Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi

Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi Mojok.co

Bukit Menoreh, Tempat Wisata Kulon Progo yang Bikin Kapok untuk Kembali Lagi (wikipedia.org)

Kalian pernah berwisata ke Bukit Menoreh Kulon Progo? 

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selalu siap menyambut wisatawan dengan berbagai destinasi menarik. Tidak hanya Kota Jogja, empat kabupaten lain juga punya destinasi wisata yang nggak kalah unik. Termasuk Kabupaten Kulon Progo yang wisatanya semakin menggeliat beberapa tahun terakhir. 

Kabupaten yang berada di sisi barat Yogyakarta itu sudah sejak lama punya pemandangan alam yang indah. Namun, keunggulannya baru benar-benar mendapat sorotan setelah kehadiran New Yogyakarta International Airport (NYIA) di kabupaten tersebut. 

Wisatawan yang baru saja mendarat di NYIA kerap kali menghabiskan waktu dengan jalan-jalan di sekitar Kulon Progo terlebih dahulu. Sebut saja, Kalibiru, Pantai Glagah, Sungai Mudal, Waduk Sermo, hingga Bukit Menoreh. Hanya saja, nggak semua tempat wisata di Kulon Progo itu bikin pengunjung pengin datang kembali. Ada juga tempat wisata yang sekalinya disambangi malah bikin wisatawan kapok. Kalau untuk saya dan keluarga, tempat wisata itu adalah Bukit Menoreh Kulon Progo. 

Baca juga 3 Jenis Orang yang Sebaiknya Tidak Berkunjung ke Tumpeng Menoreh.

Bukit Menoreh, ikon Kulon Progo yang cukup dikunjungi sekali

Rangkaian dataran tinggi yang terlihat di sisi barat Kulon Progo adalah pegunungan Menoreh. Pegunungan ini berbagai wilayah geografis dengan Kabupaten Purworejo dan sebagian Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah.

Di Bukit Menoreh kita bisa menikmati wisata yang nggak akan ditemukan di Malioboro, Alun-alun, Kraton, atau Benteng Vredeburg. Bukit Menoreh menawarkan wisata alam yang menjernihkan mata dan menenangkan hati. Sejauh mata memandang, wisatawan yang mampir akan disuguhkan dengan hijaunya pepohonan, udara yang bersih, dan langit yang cerah.

Indah memang, tapi bagi keluarga saya, tempat wisata yang terletak di Kapanewon Samigaluh ini cukup dikunjungi satu kali saja. Butuh lebih dari sekadar kenekatan untuk bisa sampai sana. Akses ke Bukit Menoreh masih sangat menantang. Kalau kita mengambil jalur dari Dekso, Kapanewon Kalibawang, kita harus menaklukkan jalan yang naik turun dari titik ini hingga ke tempat tujuan. Jalur akan makin sulit menjelang tempat tujuan.

Jalan yang naik turun dan berkelok-kelok ini membuat perjalanan menjadi sulit dan sangat melelahkan, bahkan untuk pengendara yang sudah berpengalaman. Kalau kendaraan maupun pengendaranya belum siap, bisa-bisa harus berhenti di jalan. Padahal, pada waktu kami ke sana, relatif sulit untuk menemukan tempat istirahat, seperti warung makan di sekitar Bukit Menoreh.

Baca juga Kulon Progo Nggak Cuma Punya Bandara YIA dan Pantai Glagah, tapi Juga Kopi Menoreh, Kopi yang Mengajarkan Perlawanan,

Jauh dan menguras energi

Berbgaai tempat wisata di Kulon Progo memang terhitung jauh dari tempat tinggal saya yang berada di Kota Jogja. Namun, Bukit Menoreh Kulon Progo ini benar-benar berbeda level. Saat itu kami berangkat dari Kota Jogja dan sampai sana langsung pegal-pegal bagian pinggang ke bawah. Untuk wisatawan yang landing di NYIA, Bukit Menoreh juga nggak dekat. Bandara baru itu berlokasi di Kapanewon Temon, sisi barat laut Kulon Progo, sementara Bukit Menoreh berada sekitar 40 km atau perlu satu jam perjalanan dengan rute yang bikin lelah tadi. 

Benar-benar jadi tantangan tersendiri pokoknya kalau ingin mengunjungi Bukit Menoreh Kulon Progo, entah dari sisi waktu maupun energi. Sekalipun pemandangan yang ditawarkan indah sekali dan sulit ditemui di tempat lain, saya dan keluarga tetap ogah kalau disuruh mengulanginya lagi. Mending pilih destinasi wisata Kulon Progo lain seperti Kalibiru, Pantai Glagah, Sungai Mudal, atau Waduk Sermo. 

Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Exit mobile version