Jalan yang naik turun dan berkelok-kelok ini membuat perjalanan menjadi sulit dan sangat melelahkan, bahkan untuk pengendara yang sudah berpengalaman. Kalau kendaraan maupun pengendaranya belum siap, bisa-bisa harus berhenti di jalan. Padahal, pada waktu kami ke sana, relatif sulit untuk menemukan tempat istirahat, seperti warung makan di sekitar Bukit Menoreh.
Jauh dan menguras energi
Berbgaai tempat wisata di Kulon Progo memang terhitung jauh dari tempat tinggal saya yang berada di Kota Jogja. Namun, Bukit Menoreh Kulon Progo ini benar-benar berbeda level. Saat itu kami berangkat dari Kota Jogja dan sampai sana langsung pegal-pegal bagian pinggang ke bawah. Untuk wisatawan yang landing di NYIA, Bukit Menoreh juga nggak dekat. Bandara baru itu berlokasi di Kapanewon Temon, sisi barat laut Kulon Progo, sementara Bukit Menoreh berada sekitar 40 km atau perlu satu jam perjalanan dengan rute yang bikin lelah tadi.
Benar-benar jadi tantangan tersendiri pokoknya kalau ingin mengunjungi Bukit Menoreh Kulon Progo, entah dari sisi waktu maupun energi. Sekalipun pemandangan yang ditawarkan indah sekali dan sulit ditemui di tempat lain, saya dan keluarga tetap ogah kalau disuruh mengulanginya lagi. Mending pilih destinasi wisata Kulon Progo lain seperti Kalibiru, Pantai Glagah, Sungai Mudal, atau Waduk Sermo.
Penulis: Noor Annisa Falachul Firdausi
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Goa Jatijajar, Objek Wisata di Kebumen yang Cukup Sekali Saja Dikunjungi.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















