5 Alasan Kita Nggak Perlu Kaget kalau Akhirnya Barcelona Terjun ke Liga Europa

Barcelona

Seperti yang kita tahu bahwa FC Barcelona adalah salah satu klub tersukses dan terbaik di dunia. Sudah banyak tropi bergengsi yang diraih oleh tim ini. Banyak pemain yang ingin bermain di Barcelona karena DNA juaranya menggebu-gebu. Tidak heran kalau Barcelona menelurkan banyak pemain bintang. Begitu pula banyak pemain bintang atau pemain berlabel mahal yang berlabuh ke tim ini untuk mencicipi juara. Sebut saja Philippe Coutinho yang hengkang dari Liverpool untuk meraih titel Liga Champions bersama Barcelona. Namun nyatanya? Nggak perlu dijawab di sini kali, ya. Hehehe.

Barcelona memang menakutkan dan trengginas. Semua trofi (sempat) dilahap habis. Namun itu dulu, bukan sekarang. Yang kita lihat sekarang adalah tim yang berjuang mati-matian meraih kemenangan melawan tim yang harusnya dibabat dengan mudah. Ya, Blaugrana tak lagi sama.

Di bawah asuhan Xavi, permainan Blaugrana masih belum menjanjikan. Dari empat pertandingan yang sudah dilakoninya, hanya mampu meraih dua kemenangan, satu seri, dan satu kekalahan yang baru saja diderita tadi malam. Dengan hasil tersebut, Barcelona hanya mampu bertengger di posisi 7 klasemen La Liga. Mereka juga terancam terlempar ke Liga Europa jika gagal menang melawan Bayern Muenchen dan di saat bersamaan Benfica berhasil meraih poin penuh melawan Dynamo Kyiv di laga terakhir penyisihan grup Liga Champions.

Dengan mengesampingkan hasil liga Champions tengah pekan nanti, sebenarnya Blaugrana sudah cocok mentas di liga malam Jumat alias Liga Europa untuk musim depan karena beberapa alasan berikut ini.

#1 Hasil buruk semusim terakhir

Hasil buruk yang didapat dalam semusim terakhir ini memberi gambaran yang jelas kenapa tim ini cocok-cocok aja berlaga di liga maljum. Meskipun tidak pernah absen di Liga Champions, namun kini Barcelona tidak mampu berbicara banyak di ajang prestisius tersebut. Musim kemarin saja saat masih ada Lionel Messi, Barcelona hanya mampu bertahan sampai babak 16 besar saat kalah oleh Paris Saint Germain dengan agregat 5-2.

#2 Kehilangan peran vital Lionel Messi

Kita tidak boleh naif bahwa peran Lionel Messi sangatlah vital. Bisa dibilang Barcelona digendong oleh Lionel Messi. Tanpa Messi, mereka tidak bisa berbuat banyak. Kehadiran pemain bintang seperti Griezmann, Coutinho, Dembele, dan Memphis Depay belum mampu mengangkat performa

Dulu semua orang tahu siapa saja pemain yang ada di Barcelona. Namun, kini banyak yang tidak begitu hafal skuat yang ada di Barcelona saking kurang menjanjikannya.

#3 Inkonsistensi

Sejak musim lalu, performa Barcelona baik di La Liga maupun di Liga Champions naik turun alias masih konsisten dengan inkonsistensinya. Hari ini kalah besoknya menang, hari ini menang besoknya kalah. Terkadang Lord Braithwaite cs sering membuang-buang peluang dan membuang-buang poin penting hingga gagal meraih titel La Liga musim lalu. Dengan skuat dan permainan yang ada saat ini, sangat sulit untuk Xavi membawa Blaugrana menjuarai La Liga musim ini. Jangankan juara, finish di empat besar saja adalah suatu keajaiban.

#4 Mulai kesulitan bersaing di La Liga

Seperti sudah saya bilang di poin sebelumnya, bahwa Barcelona sudah tidak konsisten sejak musim lalu. Hal tersebut terbukti dengan sulitnya mereka bersaing dengan tim papan atas La Liga. Dulu pesaing terberat hanya Real Madrid, kini melawan tim papan tengah atau bawah pun masih kesulitan untuk menang. Bisa dibilang mungkin kini Barcelona hanyalah tim penghuni papan tengah mengingat hasil dan peringkat klasemen saat ini.

#5 Kedalaman skuat yang belum merata

Di era Pep Guardiola atau Luis Enrique, kedalaman skuat Barcelona sangat merata. Pemain inti dan cadangan mempunyai kualitas yang tidak jauh berbeda. Bahkan, tim intinya saja tidak bisa memberi perbedaan yang berarti. Dari dulu, Barca punya pemain yang bisa menjadi pembeda. Trio Messi-Eto’o-Henry atau Messi-Suarez-Neymar adalah contohnya.

Namun, kini, kualitas tim inti saja tak bisa dibilang mumpuni. Ketika tim menemui kebuntuan, praktis tak ada pembeda yang bisa diharapkan. Maksud saya, ketika Depay dkk sudah tak punya cara, ya sudah berarti itu hasil akhirnya.

Meskipun bukan pendukung Blaugrana, namun saya sangat menyayangkan jika Barcelona sampai terlempar ke Liga Europa, mengingat sejarah klub yang begitu prestisius. Meskipun Liga Europa bukanlah kompetisi memalukan, tetap saja itu bukan tempat mereka. Namun mengingat kualitas Barcelona yang kepalang bobrok saat ini, rasa-rasanya tidak akan berlebihan kalau menyebut mereka sudah cocok berlaga di liga malam Jumat.

Setidaknya kita dapat menikmati hiburan tambahan setiap minggunya. Bener nggak?

Sumber Gambar: Pixabay

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Exit mobile version