Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Benteng Pendem Cilacap: Tempat Wisata Penjajahan Kolonial yang Aura Mengerikannya Masih Amat Terjaga

Alifah Ayuthia Gondayu oleh Alifah Ayuthia Gondayu
10 Juni 2025
A A
Benteng Pendem Cilacap: Tempat Wisata Penjajahan Kolonial yang Aura Mengerikannya Masih Amat Terjaga

Benteng Pendem Cilacap: Tempat Wisata Penjajahan Kolonial yang Aura Mengerikannya Masih Amat Terjaga (Crisco 1492 via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kamu ke Cilacap, mampirlah ke Benteng Pendem, berhadapan dengan Teluk Penyu dan pulau Nusa Kambangan. Benteng ini dibangun Belanda di abad ke-19, menjadi saksi bisu dari zaman penjajahan. Katanya sih buat pertahanan. Dengan konstruksi bata merah, ruangan barak, penjara dan terowongan yang bikin bulu kuduk berdiri.

Lucunya, meski tempatnya punya kesan yang menyeramkan (pake banget), banyak pengunjung yang datang ke Benteng Pendem buat foto-foto. Seperti saya, hehehe. Bukannya nggak takut, tapi pengin mengabadikan tempat di mana dulu orang bisa hilang tanpa jejak di balik jeruji ruang penjara itu.

Benteng Pendemi yang (dulu) disembunyikan, sampai sekarang seremnya nggak ketulungan

Namanya aja udah serem: Pendem. Dalam bahasa Jawa, pendem itu artinya ditanam, dikubur atau disembunyikan. Nggak heran kalau banyak orang yang pertama kali dengar namanya langsung mikir ini tempat persembunyian harta karun atau tempat jin buang anak.

Benteng Pendem Cilacap ini dibangun Belanda sekitar tahun 1861. Zaman ketika orang-orang Eropa lagi rajin ekspansi dan mengklaim tanah orang sebagai milik sendiri, lengkap dengan argumen sok ilmiah soal “peradaban”.

Awalnya, benteng ini dipakai buat pertahanan di pesisir selatan Jawa, tepatnya di Cilacap. Tapi dari luar, bangunannya nggak kelihatan kayak benteng-benteng yang biasa kita lihat di film kolosal. Bangunannya nggak menjulang tinggi.

Saat berkunjung ke Benteng Pendem Cilacap, saya mikir: kok bisa ya sejarah segelap ini dikemas kayak tempat piknik? Coba deh kamu masuk, nggak butuh waktu lima menit buat mengangguk setuju dengan argumen saya barusan. Di dalam benteng, kamu bakal nemu ruangan-ruangan sempit, lembap. Ada ruang tahanan atau penjara, ruang penyimpanan amunisi, ruang klinik, bahkan ada yang bilang dulu pernah jadi tempat penyiksaan.

Lorong-lorong nostalgia kolonial

Masuk ke dalam Benteng Pendem tuh kayak masuk ke lorong waktu. Sambil jalan, sambil membayangkan setiap sudutnya: dulu pasti kayak gini ya. Aroma lembap langsung menyambut. Setiap sudut benteng kayak punya suara sendiri. Kalau kamu diem lama-lama bisa kedengeran bisik-bisik halus dari pikiranmu, “Pernah ada yang dikurung di sini.”

Ya gimana, tempat ini sudah ada bahkan sebelum Indonesia mikir buat merdeka? Aneh, jujur. Rasanya kayak numpang lewat di rumah penjajah, yang dulu suka ngatur-ngatur dan sekarang udah pensiun tapi masih nyimpen sisa-sisa kekuasaan di dinding dan jeruji besi.

Baca Juga:

Dulu Malu Bilang Orang Kebumen, Sekarang Malah Bangga: Transformasi Kota yang Bikin Kaget

Kabupaten Cilacap: Kabupaten yang Membingungkan, tapi Tetap Jadi Kabupaten Terbaik untuk Ditinggali

Ruang Penjara Benteng Pendem: final boss dari aura terseram

Lalu, sampailah kita di bagian yang bisa dibilang juara dalam kategori “Tempat Wisata Paling Berpotensi jadi lokasi Uji Nyali.” Ruang penjara di Benteng Pendem ini bukan cuma sempit, tapi juga menyeramkan. Ruangannya kecil, jendela cuma seupil, dan ventilasi kayak cuma formalitas.

