Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

BTN Membuat Saya Merasa seperti Nasabah Prioritas padahal Cuma Mahasiswa dengan Saldo Pas-pasan

Faris Firdaus Alkautsar oleh Faris Firdaus Alkautsar
3 January 2026
A A
BTN Membuat Saya Merasa seperti Nasabah Prioritas padahal Cuma Mahasiswa dengan Saldo Pas-pasan

BTN Membuat Saya Merasa seperti Nasabah Prioritas padahal Cuma Mahasiswa dengan Saldo Pas-pasan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya mulai menabung di BTN sejak kelas 2 SMA. Waktu itu alasannya sederhana dan sangat khas anak sekolah: ingin ngerasain gimana rasanya punya kartu ATM, dan tentu saja karena setoran awalnya ringan. Rekening yang saya buka adalah BTN Juara, produk yang memang ditargetkan untuk pelajar dan mahasiswa. Segmen yang kalau di bank lain biasanya cuma dianggap “calon nasabah masa depan”, bukan nasabah sungguhan.

Modal awalnya cuma Rp50 ribu. Biaya administrasi sekitar Rp7 ribu per bulan, itu pun sudah termasuk kartu ATM. Bagi ukuran anak SMA yang uang sakunya masih sering habis buat jajan nasi uduk, gorengan, dan fotokopian, angka segitu terasa manusiawi. Tidak mengintimidasi. Tidak bikin takut saldo tiba-tiba lenyap tanpa sebab.

Saya tidak menyangka, pengalaman menabung di BTN justru berlanjut sampai sekarang. Saat status saya sudah berubah dari pelajar menjadi mahasiswa dengan saldo yang, yah, masih tetap pas-pasan (saat ini). Bedanya, sekarang saya sadar satu hal: BTN membuat saya merasa seperti nasabah prioritas, padahal secara ekonomi (saat ini) saya jelas belum jadi siapa-siapa.

Pertemuan pertama

Kebetulan, kantor cabang pembantu BTN yang paling dekat dari rumah adalah BTN KCP Cipondoh. Lokasinya tidak terlalu besar, tidak megah seperti kantor pusat bank swasta dengan gedung kaca dan pendingin ruangan yang bikin minder. Justru di situlah letak kenyamanannya.

Setiap kali saya datang untuk setor tunai, suasananya nyaris selalu lengang. Tidak perlu ambil nomor antrean. Tidak perlu mengisi formulir setoran yang ribet dan penuh kolom. Tinggal bilang ke teller, setor uang, selesai. Kalaupun antre, paling lama cuma tiga orang. Bagi mahasiswa yang sering datang di sela-sela jadwal kuliah atau kerja sambilan, efisiensi seperti ini rasanya mewah.

Di bank lain, saya sering merasa seperti tamu tak diundang. Datang bawa setoran kecil, berdiri lama, lalu dilayani dengan wajah datar. Di BTN, pengalaman itu terasa berbeda. Saya tidak pernah diperlakukan seolah-olah merepotkan sistem.

Custom kartu ATM BTN

Hal kecil lain yang mungkin terdengar remeh, tapi entah kenapa berkesan: kartu ATM BTN bisa custom gambar. Dan ini resmi, bukan stiker tempelan abal-abal.

Buat generasi yang tumbuh dengan budaya personalisasi—dari casing HP sampai wallpaper laptop—punya kartu ATM dengan desain sendiri itu menyenangkan. Ada rasa “ini rekening gue”, bukan sekadar alat transaksi.

Baca Juga:

bale by BTN, m-Banking Paling “Aneh” yang Membingungkan

Tarik Uang di ATM Indomaret Memang Praktis, tapi Saya Merasa Kurang Aman

Keramahan staf BTN

Para pegawai dan staff BTN sangat ramah. Meskipun saya setor hanya 50 ribu dalam 2 bulan sekali, mereka tetap tersenyum ramah melayani saya. Bahkan hanya untuk pembaruan alamat di buku pun ditanggapi dengan nyaman oleh Customer Service.

Belum lagi soal satpamnya. Ini bukan pujian klise. Satpam bank di BTN KCP Cipondoh benar-benar ramah, bukan ramah formalitas. Menyapa, membantu, bahkan mengingat wajah nasabah yang sering datang. Permen selalu tersedia di meja tunggu, sesuatu yang kelihatannya sepele tapi bikin suasana jadi cair. Bank jadi terasa seperti ruang publik, bukan ruang penghakiman finansial.

Pada Hari Pelanggan Nasional 2025 kemarin, saya bahkan dapat cokelat SilverQueen dari BTN. Iya, cokelat. Bukan voucher, bukan merchandise aneh yang ujung-ujungnya numpuk di laci. Cokelat yang bisa langsung dimakan. Sebagai mahasiswa, ini bentuk apresiasi yang sangat relevan.

Saya juga pernah dikasih password WiFi untuk internetan saat menunggu. Lumayan, bisa hemat kuota. Bisa cek email, buka Google Drive, atau sekadar scroll sambil menunggu teller selesai. Sekali lagi, ini hal kecil, tapi terasa besar kalau kita terbiasa hidup irit.

Penghargaan terbaik

Pengalaman-pengalaman ini membuat saya berpikir: mungkin BTN tidak menjual kemewahan, tapi menjual rasa dihargai. Dan bagi nasabah kecil seperti saya, itu jauh lebih berarti daripada lounge eksklusif atau kopi gratis yang cuma bisa diakses kalau saldo puluhan juta.

