan menjadi kritikus karya detektif setelah Perang Dunia II yang produktif. Dalam animenya, Ranpo Edogawa memiliki kemampuan (menurut pengakuannya sendiri) Super Deduction, yang membuatnya mampu memecahkan misteri dengan sangat cepat.
  4. Akiko Yosano: Dia adalah salah satu penulis, feminis, dan penyair yang aktif di era Meiji dan paling kontroversial di eranya. Salah satu judul puisinya, yaitu Thou Shalt Not Die, digunakan sebagai nama kekuatan untuk karakter Yosano Akiko versi anime. Kekuatan ini memungkinkan pemiliknya bisa menyembuhkan luka-luka yang sangat parah.
  5. Ryunosuke Akutagawa: Ini adalah penulis Jepang kelahiran tahun 1892, dan dua karyanya sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yaitu Rashomon dan Kappa. Rashomon—kumpulan cerita pendek dari Akutagawa—dijadikan nama kekuatan karakternya dalam versi anime yang berbentuk bayangan hitam, dan punya kekuatan penghancur sangat besar.

Selain kelima penulis tersebut, juga ada Kenji Miyazawa, Junichiro Tanizaki, Ango Sakaguchi, Sakunosuke Oda, Francis Scott Key Fitzgerald, Ogai Mori, Fyodor Dostoyevsky, Kyouka Izumi, dan Chuuya Nakahara.

Melihat daftar nama penulis tersebut, saya pikir Kafka Asagiri sudah melakukan tugas yang cukup bermanfaat bagi kehidupan manusia: mengenalkan sastra Jepang pada masyarakat Jepang dan seluruh dunia yang jatuh cinta pada anime ini. Paling nggak, itulah yang saya alami sendiri. Dari anime ini saya mengenal Dazai dan Akutagawa. Hal ini kemudian mengantarkan saya kepada buku-bukunya.

Kalau dalam bahasa anak Twitter, mungkin ini yang dibilang, “Dari Kafka Asagiri aku belajar bahwa mengenalkan karya sastra dan penulisnya ternyata bisa seasyik itu.” Ya, kalau ada yang mampu, saya pikir cara ini menarik dan bisa dicoba. Nantinya, sastra atau literatur Indonesia nggak dipandang sebagai sesuatu yang berat, melelahkan, juga nggak ada manfaatnya. Toh, kalau memang sudah suka dengan animenya, bakal dipelajari semuanya juga, kan?

Lagipula, coba kamu bayangkan jika ada anime—atau paling nggak animasi pendek—yang dengan karakter bernama Pramoedya Ananta Toer, Mochtar Lubis, Nh. Dini, Tan Malaka, Eka Kurniawan, Puthut EA, Agus Mulyadi, dst. Lantas mereka saling adu kekuatan, main-main bersama, jatuh cinta, atau bisa juga bunuh-bunuhan.

Katakanlah dari ribuan orang Indonesia yang mengikuti ceritanya, ada 100 atau 10 orang yang jatuh cinta pada karakter-karakter itu. Lalu mereka membaca karya-karyanya. Bukankah kita sudah meningkatkan minat baca masyarakat yang sejak lama disebut rendah? Sedikit tentu lebih baik daripada nggak sama sekali, bukan?

Sumber Gambar: YouTube Anna Scarlett

BACA JUGA Alasan Karakter Anime Selalu Teriak dan Bagaimana jika Diaplikasikan Saat Pilkada dan tulisan Gilang Oktaviana Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2021 oleh

Tags: animeBungo Stray Dogssastra Jepang
Gilang Oktaviana Putra

Gilang Oktaviana Putra

Penjaga toko buku daring di ige, suka ngoceh di twitter, dan pengin jadi kucing.

ArtikelTerkait

anime

Mencari Falsafah Hidup dari Film Anime

23 Agustus 2019
Jika Era Shinobi Berakhir, Ini 5 Pekerjaan yang Cocok Dilakoni Karakter di Naruto terminal mojok.co

Naruto dan Hinata: Pernikahan Mereka Bikin Saya Iri Saja, Ini 3 Alasannya

18 Agustus 2020
beastars anime mojok

Beastars, Anime Underrated yang Wajib Masuk Daftar Tontonan

9 Februari 2021
Beberapa Alasan Mengapa Anak-anak Indonesia Butuh Tayangan Semacam Anime Dr. Stone Terminal mojok

Alasan Mengapa Anak-anak Indonesia Butuh Tayangan Semacam Anime ‘Dr. Stone’

17 Februari 2021
5 Film Anime Underrated biar Kamu Nggak Tahu Your Name Aja terminal mojok.co

5 Film Anime Underrated biar Kamu Nggak Tahu Your Name Aja

28 September 2021
IQIYI 3 Alasan Karakter Sampingan Lebih Populer Dibanding Karakter Utama dalam Anime terminal mojok.co

3 Alasan Karakter Sampingan Lebih Populer Dibanding Karakter Utama dalam Anime

25 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas Mojok.co

Mengaku dari Purwokerto Lebih Praktis Dibanding dari Kabupaten Banyumas

14 Januari 2026
Sragen Daerah yang Cuma Dilewati, Tak Pernah Jadi Tujuan Orang karena Tidak Punya Apa-apa

Sragen Daerah yang Cuma Dilewati, Tak Pernah Jadi Tujuan Orang karena Tidak Punya Apa-apa

20 Januari 2026
Ilustrasi Purwokerto dan Purwakarta, Bikin Kurir Ekspedisi Kena Mental (Unsplash)

Purwokerto dan Purwakarta: Nama Mirip Beda Provinsi yang Bikin Paket Nyasar, Ongkir Membengkak, dan Kurir Ekspedisi Kena Mental

19 Januari 2026
Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik Mojok.co

Ngemplak, Kecamatan di Sleman yang Sering Terlupakan karena Nama Besar Depok dan Ngaglik

19 Januari 2026
7 Lagu Bahasa Inggris Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia (Unsplash)

7 Lagu Bahasa Inggris yang Mewakili Jeritan Hati Dosen di Indonesia

16 Januari 2026
5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribuan yang Layak Dibeli Mojok.co

5 Camilan Private Label Alfamart Harga di Bawah Rp20 Ribu yang Layak Dibeli 

13 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.