Kadang suka kepikiran, gimana orang-orang dulu bisa bertahan di ruangan kayak gini? Jawabannya: ya mereka mana mau, mereka pasti nggak punya pilihan. Di zaman kolonial, hidup bukan soal nyaman, tapi soal selamat. Kalau kamu salah omong, atau dianggap berbahaya, ya udah tiba-tiba kamu udah di balik jeruji.

Tapi, ya begitulah, sejarah Indonesia bukan cuma soal proklamasi dan pidato. Tapi juga soal tempat-tempat kayak gini. Sekarang tempat kayak gini jadi objek wisata, orang datang, bayar tiket, terus selfie di depan sel penjara. Ada semacam romantisasi kolonialisme yang pelan-pelan menyusup ke dalam kepala kita.

Yang bisa kita lakuin: ingat. Sebab, tempat-tempat kayak Benteng Pendem Cilacap gini, walaupun serem tapi punya fungsi penting buat ngingetin kita: kemerdekaan itu bukan hadiah. Itu hasil perjuangan, darah dan… ya, ruang penjara semacam ini yang jadi saksi.

Penulis: Alifah Ayuthia Gondayu
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Cilacap, Kabupaten Terluas di Jawa Tengah sekaligus Kabupaten yang Paling Membingungkan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Juni 2025 oleh

Tags: Benteng Pendemcilacapnusakambangan
Alifah Ayuthia Gondayu

Alifah Ayuthia Gondayu

Jika tidak ada tempat untuk mendengar, ceritakan lewat tulisan.

ArtikelTerkait

5 Rekomendasi Spot Mancing di Cilacap

5 Rekomendasi Spot Mancing di Cilacap

3 Januari 2022
Kroya Kerap Diremehkan padahal Jadi Pondasi Penting Cilacap Timur

Kroya Kerap Diremehkan padahal Jadi Pondasi Penting Cilacap Timur

21 Mei 2024
6 Mendoan Paling Enak di Barlingmascakeb

6 Mendoan Paling Enak di Barlingmascakeb

7 Januari 2022
Jalur Alas Kubangkangkung Cilacap, Jalan Menuju Dimensi Lain yang Cocok untuk Uji Nyali

Jalur Alas Kubangkangkung Cilacap, Jalan Menuju Dimensi Lain yang Cocok untuk Uji Nyali

24 September 2023
Pantai Srandil Cilacap, Pantai Menawan yang Keindahannya Tertutup Cerita Gaib

Pantai Srandil, Pantai Menawan yang Keindahannya Tertutup Cerita Gaib

21 November 2023
Laksana Baru, Swalayan yang Punya Bioskop Andalan Masyarakat Cilacap Barat

Laksana Baru, Swalayan yang Punya Bioskop Andalan Masyarakat Cilacap Barat

27 September 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Embek-Embek Makanan Khas Tegal Paling Mencurigakan, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba Mojok.co

Embek-Embek Makanan Khas Tegal yang Nama dan Rasanya Sama-sama Aneh, Pendatang Sebaiknya Jangan Coba-coba

12 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

Inspektor Mobil Bekas, Orang yang Menentukan Nasib Mobilmu, Berakhir Masuk Neraka Bernama Bengkel, atau Hidup Bahagia Tanpa Onderdil Rusak

12 Maret 2026
Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet Mojok.co

Suzuki Splash, City Car Bakoh yang Cocok Disiksa di Jalanan Macet

14 Maret 2026
Ironi Fresh Graduate Saat Lebaran: Gaji Masih di Bawah UMR, tapi Sudah Tidak Kebagian THR Mojok.co

Lebaran Membosankan Nggak Ada Hubungannya Sama Menjadi Dewasa, Itu Artinya Kamu Lagi Mati Rasa Saja

16 Maret 2026
Honda Spacy: “Produk Gagal” Honda yang Kini Justru Diburu Anak Muda

13 Tahun Bersama Honda Spacy: Motor yang Tak Pernah Rewel, sekaligus Pengingat Momen Bersama Almarhum Bapak

18 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 
  • 3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan
  • Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?
  • Mudik Gratis BUMN 2026: Hemat Rp600 Ribu dari Jakarta-Solo Tanpa Pusing Dana THR Berkurang
  • Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 
  • Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.