Di banyak bank, hierarki nasabah terasa jelas. Ada nasabah prioritas, ada nasabah biasa, dan ada yang seolah-olah cuma numpang lewat. Di BTN, setidaknya dari pengalaman saya, sekat itu tidak terlalu terasa. Saya datang dengan setoran kecil, tapi diperlakukan dengan standar yang sama.

Strategi manusiawi dan menghargai

Mungkin inilah strategi BTN: merawat nasabah sejak dini, sejak masih SMA, sejak saldo masih receh. Bukan dengan janji investasi besar, tapi dengan pelayanan yang manusiawi. Membuat orang merasa betah, merasa dihargai, dan pada akhirnya enggan pindah.

Saya sadar, pengalaman ini bisa jadi subjektif. Bisa jadi berbeda di cabang lain. Tapi sebagai nasabah biasa, mahasiswa dengan saldo pas-pasan, saya merasa seperti “naik kasta” setiap kali masuk ke kantor BTN. Dan mungkin, di dunia perbankan yang sering terlalu sibuk mengejar nasabah besar, perasaan sederhana seperti ini justru yang paling mahal.

Penulis: Faris Firdaus Alkautsar
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA bale by BTN, m-Banking Paling “Aneh” yang Membingungkan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 January 2026 oleh

Tags: ATM Bankbankbank btnBTNkartu atmNasabahnasabah banknasabah prioritas
Faris Firdaus Alkautsar

Faris Firdaus Alkautsar

Mahasiswa Akuntansi Universitas Terbuka. Punya motto hidup "walau berjalan di atas bumi, ingatlah bahwa kita hidup di bawah langit".

ArtikelTerkait

Wacana Tenor KPR 35 Tahun Bahaya, Malah Bikin Waswas Gen Z dan Milenial

Wacana Tenor KPR 35 Tahun Bahaya, Malah Bikin Waswas Gen Z dan Milenial

12 January 2024
Cara Gadai SK ke Bank: Syarat, Ketentuan, dan Produk-produk yang Harus Diketahui

Cara Gadai SK ke Bank: Syarat, Ketentuan, dan Produk-produk yang Harus Diketahui

1 October 2022
5 Sisi Gelap Profesi Bankir Terminal Mojok

5 Sisi Gelap Profesi Bankir

24 August 2022
Orang dengan Pendapatan Pas-pasan Nggak Cocok Punya Kartu Kredit, Nggak Usah Sok-sokan Mojok.co

Kartu Kredit Tidak untuk Orang dengan Pendapatan Pas-pasan, Nggak Usah Sok-sokan

21 June 2024
Bank Digital Jangan Terlalu Diglorifikasi karena Nyatanya Nggak Selalu Lebih Menguntungkan dari Bank Konvensional

Bank Digital Jangan Terlalu Diglorifikasi karena Nyatanya Nggak Selalu Lebih Menguntungkan dari Bank Konvensional

17 May 2024
kliring bank antre panjang teller leasing mojok

Suka Duka Bekerja Menjadi Petugas Kliring

16 November 2020
Muat Lebih Banyak
Tinggalkan Komentar

Terpopuler Sepekan

‎Lupakan Gaji 5 Juta, Pertimbangkan Hal Ini sebelum Menetap di Gresik!

‎Lupakan Gaji 5 Juta, Pertimbangkan Hal Ini sebelum Menetap di Gresik!

1 January 2026
Dapur Istri Lebih Jago Melayani ketimbang Karyawan Resto (Unsplash)

Setahun Jadi Pelayan Restoran Bintang Tiga, Saya Malah Kalah Jago Melayani Dibanding Dapur Keluarga Istri

1 January 2026
Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat Mojok.co

Healing dari Palembang ke Lampung Penuh Perjuangan, tapi Sepadan dengan yang Didapat

5 January 2026
Pasar Dupak Magersari, Wujud Perjuangan Orang Surabaya (Unsplash)

Pasar Dupak Magersari: Potret Nyata Saat Kota Surabaya Tidak Menyediakan Ruang, Warga Pinggiran Membuat Ruangnya Sendiri

6 January 2026
5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

5 Mitos Kebumen yang Bikin Orang Luar Mikir Dua Kali sebelum Berkunjung

5 January 2026
Prabanlintang, Tempat Wisata Pelepas Penat yang Masih Underrated di Kabupaten Tegal

Prabanlintang, Tempat Wisata Pelepas Penat yang Masih Underrated di Kabupaten Tegal

4 January 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=SiVxBil0vOI

Liputan dan Esai

  • Pengalaman Menyiksa Honda Beat di Jalan Jogja Menuju Solo lalu Balik Lagi, dapat Karma di Sepanjang Jalan
  • Menjadi Guru SD di Era ‘Skibidi Toilet’: Pertarungan Sengit Melawan Algoritma yang Tak Mungkin Saya Menangkan
  • Baru Satu Tahun Kerja di BUMN, Pilih Resign karena Nggak Kuat “Ugal-ugalan” di Jakarta sampai Temukan Peluang Karier Lebih Baik di Bali
  • Kemang, Saksi Bisu Kepura-puraan Perantau Jawa: Rela Ngomong “Lu-Gue” hingga Paksa Selera Musik demi Bisa Bergaul di Jaksel
  • Susah Payah Bidan Desa: Warga Lebih Percaya Dukun Bayi, Kasih Edukasi Malah Dianggap Menentang Tradisi
  • Sewa Kos Rp350 Ribu Berdinding Triplek di Tamsis Kota Jogja, Bonus Suara “Ceplak-ceplok” Tengah Malam hingga Terusir Gara-gara Sengketa Warisan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.