Bintang di Surga: Semakin Mewah, Semakin Indah

Bintang di Surga: Semakin Mewah, Semakin Indah

Bintang di Surga: Semakin Mewah, Semakin Indah (pixabay.com)

Semakin ke sini, Noah memang tidak ada habisnya. Setelah sukses dengan remake video klip lagu “Yang Terdalam” (dan album “Second Chance: Taman Langit) akhir 2021 lalu, Noah kembali muncul dengan sesuatu yang tidak kalah kerennya. Kali ini, giliran lagu “Bintang di Surga” yang terdapat dalam album kedua Peterpan dengan judul yang sama yang jadi keluaran terbarunya. Jumat, 7 Januari 2022, Noah secara resmi merilis hasil remake video klip “Bintang di Surga” dan langsung mendapat sambutan positif dari penggemar Noah. Dan tidak hanya video klipnya, lagunya pun adalah hasil merekam ulang dengan beberapa sentuhan baru.

Kalau kita tarik mundur delapan belas tahun lalu, Noah (yang saat itu masih bernama Peterpan) berhasil menggebrak industri musik arus utama dengan album keduanya yang bertajuk “Bintang di Surga”. Salah satu lagu andalan di album tersebut yang juga berjudul “Bintang di Surga”, menjadi salah satu lagu yang dibuat video klipnya. Kita mungkin ingat dulu betapa mencekamnya video klip lagu “Bintang di Surga” dengan aksi tembak-tembakan yang sangat dramatis. Mirip film action, lah.

Peterpan, yang saat itu personelnya masih lengkap berenam, turut ikut andil semuanya. Ariel, Lukman, dan Reza berperan menjadi perampok. Sementara itu Andika, Indra, dan Uki, berperan sebagai polisi yang saat itu sedang mengepung Ariel cs. Tidak hanya personel Peterpan saja yang ikut andil. Ada Aquila Firrina yang juga bermain di video klip itu sebagai kekasih Ariel. Ketegangan yang dimunculkan di video klip “Bintang di Surga” (termasuk saat Ariel tertembak di akhir video klip) saat itu berhasil membuat para penggemar Noah (saya salah satunya), tercengang, kok bisa bikin video klip sebagus ini.

Setelah 18 tahun, Peterpan yang kini sudah bernama Noah, menghidupkan kembali memori indah itu. Memori yang mungkin akan membangunkan lagi api-api bahagia dalam benak para Sahabat Noah/Sahabat Peterpan, sapaan bagi penggemar band ini. Dengan cerita yang masih sama, Noah bisa dibilang sukses me-remake kembali video klip legendaris tersebut.

Personel Noah tentu saja tidak banyak ambil tempat di video klip “Bintang di Surga” versi baru ini. Pemeran utama yang dulu diisi oleh Ariel, kini diganti oleh aktor Jefri Nichol. Ada pula Anya Geraldine yang mengisi peran perempuan kekasih Jefri Nichol. Lukman, yang dulu berperan sebagai perampok, kini beralih peran menjadi sandera. David juga ambil peran sebagai wartawan. Sementara Ariel, muncul di detik-detik terakhir dan menjadi bagian dari polisi yang ikut mengepung para perampok.

Meskipun masih dengan cerita yang sama dengan video klip “Bintang di Surga” di 2004, ada banyak hal baru yang dimunculkan dalam versi barunya. Dari teknologi yang dipakai, misalnya, Upie Guava sang sutradara mencoba memakai teknologi XR (Extended Reality) yang semakin menambah chaos video klip ini, juga menambah nuansa futuristik di video klip ini. Ini membuat aksi tembak-tembakan yang sudah mencekam, terlihat lebih mencekam, dramatis, dan tentunya lebih keren lagi. Ya mirip-mirip Call Of Duty Advanced Warfare, lah.

Soal musiknya, ya tidak perlu ditanyakan lagi. Noah, seperti kita tahu, selalu berhasil membuat musik yang indah. Lagu “Bintang di Surga” versi Peterpan saja sudah sebagus itu. Ketika direkam kembali dalam versi terbaru, lagu “Bintang di Surga” terdengar semakin indah, semakin memanjakan telinga. Apalagi lagu “Bintang di Surga” ini masih ada campur tangan Uki, mantan gitaris noah. Semakin lengkap, lah, keindahannya.

Dan inilah hasilnya: musik yang megah bertemu sinematografi yang mewah, jadilah mahakarya yang indah.

Sama seperti “Yang Terdalam”, rilisnya “Bintang di Surga” ini membawa kembali memori kebahagiaan masa kecil saya sebagai Sahabat Peterpan (sekarang Sahabat Noah). Saya, yang waktu album dan video klip “Bintang di Surga” pertama kali dirilis begitu bahagia dan senang bukan main, kini kembali merasakan hal yang serupa. Kebahagiaan yang sama, yang dulu dirasakan Iqbal kecil, kini dirasakan kembali oleh Iqbal yang sudah dewasa. Ah, betapa emosionalnya saya sampai ada sedikit air mata bahagia yang sempat menetes.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Exit mobile version